Hujan lebat yang mengguyur Kota Tangerang sejak Kamis pagi, 22 Januari 2026, telah menyebabkan banjir di sembilan kecamatan. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 1,1 meter, memaksa sebagian warga mengungsi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab dan Kronologi Banjir di Kota Tangerang
Banjir mulai menggenangi wilayah Kota Tangerang pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 05.20 WIB. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang disertai angin kencang berlangsung cukup lama. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai di wilayah tersebut.
Selama periode pemantauan BPBD Kota Tangerang dari pukul 05.20 hingga 17.30 WIB, sembilan kecamatan teridentifikasi terdampak banjir. Selain genangan air, tercatat pula empat peristiwa pohon tumbang di lokasi berbeda, menambah daftar kerugian akibat cuaca ekstrem.
Dampak dan Upaya Penanganan
Salah satu dampak paling signifikan dari banjir ini adalah pengungsian warga. Titik genangan tertinggi tercatat di Jalan KH Ahmad Dahlan RT 02/06, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, dengan ketinggian air mencapai sekitar 110 sentimeter (1,1 meter). Kondisi ini membuat akses jalan dan permukiman terputus sementara.
Menanggapi situasi darurat, petugas BPBD Kota Tangerang segera bergerak melakukan serangkaian tindakan penanganan. Upaya tersebut meliputi:
- Membantu mobilitas warga di area yang tergenang menggunakan perahu karet.
- Melakukan upaya penyedotan genangan air untuk mempercepat surutnya banjir.
- Melakukan evakuasi pohon yang tumbang untuk membersihkan akses jalan dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
- Koordinasi intensif dengan dinas-dinas terkait guna merumuskan langkah-langkah penanganan jangka panjang.
Pemantauan melalui CCTV menunjukkan tren peningkatan debit air di kali dan sungai terus berlangsung. BPBD juga menginformasikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih berlanjut di Kota Tangerang dan sekitarnya hingga malam hari. Peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga juga telah dikeluarkan, mencakup wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya.
Lokasi Terdampak Banjir di Sembilan Kecamatan
Banjir merendam berbagai titik strategis di sembilan kecamatan Kota Tangerang. Berikut adalah rincian beberapa lokasi yang terdampak beserta perkiraan ketinggian airnya:
Kecamatan Benda
- Jl. Atang Sanjaya RT.001/RW.06 (±80 cm)
- Jalan umum depan Polsek Benda/kolong jembatan (±10 cm)
- Jalan dan permukiman Jl. Husein Sastranegara, Jurumudi Baru (±40 cm)
Kecamatan Cibodas
- Jalan bawah flyover Taman Cibodas (±50 cm)
- Jl. Darmawangsa, Cibodas (±30 cm)
- Jalan umum dan kawasan industri di Jl. Kalisabi RT.001/10, Uwung Jaya (±100 cm)
Kecamatan Ciledug
- Jalan umum di Kampung Rawacana RT.003/03 (±40 cm)
Kecamatan Karang Tengah
- Jalan Situ Bulakan (±30 cm)
- Jalan Mutiara Peluit (±30 cm)
- Jl. Regency depan pasar Regency (±20 cm)
Kecamatan Karang Mulya
- RT.003,004/ RW. 07 (±45 cm)
Kecamatan Kunciran
- Jl. Raya Gempol, Kunciran (±50 cm)
- Jalan komplek Blok K, Kunciran Indah (±20 cm)
Kecamatan Cipadu
- Jalan dan pemukiman Kompleks Taman Asri (±20 cm)
Kecamatan Cipondoh
- Jl. KH. Ahmad Dahlan RT.002/06, Petir (±110 cm)
Kecamatan Gebang Raya
- Jl. Jembatan Alamanda (±50 cm)
Peristiwa Pohon Tumbang
Selain banjir, dampak cuaca buruk juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di beberapa lokasi penting di Kota Tangerang:
- Jl. Jend Sudirman RT.001/06, Babakan, Tangerang.
- RT.005/01, Larangan Selatan, Larangan.
- Jl. Faliman Jaya RT.006/03, Jurumudi Baru, Benda.
- Jl. Modern Golf Raya, Buaran Indah Kec. Tangerang.
Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan kemungkinan terjadinya banjir susulan.























