Perdagangan menjelang akhir pekan menghadirkan dinamika menarik bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Potensi penguatan kembali mengemuka, namun kewaspadaan terhadap tekanan jual tetap menjadi kunci.
Analisis IHSG: Proyeksi Rebound Menjelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki potensi untuk bangkit dan melanjutkan penguatannya pada perdagangan Jumat (13/2/2026), menjelang akhir pekan. Target penguatan diperkirakan berada di kisaran 8.377 hingga 8.440, sebuah level yang patut dicermati oleh para pelaku pasar.
Perdagangan pada hari sebelumnya, Kamis (12/2/2026), IHSG ditutup mengalami koreksi sebesar 0,31 persen dan berakhir di level 8.265. Penurunan ini disebabkan oleh adanya tekanan jual yang cukup signifikan, yang turut membatasi ruang penguatan indeks. Pergerakan IHSG bahkan sempat menyentuh target terdekat yang sebelumnya telah diproyeksikan, menunjukkan adanya respons pasar terhadap level-level teknikal kunci.
Proyeksi Penguatan oleh MNC Sekuritas
Tim MNC Sekuritas dalam risetnya menyatakan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya. Analisis mereka mengindikasikan bahwa pergerakan ini dapat membentuk bagian dari gelombang (c) dari gelombang [x]. Skenario terbaik atau best case scenario melihat potensi kenaikan indeks menuju rentang 8.377 hingga 8.440. Proyeksi ini memberikan gambaran optimis bagi investor yang mencari peluang penguatan dalam jangka pendek.
Antisipasi Risiko Koreksi Lanjutan
Meskipun demikian, penting bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya koreksi lanjutan. Sifat pasar saham yang dinamis menuntut sikap antisipatif. Jika tekanan jual kembali mendominasi pasar, IHSG berisiko mengalami penurunan dan menguji area support yang berada di kisaran 8.155 hingga 8.202. Level support ini menjadi krusial untuk dipantau sebagai indikator kekuatan tren penurunan jika terjadi.























