Rabu, 18 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

by Redaktur
18/03/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Tadi malam saya berdiri cukup lama di tepi jalan depan sebuah warung kopi.

Bukan karena ada sesuatu yang menarik di luar sana. Justru karena tidak ada apa-apa yang istimewa—jalanan biasa, orang-orang bergerak seperti biasa, langit yang biasa.

Dan saya menyadari bahwa besok, saya akan kembali menjadi bagian dari semua yang “biasa” itu. Makan di siang hari. Minum kapan saja mau. Tidak ada lagi lapar yang mengetuk dari dalam.

Saya tidak sepenuhnya siap. Dan saya rasa itu pertanda baik.

Bayangkan hujan lebat yang turun selama tiga puluh hari. Tanah yang retak mulai menutup. Benih yang tertidur mulai pecah.

Debu di dedaunan tersapu bersih. Tapi keindahan sejati dari hujan bukan saat ia sedang turun dengan riuhnya—keindahannya ada pada kelembapan yang tertinggal setelah ia berhenti. Pada cadangan air di dalam tanah. Pada tunas yang mulai berani menatap langit.

Hari ini kita sedang menuai hujan. Bukan mengalaminya lagi—menuainya.

Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak rakaat yang kita tegakkan. Pertanyaannya adalah: residu apa yang tersisa di dasar hati kita setelah sebulan penyaringan ini?

Saya duduk dengan pertanyaan itu tadi pagi. Dan saya tidak selalu menyukai apa yang saya temukan.

Ada residu yang saya harap ada tapi belum yakin: kepekaan yang tajam. Apakah besok, saat saya sudah boleh makan dan minum di siang hari, saya akan tetap peduli pada guru honorer yang saya lihat di pinggiran kota itu?

Atau kepedulian itu akan menguap bersama berakhirnya suasana Ramadan—seperti parfum yang hanya tercium selama musim tertentu?

Ada residu yang ingin saya percaya sudah tertanam: integritas sunyi. Bahwa di ruang-ruang tanpa saksi, saat tidak ada lagi aturan puasa yang menjaga, pilihan-pilihan saya tetap sama.

Tetapi saya juga tahu—dari pengakuan-pengakuan yang sudah saya bagi sepanjang dua puluh sembilan hari ini—bahwa saya pernah gagal menjaga itu. Lebih dari sekali.

Dan ada residu yang saya takutkan: kelelahan yang sia-sia. Bahwa yang tersisa hanyalah memori tentang perut yang perih, dan bukan perubahan yang nyata pada cara saya memperlakukan orang lain.

Ramadan bukan dirancang untuk menjadikan kita orang suci selama satu bulan, lalu manusia mekanis di sebelas bulan berikutnya. Ia adalah laboratorium.

Dan seperti semua laboratorium yang baik, hasilnya tidak terasa di dalam lab—hasilnya terasa saat kita membawa temuan itu keluar ke dunia nyata.

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - image 1

Besok kita kembali ke pasar, ke kantor, ke jalanan. Di sana integritas kita akan diuji tanpa bantuan lapar. Di sana kesabaran kita akan ditantang tanpa suasana masjid yang teduh. Di sana gema takbir akan perlahan digantikan oleh notifikasi dan rapat dan tagihan dan semua kebisingan yang sudah lama menunggu.

BACA JUGA:

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

Pertanyaannya bukan apakah kita akan menghadapi itu semua. Kita pasti akan.

Pertanyaannya adalah: endapan apa dari dua puluh sembilan hari ini yang akan kita bawa masuk ke sana?

Satu hari lagi.

Saya tidak tahu bagaimana Anda merasakannya. Tapi bagi saya, malam ini adalah malam untuk duduk diam sebentar—bukan dengan daftar amalan yang belum sempat dikerjakan, tapi dengan pertanyaan yang paling sederhana dan paling berat sekaligus:

Jika ya—sekecil apa pun—maka hujan ini sudah menuai sesuatu yang nyata.

Satu hari lagi. Saya rasa itu cukup untuk satu malam yang jujur.

Tags: Akhir Ramadanberbuka puasaesai penutup puasa 2026esai RamadanEsai Ramadan 2026integritas sunyikembali ke rutinitas setelah lebaranmakna akhir ramadan residu puasamakna niat puasamenuai hujan ramadanMuhasabah 29 Ramadanniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026ramadan sebagai laboratoriumrefleksi hari ke 29 puasaResidu Puasaspiritualitas puasa
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

12/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

11/03/2026
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin

10/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

    Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Dari Garasi Militer ke Metaverse: Internet, Bukan Sekadar Jari Jempolmu

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tips Hijab Anti Lepek dan Tetap Segar Seharian

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK OTT Bupati Cilacap: Kronologi, Dugaan Korupsi Proyek Pemkab, dan Tindak Lanjut

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.