Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya revitalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di seluruh institusi pendidikan kota. Fokus utama diarahkan pada penguatan edukasi gizi dan kesehatan anak, sebuah langkah strategis untuk menyambut ‘Generasi Emas Indonesia 2045’.
- Transformasi UKS dari sekadar tempat P3K menjadi pusat edukasi perilaku hidup sehat.
- Perhatian terhadap fenomena pubertas dini dan gangguan kesehatan anak akibat pola makan tidak sehat.
- Pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan tumbuh kembang fisik-psikologis anak.
- Peran sentral orang tua dalam pemenuhan gizi anak dan dukungan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Penguatan aspek pendidikan, kesehatan, dan keagamaan sebagai pondasi generasi penerus bangsa.
Mengubah Paradigma UKS: Dari Pertolongan Pertama Menjadi Pusat Edukasi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan pandangannya yang tegas mengenai peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Beliau menekankan bahwa UKS tidak seharusnya hanya dipandang sebagai fasilitas medis darurat atau tempat peristirahatan bagi siswa yang sakit. Sebaliknya, UKS harus bertransformasi menjadi pusat edukasi yang proaktif, mampu membentuk kebiasaan positif dan gaya hidup sehat bagi para siswa.
“UKS jangan hanya dimaknai sebagai ruang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) atau tempat berbaring saat sakit. Ini harus menjadi ruang untuk mengubah kebiasaan dan membentuk generasi yang sehat secara perilaku dan kehidupannya,” ujar Wali Kota Munafri Arifuddin di Makassar, Jumat.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: H. Gunadi























