Wartakita.id – Ribuan warga New York memadati Fifth Avenue, menyuarakan protes keras terhadap kebijakan luar negeri dan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump. Aksi ini dilatarbelakangi oleh penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang memicu kecaman internasional dan unjuk rasa massa di jantung kota metropolitan Amerika Serikat.
Poin-Poin Penting:
- Ribuan warga New York berunjuk rasa memprotes kebijakan pemerintahan Trump terkait Venezuela dan ICE.
- Demonstran menyerukan slogan ‘Tidak Ada ICE!’, ‘Tidak Ada Raja!’, dan ‘Tidak Ada Perang!’.
- Aksi ini terkait dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS atas dugaan ‘narkoterorisme’.
- Tindakan AS menuai kecaman dari Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara.
- Protes berlangsung damai tanpa campur tangan polisi di dekat Trump Tower.
Gelombang Protes di New York: Suara Warga Melawan Kebijakan Pemerintah
Ribuan orang turun ke jalanan New York, memadati Fifth Avenue, sebuah lokasi strategis yang berdekatan dengan Trump Tower, untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Aksi unjuk rasa yang berlangsung damai ini menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam dari warga terhadap arah kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan isu imigrasi dan hubungan internasional.
Seruan ‘Tidak Ada ICE!’ Menggema di Jalanan New York
Spanduk-spanduk berisikan kritik tajam membentang di sepanjang rute pawai. Slogan-slogan seperti “Tidak ada raja,” “Tidak ada ICE,” dan “Tidak ada perang!” menjadi pekikan utama yang menggema. Kritik ini secara langsung menyasar Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), yang seringkali menjadi sorotan atas praktik penegakan imigrasinya, serta menentang tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela yang dianggap provokatif dan tidak proporsional.
Konteks Internasional: Penangkapan Maduro dan Eskalasi Ketegangan
Aksi protes ini terjadi dalam konteks ketegangan global yang meningkat, terutama pasca pengumuman dari Amerika Serikat mengenai dugaan keterlibatan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam ‘narkoterorisme’. Menurut laporan, keduanya dilaporkan ditangkap dan dibawa ke New York pada 3 Januari, memicu respons cepat dari pemerintahan Trump yang menyatakan niat untuk mengadili mereka. Pengumuman ini menjadi pemicu langsung bagi massa di New York untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan luar negeri AS yang dianggap agresif.
Respon Venezuela dan Peran Internasional
Menanggapi situasi tersebut, Mahkamah Agung Venezuela telah mengambil langkah sementara dengan menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Rodriguez kemudian dilantik secara resmi sebagai presiden sementara, sebuah langkah yang menunjukkan upaya negara tersebut untuk mempertahankan stabilitas domestik di tengah tekanan internasional. Pengambilan sumpah jabatan ini disaksikan oleh Majelis Nasional Venezuela, menunjukkan adanya upaya konstitusional dalam menghadapi krisis.
Reaksi Global atas Tindakan AS: Kecaman dan Seruan Perdamaian
Tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela ini tidak hanya menuai protes dari warga di dalam negeri, tetapi juga mendapatkan kecaman keras dari sejumlah negara besar di kancah internasional. Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara secara terbuka menyuarakan keprihatinan mereka. Kementerian Luar Negeri Rusia, misalnya, telah menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Venezuela dan secara tegas menyerukan pembebasan segera Presiden Maduro dan istrinya, serta menghentikan eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan perdamaian regional dan global.
Damai di Tengah Aksi: Kepolisian Amati Tanpa Intervensi
Meskipun membawa pesan protes yang kuat, aksi unjuk rasa di Fifth Avenue dilaporkan berlangsung dengan damai. Pada pukul 14.30 waktu setempat, para pengunjuk rasa bergerak tanpa insiden berarti, dan pihak kepolisian dilaporkan mengamati situasi tanpa melakukan intervensi. Hal ini mencerminkan adanya ruang bagi ekspresi kebebasan berpendapat di New York, meskipun isu yang diperdebatkan sangat sensitif dan memiliki implikasi internasional yang luas.























