Pemerintah Kota Makassar telah mematok target ambisius untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun anggaran 2026, yaitu sebesar Rp2,7 triliun. Angka ini menuntut strategi inovatif dan implementasi digitalisasi yang kuat di seluruh jajaran.
- Target PAD Kota Makassar untuk 2026 ditetapkan sebesar Rp2,7 triliun.
- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa rapat koordinasi (Rakor) PAD tidak boleh hanya bersifat seremonial.
- Inovasi dan digitalisasi diidentifikasi sebagai kunci utama untuk menggali potensi pendapatan daerah.
- Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong untuk menghadirkan terobosan guna meningkatkan PAD.
- Pendekatan digitalisasi dianggap krusial dalam sistem pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah.
Ambisi Besar untuk PAD Makassar 2026
Kota Makassar, melalui Pemerintahannya, telah menetapkan sebuah target yang terbilang ambisius untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026. Angka yang dipatok adalah Rp2,7 triliun, sebuah lompatan signifikan yang menuntut kerja keras dan strategi matang.
Pesan Tegas Wali Kota: Rakor Harus Menghasilkan Capaian Nyata
Wali Kota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, memberikan penekanan kuat terkait pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) Pendapatan Asli Daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah, ini tidak boleh sekadar menjadi acara seremonial belaka. Menurutnya, rakor harus mampu menghasilkan capaian yang nyata dan dapat direalisasikan di lapangan.
“Acara ini jangan dijadikan hanya sebuah seremonial. Tapi ini harus kita raih, kita harus mampu untuk merealisasikan.”
Bapak Appi menambahkan bahwa setiap rakor yang melibatkan jajaran Pemerintah Kota Makassar merupakan sebuah komitmen bersama yang mengemban konsekuensi moral dan tanggung jawab besar. Beliau menyamakannya dengan sebuah ‘akad’ yang harus diselesaikan, menggarisbawahi keseriusan dan bobot dari setiap kesepakatan yang dicapai. Ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dapat mengoptimalkan upaya demi mencapai tujuan bersama ini.
Ia menyayangkan jika anggaran yang telah dikeluarkan untuk kegiatan semacam ini tidak membuahkan hasil maksimal. Bagi Bapak Appi, rakor PAD menyimpan potensi besar dan pelajaran penting yang seharusnya diterjemahkan menjadi kebijakan konkret serta terobosan di masing-masing perangkat daerah. Pengalaman saya dalam memantau berbagai forum serupa, seringkali kendala utama bukanlah pada gagasan, melainkan pada eksekusi dan tindak lanjut yang lemah.
Digitalisasi dan Inovasi: Fondasi Utama Menggapai Target Rp2,7 Triliun
Untuk mewujudkan target PAD sebesar Rp2,7 triliun, Bapak Appi secara tegas mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), untuk menunjukkan keberanian dalam menghadirkan inovasi-inovasi baru. Inovasi ini sangat esensial dalam menggali berbagai potensi pendapatan daerah yang mungkin selama ini belum tergarap secara optimal.
“Kita harus mampu punya inovasi-inovasi yang bisa meningkatkan berbagai macam potensi yang bisa digali dari tempat masing-masing,” tegasnya. Keyakinan beliau sangat beralasan; potensi PAD Kota Makassar, jika dikelola dengan kerja yang maksimal dan terukur, sangat besar dan optimis dapat melampaui angka Rp2,7 triliun tersebut.
Lebih lanjut, Bapak Appi menggarisbawahi pentingnya penerapan pendekatan digitalisasi sebagai salah satu strategi utama. Digitalisasi bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah keharusan dalam sistem pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah di era modern ini. Penggunaan teknologi digital yang tepat sasaran dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengumpulan PAD.
“Dengan berbagai macam cara yang harus kita lakukan, salah satunya melalui pendekatan yang namanya pendekatan digitalisasi,” ungkapnya. Dengan demikian, target Rp2,7 triliun ini diharapkan dapat dicapai melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen Pemerintah Kota Makassar, dengan menjadikan teknologi digital sebagai motor penggerak utama pencapaiannya.
Kontributor: Herwin Gunadi, jurnalis warga dan pewarta foto, desk Makassar dan SulSelBar.
Penyunting: MA. Untung, jurnalis warga, editor kepala.























