Sebuah aksi protes unik dan mendesak dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Sunarso dari Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen. Dengan mandi air berlumpur di tengah jalan yang hancur, ia menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi Jalan Mlale-Ngepringan yang tak kunjung diperbaiki.
Poin Penting:
- Kades Sunarso melakukan aksi mandi lumpur sebagai protes terhadap jalan kabupaten yang rusak parah.
- Aksi viral di media sosial ini mendorong Bupati Sragen Sigit Pamungkas untuk segera meninjau lokasi.
- Bupati mengakui kondisi jalan tersebut sebagai yang terparah di Kabupaten Sragen.
- Tindakan perbaikan diharapkan segera dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum.
Kronologi dan Latar Belakang Aksi Protes
Jalan sepanjang 7 kilometer yang menjadi sorotan ini merupakan akses vital bagi masyarakat Kabupaten Sragen. Kondisinya yang sangat memprihatinkan mendorong Kades Sunarso untuk melakukan aksi nekatnya pada Selasa pagi, 20 Januari 2026. Aksi ini, terekam dalam video berdurasi 27 detik, dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menarik perhatian luas dari publik.
Respons Cepat Pemerintah Daerah
Menanggapi viralnya aksi protes tersebut, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menunjukkan respons yang sigap. Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Dandim, Kapolsek, dan Camat Jenar, beliau langsung turun tangan meninjau langsung kondisi jalan yang dikeluhkan. Kunjungan ini menegaskan keseriusan Pemkab Sragen dalam menyikapi aspirasi warganya. Dalam kunjungannya, Bupati Sigit Pamungkas bahkan mengakui bahwa jalan di Desa Ngepringan memang merupakan jalan yang paling rusak di seluruh Kabupaten Sragen.
Tanggapan Kades dan Tindak Lanjut Pemerintah
Kades Sunarso mengkonfirmasi kedatangan Bupati dan jajarannya pasca aksinya. “Ini Pak Bupati [Sigit Pamungkas] bersama Dandim, Kapolsek, dan Pak Camat datang ke Desa Ngepringan setelah saya aksi mandi di jalan pagi tadi. Katanya hari ini [Selasa] langsung disurvei ke lokasi jalan rusak,” jelas Kades Sunarso. Camat Jenar, Y David Supriyadi, juga telah melaporkan kejadian ini ke instansi berwenang, dan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dilaporkan segera melakukan pengecekan di lokasi. Aksi protes yang efektif ini juga mendapat apresiasi dan dibagikan ulang oleh berbagai akun informasi publik Sragen, bahkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen turut mengunggahnya, menunjukkan dampak luas dari kepedulian masyarakat.
Harapan untuk Perbaikan Infrastruktur
Viralnya aksi mandi lumpur ini diharapkan menjadi katalisator bagi Pemerintah Kabupaten Sragen untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki Jalan Mlale-Ngepringan. Perbaikan jalan ini tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan para pengguna jalan, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar infrastruktur masyarakatnya.























