Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan akan melanda wilayah Jabodetabek pada tanggal 23 dan 24 Februari 2026. Peringatan ini penting sebagai langkah mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.
Analisis Potensi Cuaca Ekstrem Jabodetabek
BMKG mengidentifikasi adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang patut diwaspadai di kawasan Jabodetabek pada akhir pekan 23-24 Februari 2026. Peringatan dini ini menjadi instrumen penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak hidrometeorologi.
Wilayah Berstatus Waspada Hujan Lebat
Berdasarkan rilis resmi dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG, beberapa kota dan kabupaten di sekitar wilayah ibu kota telah ditetapkan dalam status waspada. Fokus utama kewaspadaan adalah terhadap dampak hidrometeorologi seperti genangan air dan potensi peningkatan debit sungai yang signifikan.
Rincian Wilayah Waspada 23 Februari 2026
Pada hari Senin, 23 Februari 2026, wilayah yang secara spesifik masuk dalam kategori waspada meliputi:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kabupaten Tangerang
- Jakarta Timur
- Jakarta Selatan
- Kabupaten Bekasi
- Kota Bekasi
- Kabupaten Bogor
- Kota Depok
Rincian Wilayah Waspada 24 Februari 2026
Melanjutkan kewaspadaan, pada hari Selasa, 24 Februari 2026, wilayah yang kembali ditetapkan berstatus waspada mencakup:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kabupaten Tangerang
- Jakarta Timur
- Kabupaten Bogor
- Kota Depok
Potensi Dampak dan Imbauan BMKG
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif. Di antaranya adalah potensi terjadinya genangan air, peningkatan drastis debit sungai, serta gangguan terhadap aktivitas normal masyarakat. Daerah dengan sistem drainase yang kurang memadai menjadi perhatian khusus dalam hal ini. Meskipun tidak ada wilayah yang berada dalam status siaga maupun awas, BMKG tetap menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap potensi dampak hujan lebat yang bisa terjadi secara lokal dan dalam waktu singkat.
Penting untuk dicatat bahwa BMKG mengkonfirmasi tidak adanya peringatan dini terkait angin kencang di wilayah Jabodetabek selama periode dua hari tersebut. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk senantiasa waspada terhadap dinamika perubahan cuaca yang cepat, terutama pada periode sore hingga malam hari, yang merupakan waktu dominan bagi pembentukan awan hujan.
Strategi Mitigasi dan Sumber Informasi Terpercaya
Penerbitan peringatan dini ini memiliki tujuan utama untuk mendorong peningkatan kesiapsiagaan di berbagai tingkatan, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait. Bagi warga yang tinggal di daerah yang rentan terhadap banjir dan genangan, disarankan untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar mereka secara proaktif. Selain itu, mengacu pada informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG adalah langkah krusial. Kanal tersebut meliputi situs web resmi, akun media sosial, serta layanan darurat melalui Call Center 196 untuk mendapatkan pembaruan yang akurat dan tepat waktu.























