Senin, 16 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif

by Redaktur
13/07/2025
in Alam dan Lingkungan Hidup, Berita Terkini, Daerah, Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

MAKASSAR – Sulawesi Selatan berada di garis depan dampak perubahan iklim global, dibuktikan dengan serangkaian bencana hidrometeorologi ganda yang melanda wilayah ini pada pertengahan Juli 2025. Peristiwa ini bukan lagi sekadar anomali cuaca sesaat, melainkan indikasi kuat pola iklim ekstrem yang menuntut respons strategis dan terintegrasi dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Data hingga 12 Juli 2025 menunjukkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel dan kabupaten terkait masih berjibaku menangani dampak tanah longsor di Kabupaten Sinjai, sementara Kabupaten Luwu Timur telah pulih dari banjir.

Kondisi ini menyoroti kerentanan geografis dan sosiologis Sulawesi Selatan terhadap fenomena “basah” seperti banjir dan longsor, yang kini disusul oleh ancaman “kering” seperti kebakaran lahan. Integrasi respons bencana yang semula terpisah kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan hidup dan ekonomi masyarakat di Bumi Anging Mammiri.

Dampak Ganda di Dua Wilayah Krusial: Luwu Timur dan Sinjai

Pada 10 Juli 2025, Kabupaten Luwu Timur dilanda banjir yang merendam satu desa di satu kecamatan, berdampak langsung pada 40 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 275 jiwa. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dilaporkan, dan genangan air telah surut sepenuhnya, peristiwa ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan di daerah tersebut. Luwu Timur, dengan topografi dataran rendah dan curah hujan tinggi, seringkali menjadi langganan banjir, namun intensitas dan frekuensinya kian meningkat.

Sementara itu, Kabupaten Sinjai menghadapi tantangan yang lebih kompleks. BPBD setempat tidak hanya menangani dampak tanah longsor yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, tetapi juga berjibaku memadamkan kebakaran lahan seluas satu hektar. Lokasi titik api yang berada di tebing curam menjadi kendala utama, menghambat upaya pemadaman oleh tim darat. Situasi ini menunjukkan kontras ekstrem: tanah yang jenuh air memicu longsor, sementara vegetasi kering akibat periode tanpa hujan memicu kebakaran lahan di wilayah yang berdekatan.

Ketika Hujan Ekstrem dan Kekeringan Bersatu: Gejala Perubahan Iklim

Terjadinya bencana “basah” seperti banjir dan longsor secara bersamaan dengan bencana “kering” seperti kebakaran lahan dalam periode waktu yang relatif singkat bukanlah kebetulan. Ini merupakan gejala klasik dari dampak perubahan iklim, di mana pola cuaca menjadi ekstrem dan tidak stabil. Sulawesi Selatan, yang secara geografis rentan terhadap fluktuasi iklim, mengalami periode hujan dengan intensitas sangat tinggi yang diselingi oleh masa kering yang berkepanjangan. Kondisi ini menciptakan “resep” ideal bagi kedua jenis bencana tersebut.

Fenomena ini bukan lagi sekadar serangkaian peristiwa “nasib buruk” yang tidak terkait, melainkan sebuah pola sistemik. Banjir dan longsor dipicu oleh tanah yang jenuh akibat hujan ekstrem yang melampaui kapasitas serapan tanah, sementara kebakaran lahan dipicu oleh vegetasi yang mengering, didorong oleh suhu tinggi dan minimnya curah hujan. Kondisi ini menghadirkan ancaman serius bagi masyarakat, infrastruktur, dan ekosistem di Sulawesi Selatan, termasuk potensi krisis air bersih di musim kering dan kerusakan lahan pertanian saat musim hujan.

Mendesak: Integrasi Rencana Kontingensi Menuju Ketahanan Iklim

Menanggapi pola ancaman ganda ini, pendekatan penanggulangan bencana di tingkat provinsi harus mengalami pergeseran paradigma. Dokumen seperti “Rencana Kontingensi Banjir Sulawesi Selatan 2022-2025” merupakan langkah awal yang baik dalam merespons ancaman banjir. Namun, penting untuk menyadari bahwa rencana semacam ini, jika berdiri sendiri, mungkin tidak cukup efektif menghadapi kompleksitas perubahan iklim. Ia perlu diintegrasikan ke dalam kerangka kerja ketahanan iklim (climate resilience framework) yang lebih luas, yang juga secara eksplisit mencakup mitigasi risiko kekeringan, kebakaran lahan, dan ancaman hidrometeorologi lainnya secara komprehensif.

Pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, harus menyadari bahwa ancaman-ancaman ini semakin saling terkait dan tidak dapat lagi diprediksi dengan model musiman yang konvensional. Strategi adaptasi dan mitigasi harus mencakup:

  • Sistem Peringatan Dini Terintegrasi: Memanfaatkan teknologi untuk memprediksi cuaca ekstrem dan potensi bencana secara lebih akurat dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara real-time.
  • Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan: Termasuk konservasi air, pembangunan embung, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjamin ketersediaan air saat musim kering.
  • Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Hutan: Penanaman pohon di daerah rawan longsor dan restorasi ekosistem hutan untuk meningkatkan daya serap tanah dan mencegah kebakaran.
  • Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat: Meningkatkan kesadaran akan risiko bencana dan melatih masyarakat dalam upaya mitigasi dan respons awal.
  • Kolaborasi Multisektoral: Melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD, dinas terkait (pertanian, kehutanan, PUPR), akademisi, hingga sektor swasta dan komunitas lokal.

Bencana hidrometeorologi ganda yang melanda Luwu Timur dan Sinjai pada pertengahan Juli 2025 adalah peringatan keras bagi Sulawesi Selatan. Ini adalah panggilan untuk segera bergerak dari respons insidental menuju strategi ketahanan iklim yang holistik dan proaktif. Dengan memperkuat koordinasi, mengintegrasikan rencana kontingensi, dan memberdayakan masyarakat, Sulawesi Selatan dapat membangun pertahanan yang lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim yang semakin tidak terduga. Masa depan Bumi Anging Mammiri bergantung pada sejauh mana kita mampu beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan iklim yang terus berubah.

BACA JUGA:

Nelayan Hilang di Makassar: Operasi SAR Resmi Ditutup Setelah Tujuh Hari Tanpa Hasil

Gowa Galakkan Program ASRI: Wujudkan Lingkungan Bersih, Nyaman, dan Bebas Banjir Sambut Ramadan

Pemkot Makassar Matangkan Seleksi Komisioner Baznas, Transparansi dan Visi Wakaf Jadi Kunci Penting

102 Pohon Tumbang di Makassar Akibat Cuaca Ekstrem Januari 2026: DLH Tingkatkan Mitigasi

Polri Sulsel Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo: Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Losari dan Istana Balla Lompoa

Tags: banjir Luwu Timurbencana hidrometeorologiBPBD SulselCuaca Ekstremkebakaran lahanketahanan iklimlongsor SinjaiMitigasi Bencanaperubahan iklimSulawesi Selatan
Share9Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Tawuran Maut di Makasar: 16 Remaja Diamankan, 4 Diduga Pelaku Utama

15/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Di Balik Kematian Alex Pretti: Telepon Genggam, Senjata Terkuat Melawan Narasi Pemerintah Trump

15/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Nelayan Hilang di Makassar: Operasi SAR Resmi Ditutup Setelah Tujuh Hari Tanpa Hasil

15/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Tragedi di Kanal Nuri Makassar: Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus

15/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Indonesia Bangun Pusat Riset Rumput Laut Kelas Dunia di Lombok Timur: ITSRC Cetak Inovasi Global

14/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Kemendiktisaintek Perluas Jangkauan Pendidikan Dokter Spesialis ke NTT, NTB, dan Bali

14/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Pemprov Sulsel Tingkatkan Kesejahteraan Bantaeng: Bantuan Pangan, Alsintan, dan Sarana Keagamaan Disalurkan

14/02/2026
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Gowa Galakkan Program ASRI: Wujudkan Lingkungan Bersih, Nyaman, dan Bebas Banjir Sambut Ramadan

14/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3872 shares
    Share 1549 Tweet 968
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    481 shares
    Share 192 Tweet 120
  • Tragedi Papua: Pilot Smart Air Tewas Ditembak, Isu Tambang Ilegal dan Ancaman TPNPB Mengemuka

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Emas dan Perak Berfluktuasi: Lonjakan Signifikan Meski Data Ekonomi AS Mengejutkan, Apa Kata Analis?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Beda Smoothing Sutra dengan Smoothing Biasa, Rebonding, dan Straightening

    1330 shares
    Share 532 Tweet 333
  • 10 Kebiasaan Orang Tiongkok Pembawa Sukses Finansial: Bukan Hoki, Tapi Pola Pikir Jitu

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Hotel Sultan Tetap Beroperasi: Pengelolaan Dialihkan Pasca Kemenangan Negara

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • UMKM di Bursa Efek Awal 2026: Gelombang Pertumbuhan vs. Ancaman Delisting

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Sulsel Darurat Iklim: Bencana Hidrometeorologi Ganda Ancam Luwu Timur dan Sinjai, Perlu Strategi Adaptasi Komprehensif - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.