BRI Kantor Wilayah 15 Makassar kembali mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Timur Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, capaian fantastis Rp16,859 triliun berhasil ditorehkan, menegaskan komitmen kuat bank ini dalam memberdayakan pelaku usaha mikro dan sektor pertanian.
Dominasi BRI Makassar dalam Penyaluran KUR Regional
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 15 Makassar telah membuktikan diri sebagai lokomotif utama dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat di empat provinsi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon. Angka penyaluran KUR yang mencapai Rp16,859 triliun hingga akhir Desember 2025 merupakan bukti nyata dedikasi BRI terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Komitmen Tanpa Agunan untuk UMKM Produktif
Iwan Supriyanto, Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, menekankan bahwa penyaluran KUR BRI senantiasa ditujukan kepada UMKM yang memiliki potensi produktif. Salah satu keunggulan fundamental dari KUR BRI adalah fasilitas tanpa agunan bagi para pelaku usaha. Plafon KUR Mikro sendiri dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan modal mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, sementara KUR Kecil dapat mencapai Rp500 juta. “Itu untuk plafon di bawah Rp100 juta. Kalau di atasnya itu butuh agunan,” jelas Iwan. Kemudahan akses permodalan ini menjadi pondasi penting bagi UMKM untuk bertransformasi dan naik kelas, sebuah visi yang dipegang teguh oleh BRI.
Sebaran Penyaluran dan Penggerak Utama Ekonomi
Dari total penyaluran Rp16,859 triliun sepanjang Januari hingga Desember 2025, Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan penyerapan terbesar, mencatatkan nilai penyaluran mencapai Rp12,431 triliun. Angka ini mencerminkan denyut aktivitas ekonomi mikro yang tinggi serta kebutuhan pembiayaan usaha yang signifikan di provinsi ini.
Jika ditilik dari komposisi, KUR Mikro masih memegang porsi dominan dengan 65,69 persen dari total penyaluran. Hal ini secara gamblang mengindikasikan bahwa pembiayaan skala kecil merupakan fondasi vital bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Berdasarkan sektor usaha, sektor pertanian tampil sebagai penyerap terbesar. Dengan nilai penyaluran mencapai Rp8,7 triliun, atau sekitar 52,04 persen dari total KUR yang disalurkan, BRI menunjukkan fokusnya dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi yang berbasis pada komoditas unggulan lokal.
Pertumbuhan Positif dan Pengendalian Kualitas Kredit
Memasuki tahun 2026, tren positif penyaluran KUR terus berlanjut. Hingga periode Januari hingga April 2026, total penyaluran KUR BRI Region 15 telah mencapai Rp4,823 triliun. Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan optimisme pasar dan efektivitas program KUR.
BRI Region 15 Makassar juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan. Rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) KUR tercatat terkendali di angka 2,01 persen. Rinciannya, NPL Mikro berada di 2,4 persen dan NPL KUR Kecil di 1,6 persen. Angka-angka ini masih berada jauh di bawah ambang batas ketentuan 3 persen yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebuah pencapaian signifikan yang mencerminkan kehati-hatian dalam penyaluran.
Strategi Menjaga Kualitas Kredit dan Peran Krusial Media
Upaya berkelanjutan untuk menjaga performa kredit terus dilakukan. Ini mencakup penyesuaian plafon kredit yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan pemberian edukasi intensif sebelum proses akad kredit dilaksanakan. “Makanya sebelum diberikan, kami kan juga ada kunjungan ke UMKM-nya. Sebelum penandatanganan, kami juga berikan edukasi,” ujar Iwan, menekankan pendekatan personal dalam setiap transaksi.
BRI juga secara proaktif meningkatkan kapasitas petugas lapangan, khususnya Mantri dan Relationship Manager Mikro. Peningkatan kompetensi ini krusial untuk memperdalam analisis usaha dan memberikan pendampingan yang lebih efektif kepada para debitur.
Regional CEO (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo, secara khusus menyampaikan harapannya akan kelanjutan kolaborasi yang erat dengan media. Ia menegaskan, “Karena tanpa bantuan publikasi dari rekan-rekan, tentu informasi mengenai kemudahan akses modal ini tidak akan sampai secara masif ke masyarakat luas.” Argo menambahkan, “Ke depannya, kami berharap sinergi ini terus terjalin dengan baik agar pemberitaan mengenai UMKM kita semakin berkualitas dan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah.”
Acara ini turut dihadiri oleh Regional Business Support Head, Asep Ikhsan Iskandar, Department Head Logistic and General Affair, Lisdyanto Andi Irawan, serta Perwakilan Corporate Secretary Kantor Pusat BRI, Tegar Imaaduddiin dan Evan Ujun Julius, yang menunjukkan sinyal dukungan korporat dalam inisiatif strategis ini.
Kontributor: Budi Saktia
Penyunting: H. Gunadi























