Wartakita.id, Padang — Banjir bandang menerjang Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) akibat hujan deras berintensitas tinggi. Peristiwa ini merendam sejumlah permukiman warga dan menyebabkan 498 jiwa terdampak, namun dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Hujan deras yang mulai mengguyur wilayah Koto Tangah sekitar pukul 12.00 WIB menyebabkan debit air sungai, khususnya Sungai Lubuk Minturun, meningkat drastis. Jebolnya beberapa titik tanggul penahan air memperparah kondisi, memungkinkan air bercampur lumpur pekat masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa atau lebih dari 50 cm di beberapa lokasi.
Wilayah terdampak utama meliputi Kelurahan Lubuk Minturun (termasuk Perumahan Lumin Park), Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (Kampung Apar/Apa), serta sebagian Batipuah Panjang dan Dadok Tunggul Hitam. Banjir juga meluas ke Kecamatan Kuranji (Guo, Lapau Munggu) dan Nanggalo (Tabing Banda Gadang).
Intinya
- Banjir bandang terjadi di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Sabtu (10/10/2026) akibat hujan deras dan jebolnya tanggul.
- Sebanyak 498 jiwa terdampak, dengan 672 orang sempat mengungsi.
- Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius.
- Tim gabungan berhasil mengevakuasi warga, termasuk 11 orang yang sempat terjebak di loteng rumah di Kampung Apar.
- Fase darurat telah berlalu, warga fokus pada pembersihan dan pemulihan pascabanjir.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, Basarnas/Kantor SAR Padang, TNI, Polri, dan relawan segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Prioritas diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang sakit. Evakuasi dilakukan menggunakan berbagai sarana seperti perahu karet, tali, mobil rescue, dan truk.
Salah satu insiden mencekam terjadi di Kampung Apar, Lubuk Minturun, di mana 11 warga, termasuk bayi dan anak-anak, sempat terjebak di loteng rumah selama dua jam sebelum berhasil dievakuasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan fokus utama saat kejadian adalah keselamatan warga dan proses evakuasi.
Pasca-banjir, Bank Nagari melalui Tim Reaksi Cepat menyalurkan 400 paket makanan dan minuman untuk warga terdampak di Koto Tangah dan Kuranji. Sehari setelah kejadian, warga mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk tembok jebol dan kaca pecah. Akses jalan di beberapa titik juga sempat terputus.
Hingga pertengahan Oktober 2026, fase darurat telah berlalu, air telah surut, dan aktivitas warga berangsur normal. Pendataan kerusakan masih dilakukan oleh BPBD. Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait terus memantau kondisi warga dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Kejadian banjir di kawasan ini dilaporkan bersifat berulang, mendorong desakan untuk percepatan penanganan infrastruktur seperti pembangunan bendungan dan perbaikan drainase.
Kerap Ditanyakan
T: Kapan dan di mana banjir bandang terjadi?
J: Banjir bandang terjadi di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026).
T: Berapa banyak warga yang terdampak dan apakah ada korban jiwa?
J: Sebanyak 498 jiwa terdampak, dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius.
Kontributor: Redaksi Wartakita
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























