Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Pnb Anggit Budi Wibowo, S.A.P., bersama jajaran, melakukan peninjauan langsung Porprov Sumatera Barat XVI 2026 cabang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Kunjungan ini menegaskan komitmen terhadap pembinaan atlet dan keselamatan di olahraga dirgantara.
Porprov Dirgantara Sumbar 2026: Ajang Krusial Pembinaan Prestasi dan Minat Generasi Muda
Solok, Sumatera Barat – Kehadiran Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Pnb Anggit Budi Wibowo, S.A.P., di Puncak Garurun Payo, Kota Solok, pada Minggu, 4 Oktober 2026, menjadi penanda penting dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke-XVI cabang olahraga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Sebagai Ketua Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (FASIDA) Provinsi Sumatera Barat, Kolonel Anggit tidak hanya memantau jalannya pertandingan, tetapi juga menyerap aspirasi dan melihat langsung potensi yang ada.
Kunjungan ini mencerminkan perhatian mendalam terhadap ekosistem olahraga dirgantara di Sumatera Barat. Dengan semangat kolaboratif, Kolonel Anggit didampingi Kepala Dinas Teritorial Lanud Sutan Sjahrir, Letkol Sus Firdaus, S.Ag., M.M., menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi militer, pemerintah daerah, dan badan olahraga.
Tiga Nomor Unggulan Memukau di Langit Solok
Porprov Sumatera Barat XVI 2026 memperlombakan tiga disiplin utama olahraga dirgantara yang menarik perhatian ratusan atlet dan penonton. Setiap nomor menuntut keterampilan, ketepatan, dan mental juara:
- Paralayang: Mempertandingkan ketepatan mendarat, nomor ini menguji kemampuan atlet dalam membaca arah angin, mengendalikan parasut, dan strategi perorangan maupun beregu. Konsentrasi tinggi dan penguasaan medan menjadi kunci utama.
- Paramotor: Dengan 19 atlet dari sembilan kabupaten/kota yang berpartisipasi, paramotor menyajikan delapan kategori lomba. Atraksi akrobatik dan manuver udara yang presisi menjadi tontonan menegangkan, menunjukkan kapabilitas pilot dalam mengendalikan mesin dan wahana.
- Gantole: Sembilan kabupaten/kota turut serta dalam nomor gantole, yang juga menggelar delapan kategori lomba. Keindahan meluncur di udara dengan sayap gantole menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus membuktikan kemajuan teknologi dan teknik penerbangan di kalangan atlet lokal.
Secara total, ajang bergengsi ini diikuti oleh 132 atlet yang mewakili 14 kabupaten/kota se-Sumatera Barat, menjadikannya wadah kompetisi yang inklusif dan representatif.
Motivasi Kolonel Anggit: Sportivitas, Keselamatan, dan Lahirnya Juara Baru
Dalam interaksinya dengan para atlet, Kolonel Anggit Budi Wibowo tak henti-hentinya menekankan pentingnya nilai-nilai luhur dalam bertanding. “Junjung tinggi sportivitas, disiplin, dan yang terpenting, utamakan keselamatan dalam setiap manuver dan gerakan,” tegasnya.
“Melalui ajang Porprov ini, kita berharap lahir atlet-atlet olahraga dirgantara berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Yang tidak kalah penting adalah tetap mengutamakan faktor keselamatan dalam setiap pelaksanaan kegiatan.”
Kolonel Pnb Anggit Budi Wibowo, S.A.P.
Kolonel Anggit menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap potensi atlet dirgantara Sumatera Barat. Ia melihat Porprov ini bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai batu loncatan untuk regenerasi atlet, serta sarana efektif dalam memperkenalkan dan menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga yang menantang ini.
Lebih lanjut, Kolonel Anggit berharap acara ini dapat memperkuat kolaborasi antara FASIDA, pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang solid adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan mengembangkan olahraga dirgantara di Sumatera Barat ke jenjang yang lebih tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga penerbangan di Bumi Ranah Minang.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























