Wartakita.id – Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang signifikan. Pada Kamis, 8 Desember 2025, tercatat 162 kali erupsi yang disertai gemuruh dan lontaran material pijar, mendorong kewaspadaan masyarakat.
Poin-Poin Penting
- Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, mengalami 162 kali erupsi pada Kamis (8/12/2025).
- Erupsi disertai gemuruh dan lontaran material pijar dalam radius kawah.
- PVMBG mencatat aktivitas vulkanik lain seperti gempa embusan dan tremor.
- Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 2-2,5 kilometer dari puncak.
- Status aktivitas Gunung Ile Lewotolok saat ini adalah Level II (Waspada).
Aktivitas Vulkanik Meningkat
Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Pada hari Kamis, 8 Desember 2025, tercatat sebanyak 162 kali erupsi yang dilaporkan oleh Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok. Kejadian ini berlangsung sepanjang periode pengamatan, mulai dari pukul 00.00 Wita hingga 24.00 Wita.
Berdasarkan data seismogram yang terekam, setiap erupsi memiliki amplitudo yang bervariasi antara 15.6 hingga 34.2 mm, dengan durasi yang berkisar antara 40 hingga 50 detik. Fenomena ini juga disertai dengan lontaran material pijar dan gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang. Ketinggian kolom abu yang teramati dilaporkan mencapai 100 hingga 200 meter, dengan warna asap yang dominan putih dan kelabu.
Penjelasan dari Petugas PGA
Yeremias Kristianto Pugel, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, menjelaskan lebih lanjut mengenai fenomena tersebut. “Erupsi disertai lontaran material pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran material pijar dalam radius kawah,” ujar Yeremias Kristianto Pugel, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Jumat (9/1/2025). Ia menambahkan bahwa suara gemuruh atau dentuman yang terdengar merupakan ciri khas aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
Catatan Seismik Lainnya
Selain erupsi, PGA Ile Lewotolok juga mencatat adanya berbagai jenis gempa lainnya selama periode pengamatan yang sama. Tercatat sebanyak 296 kali gempa embusan, 102 kali gempa tremor non harmonik, satu kali tremor harmonik, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan dua kali gempa vulkanik dalam. Data ini mengindikasikan bahwa aktivitas di dalam tubuh gunung api terus berlangsung.
Imbauan Keselamatan
Menyikapi peningkatan aktivitas ini, pihak PGA Ile Lewotolok mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat dan juga para wisatawan. Jefri, petugas PGA, menekankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, perlu diwaspadai juga sektoral selatan, tenggara, dan barat sejauh 2,5 kilometer dari puncak gunung. Jarak aman ini ditetapkan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin timbul akibat erupsi susulan.
Status Waspada
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II, yang berarti statusnya adalah Waspada. Tingkatan ini mengindikasikan bahwa potensi erupsi masih ada, sehingga kewaspadaan dari masyarakat di sekitar kawasan gunung berapi sangatlah penting. Tim Redaksi Wartakita mengutamakan fakta dalam pelaporan ini, didukung oleh data valid dari PVMBG untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik.























