Di tengah hiruk-pikuk perayaan Tahun Baru Imlek, seorang pengusaha muda generasi Z berhasil menangkap peluang bisnis unik. Sania Winoto, 29 tahun, dari Malang, Jawa Timur, membuktikan inovasi dapat mendatangkan keuntungan signifikan melalui bisnis kue keranjang mini.
Potensi Pasar Kuliner Musiman Dibidik UMKM Generasi Z
Sania Winoto, yang menjalankan usaha kuliner musiman bernama Banana Leaf, menemukan celah pasar yang menjanjikan menjelang momen Imlek. Ia tidak menjual kue keranjang tradisional, melainkan versi mini yang dirancang untuk satu kali santap, menjadikannya pilihan praktis dan menarik bagi konsumen.
Inovasi Produk Kue Keranjang Mini yang Diminati
Ide Sania untuk membuat kue keranjang berukuran sekali makan ternyata mendapat sambutan positif. Produk inovatif ini dikemas secara menarik dan dipasarkan ke berbagai kota di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana adaptasi produk dengan kebutuhan konsumen menjadi kunci dalam berbisnis.
Detail Bisnis Kue Keranjang Mini Banana Leaf
- Pengusaha: Sania Winoto, pelaku UMKM Generasi Z.
- Produk Unggulan: Kue keranjang berukuran mini, ideal untuk satu kali santap.
- Lokasi Produksi: Dapur Banana Leaf, Malang, Jawa Timur.
- Waktu Bisnis: Musiman, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
- Target Pasar: Konsumen di berbagai kota di Indonesia.
- Estimasi Permintaan: Sekitar 300 kotak dalam dua pekan terakhir menjelang Imlek.
- Kapasitas Produksi: 30-50 kotak per hari.
- Isi Kemasan: Setiap kotak berisi 25 buah kue keranjang mini.
- Rentang Harga: Rp50.000 hingga Rp60.000 per kotak, tergantung varian rasa.
Sania Winoto, dengan gerai produksinya di Malang, Jawa Timur, berhasil memanfaatkan momen Imlek dengan cerdas. Ia melihat bahwa kue keranjang, yang secara tradisional kerap dibagikan dalam ukuran besar, bisa diinovasi menjadi produk yang lebih personal dan praktis. Inisiatifnya ini tidak hanya menciptakan peluang pendapatan, tetapi juga menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk berpikir kreatif dalam menghadapi momen-momen khusus.























