Penemuan krusial dua unit black box pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) menandai dimulainya babak baru dalam upaya mengungkap tabir di balik kecelakaan tragis di pegunungan Bulusaraung, Pangkep.
- Dua unit black box, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), telah berhasil ditemukan tim gabungan SAR.
- Black box akan segera diserahkan dari Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk analisis mendalam.
- Dua korban telah berhasil diidentifikasi dan dievakuasi, sementara identifikasi korban ketiga masih berlangsung.
- Pesawat nahas tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan 10 orang penumpang.
Penemuan Vital: Kunci Investigasi Kecelakaan
Dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang memasuki hari kelima, tim gabungan berhasil menemukan dua komponen vital pesawat: Flight Data Recorder (FDR) yang merekam seluruh data penerbangan, dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang menangkap percakapan di dalam kokpit. Penemuan ini terjadi di medan yang ekstrem dan diwarnai dinamika cuaca yang menantang, menunjukkan kegigihan dan profesionalisme tim SAR.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini. Ia menekankan bahwa kedua kotak hitam tersebut merupakan elemen paling krusial untuk membuka kronologi lengkap dan menentukan penyebab pasti kecelakaan pesawat yang berpenumpang 10 orang tersebut.
Serah Terima kepada KNKT untuk Analisis Mendalam
Setelah berhasil ditemukan dan diamankan, black box tersebut langsung dibawa dari lokasi operasi oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lintas unsur yang efisien. Kepala Basarnas akan segera menyerahkan kedua unit black box ini kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Kantor Basarnas Kelas A Makassar.
“Data di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” ujar Syafii, menegaskan urgensi analisis yang akan dilakukan oleh KNKT. KNKT sebagai lembaga independen akan melakukan investigasi mendalam terhadap data yang tersimpan di FDR dan CVR untuk merangkai fakta-fakta kecelakaan.
Perkembangan Operasi SAR dan Identifikasi Korban
Seiring dengan penemuan black box, operasi SAR juga terus membuahkan hasil dalam evakuasi korban. Hingga kini, dua korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing, yaitu Florencia Lolita Wibisono (pramugari) dan Deden Maulana (ASN KKP). Sementara itu, proses identifikasi potongan tubuh korban ketiga masih terus dilakukan.
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT ini tengah dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat tersebut hilang kontak sesaat sebelum mendarat di Bandara Hasanuddin dan akhirnya diketahui menabrak Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1) siang. Dugaan awal mengarah pada adanya masalah mesin yang dihadapi pesawat saat hendak melakukan pendaratan.
Penyerahan black box ini tidak hanya menjadi tahapan krusial dalam penanganan kecelakaan pesawat, tetapi juga menjadi simbol sinergi, komitmen, dan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam misi kemanusiaan yang kompleks dan penuh tantangan.























