Optimisme terhadap potensi Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 mengemuka dari pernyataan Thomas Djiwandono, calon Dewan Gubernur Bank Indonesia. Dalam uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR RI, Thomas menguraikan fondasi penting untuk mewujudkan visi tersebut.
- Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
- Pemerataan pembangunan untuk seluruh lapisan masyarakat.
- Stabilitas nasional yang kondusif.
Tiga Pilar Kunci Transformasi Indonesia
Thomas Djiwandono meyakini bahwa terdapat tiga pilar utama yang menjadi tulang punggung bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju. Ketiga pilar ini, menurutnya, harus berjalan bersinergi dan saling menguatkan.
Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan
Pilar pertama yang ditekankan adalah pertumbuhan ekonomi. Ini menjadi fondasi yang krusial, yang perlu digenjot secara konsisten untuk menciptakan kemakmuran. Tanpa pertumbuhan ekonomi yang solid, sulit bagi sebuah negara untuk bergerak naik ke level yang lebih tinggi.
Pemerataan Pembangunan untuk Seluruh Rakyat
Selanjutnya, Thomas menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan. Manfaat dari pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak. Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari Sabang hingga Merauke, tanpa terkecuali. Ini adalah kunci agar bonus demografi di masa depan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menjaga Stabilitas Nasional
Pilar ketiga yang tidak kalah vital adalah stabilitas nasional. Kondisi negara yang aman, tertib, dan harmonis merupakan prasyarat mutlak bagi iklim investasi yang menarik dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas juga mencakup pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Peran Kebijakan Moneter dan Sinergi Kelembagaan
Lebih lanjut, Thomas Djiwandono menekankan bahwa ketiga pilar tersebut perlu didukung oleh kebijakan moneter yang tepat. Tingkat suku bunga yang kompetitif dan dukungan kuat bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi aspek penting. Ia juga menegaskan perlunya penguatan sinergi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kolaborasi antarlembaga ini dinilai vital untuk memastikan tercapainya pemerataan dan stabilitas yang menjadi kunci menuju Indonesia maju. Sinergi ini mencakup pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, sebuah elemen krusial dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.























