Kabupaten Jeneponto kini menapaki langkah signifikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 4 Tahun 2026. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Aula Kalabbirang Rumah Jabatan Bupati Jeneponto pada hari Kamis ini menandai dimulainya program strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H Paris Yasir.
Fokus Peningkatan Keterampilan untuk Kebutuhan Pasar Kerja
Laporan dari Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, menggarisbawahi esensi dari PBK Batch 4. Program ini didesain secara cermat untuk membekali masyarakat Jeneponto dengan keterampilan yang relevan dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja masa kini. Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini juga bertujuan membuka pintu peluang pengembangan usaha, memberdayakan peserta untuk menjadi agen perubahan ekonomi di daerah mereka.
Sembilan Program Pelatihan Kunci untuk Diversifikasi Keahlian
Keunggulan PBK Batch 4 terletak pada keragaman sembilan program pelatihan yang ditawarkan, mencakup berbagai sektor vital dan berpotensi tinggi:
- Kepemanduan Wisata: Mempersiapkan tenaga profesional di sektor pariwisata yang terus berkembang.
- Operator Excavator: Mengisi kebutuhan tenaga terampil di industri konstruksi.
- Merias Wajah: Mengembangkan talenta di industri jasa kecantikan yang dinamis.
- Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial: Membekali pelaku usaha dengan strategi pemasaran digital terkini.
- Recycling Specialist: Mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
- Pengelolaan Sampah Organik: Memberikan solusi inovatif untuk masalah sampah berbasis organik.
- Peracikan Minuman Kopi: Mengasah keterampilan di industri kuliner yang menjanjikan.
- Fillet Welder SMAW 3F: Keterampilan teknis esensial di sektor industri dan manufaktur.
- English for Junior Administrative Assistant: Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan administrasi perkantoran.
Apresiasi Bupati: Penguatan SDM adalah Kunci Kemajuan
Dalam pidato pembukaannya, Bupati Jeneponto, H Paris Yasir, tidak hanya menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini, namun juga menekankan urgensi penguatan kompetensi sebagai pilar utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jeneponto. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa investasi pada pelatihan adalah investasi untuk masa depan daerah, mempersiapkan masyarakat agar adaptif dan berdaya saing di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang kian kompleks.
“Manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan dan diterapkan, baik dalam dunia kerja maupun untuk membuka peluang usaha,” ujar Bupati Paris Yasir, seraya mengajak para peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai batu loncatan.
Harapan besar disematkan oleh Bupati agar kompetensi yang diperoleh peserta tidak berhenti pada sertifikat semata, melainkan terus diasah dan dikembangkan melalui pengalaman nyata dan pembelajaran berkelanjutan. Ini adalah fondasi untuk menciptakan tenaga kerja yang inovatif dan adaptif.
Sinergi Pemerintah dan BPVP untuk Masa Depan Jeneponto yang Lebih Produktif
Secara simbolis, Bupati Jeneponto menyematkan tanda peserta kepada perwakilan, menandai dimulainya PBK Batch 4 Tahun 2026. Pelaksanaan pelatihan ini diharapkan tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan aplikatif, tetapi juga secara substansial meningkatkan kesiapan masyarakat Jeneponto dalam merespons kebutuhan pasar kerja dan menggali potensi daerah secara produktif. Sinergi yang solid antara Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan BPVP Pangkep menjadi kunci untuk terus mendorong pengembangan kompetensi, selaras dengan potensi alam dan daya tarik budaya Jeneponto serta dinamika kebutuhan pasar kerja global.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: Budi S.























