Jumat, 13 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak

by Pewarta Warga
13/02/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Sungai Cisadane menghadapi krisis lingkungan serius akibat pencemaran yang diduga dari 2,5 ton racun pestisida, meluas hingga 22,5 kilometer dan menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga di tiga wilayah.

  • Kebakaran gudang pestisida PT BS di Tangerang Selatan memicu pencemaran Sungai Cisadane akibat terbuangnya cairan kimia berbahaya.
  • Pencemaran telah meluas hingga 22,5 km, mencakup Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, menyebabkan kematian biota sungai.
  • Warga melaporkan air sungai berubah warna menjadi putih, berbuih, dan berbau menyengat seperti minyak, bahkan air PDAM pun terindikasi terkontaminasi.
  • Pemerintah mengambil langkah penanganan seperti uji laboratorium, pembukaan pintu air bendungan, dan penghentian operasional PDAM sebagai tindakan preventif.
  • Pakar lingkungan mengkhawatirkan dampak jangka panjang residu kimia dan kemampuan instalasi pengolahan air PDAM dalam menangani konsentrasi bahan kimia tinggi.
  • Polisi melakukan investigasi penyebab kebakaran dan potensi kelalaian, sementara warga mendesak transparansi pemerintah dan rencana pemulihan lingkungan yang jelas.

Kronologi Pencemaran Sungai Cisadane

Sungai Cisadane kini tengah menghadapi krisis lingkungan serius akibat pencemaran yang diduga berasal dari 2,5 ton racun pembasmi hama. Pencemaran ini telah meluas hingga radius 22,5 kilometer, mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, sebagaimana dikonfirmasi oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol.

Akar Masalah: Kebakaran Gudang Pestisida

Peristiwa pencemaran ini berawal dari insiden kebakaran di gudang pestisida milik PT BS yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kebakaran terjadi pada Senin (09/02) dini hari. Diperkirakan sekitar 20 ton bahan pestisida, termasuk cairan jenis cypermetrin dan profenofos, ludes terbakar. Cypermetrin dan profenofos merupakan insektisida yang umum digunakan untuk memberantas hama pada tanaman holtikultura dan palawija.

Menurut Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Tangsel, Omay Komarudin, api diduga dipicu oleh material yang tersimpan di dalam gudang. Proses pemadaman berlangsung sulit, mengerahkan 16 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 70 personel. Saat pemadaman, zat kimia berbahaya dari gudang tersebut terbawa air dan masuk ke saluran drainase yang langsung terhubung dengan Sungai Cisadane.

“Kurang lebih lima ton insektisida pembasmi hama. Sebagian pecah (dan mencemari lingkungan). Pencemaran dari pembakaran bahan kimia itu dari botol pecah akhirnya mengalir ke Sungai Jaletreng,” ujar Komarudin.

Dampak Nyata di Lapangan

Laporan dari warga pada Senin (09/02) menyebutkan adanya ikan-ikan mati yang mengambang di berbagai ukuran di kawasan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Air sungai dilaporkan berubah warna menjadi putih, mengeluarkan bau tidak sedap, dan berbuih, menimbulkan kekhawatiran mendalam.

Nur, seorang warga yang tinggal di dekat jembatan anak Sungai Cisadane, menggambarkan bau air sungai sangat menyengat, seperti minyak tanah. Penampakan ini menarik perhatian warga yang berbondong-bondong menyaksikan aliran sungai yang berubah warna dan berbau tajam.

Bahkan, sejumlah warga yang tinggal di sekitar Tangerang Selatan mengeluhkan air PDAM yang berbau dan terasa seperti tercampur minyak, meskipun Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengklaim pencemaran masih dalam batas normal dan terkendali sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Pernyataan Resmi dan Tindakan Penanganan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Bani Khosyatullah, membenarkan pencemaran berasal dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida. Pihaknya telah mengerahkan petugas untuk melakukan penelusuran dan mengambil sampel air sungai di beberapa titik yang terindikasi tercemar untuk diuji di laboratorium.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, menegaskan bahwa pencemaran telah meluas dan menyebabkan kematian biota sungai seperti ikan mas, baung, patin, nila, dan sapu-sapu. Kementerian juga mengumpulkan 10 sampel ikan mati untuk diuji. Ia mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai untuk tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit, mata, dan gangguan pernapasan.

Direktur Umum Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Dody Efendi, menyatakan penghentian operasional Instalasi Pengolahan Air mereka sebagai langkah preventif demi menjaga kualitas air minum. Untuk mempercepat penanganan, Perumda Tirta Benteng berkoordinasi dengan pengelola Bendungan Pintu Air 10 untuk membuka pintu air agar limbah terdorong keluar.

Kepala UPTD DAS Cidurian–Cisadane Dinas PUPR Provinsi Banten, Sofyadi, membenarkan pembukaan pintu air hingga level 11,30 meter di Bendungan Pintu Air 10 untuk mempercepat aliran air menuju laut. Namun, ia menegaskan tidak bisa mengosongkan aliran sungai sepenuhnya tanpa arahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Imbauan Kesehatan dan Risiko Jangka Panjang

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari sungai yang tercemar karena risiko jangka panjang zat kimia yang bisa memicu kanker usus.

Pakar teknik lingkungan, Ivan S Jayawan, menjelaskan bahwa konsentrasi pencemaran sudah di atas ambang aman bagi makhluk hidup. Ia menambahkan bahwa meskipun air terlihat normal, paparan cemaran belum tentu hilang karena pestisida dapat larut atau mengendap di dasar sungai, bahkan terserap oleh sedimen. Residu kimia yang mengendap ini bisa bertahan dalam jangka waktu lama, tergantung jenis kimianya.

Ivan juga mengkhawatirkan kemampuan Instalasi Pengolahan Air PDAM yang umumnya tidak dirancang untuk memproses bahan kimia dalam konsentrasi besar. Ia menyarankan warga untuk tidak memanfaatkan air sungai hingga jangka waktu tertentu atau menyaringnya menggunakan karbon aktif. Mengingat sifat pestisida yang mematikan, konsumsi air yang terkontaminasi dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk risiko penyerapan melalui kulit.

Investigasi dan Rencana Pemulihan

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, Wira Graha Setiawan, menyatakan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami penyebab kebakaran dan dampaknya. Lima saksi telah diperiksa, termasuk pegawai gudang dan petugas keamanan. Pemeriksaan ini akan melibatkan Puslabfor dan unit KBR Brimob untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian pada gudang PT BS.

Ivan Jayawan menyarankan pemerintah daerah untuk terbuka kepada masyarakat mengenai jenis bahan kimia yang bocor, jumlah pencemaran, serta menegaskan larangan pemanfaatan air sungai dalam jangka waktu tertentu. Ia juga mendesak adanya rencana kerja yang jelas dari pemda dalam penanganan kasus ini.

Lebih lanjut, Ivan mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini jika ada unsur kesengajaan. Ia menekankan bahwa penyimpanan bahan kimia berbahaya memerlukan prosedur khusus dan mitigasi bencana yang matang, terutama jika terjadi kebakaran.

BACA JUGA:

Pemerintah Percepat Reaktivasi Peserta PBI BPJS Kesehatan untuk Pasien Penyakit Katastropik

Tragedi Jutaan Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak: Akar Masalah Pemutakhiran Data

Dinkes DKI Siagakan Faskes dan Tim Gawat Darurat Hadapi Risiko Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi

Investasi Kota Tangerang Tembus Rp22,5 Triliun di 2025, Pecah Rekor Tiga Tahun Terakhir

Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan ASRI: Wajibkan Menteri & Kepala Daerah Jadi Teladan Kebersihan

Tanggapan Warga

Azizah, seorang ibu rumah tangga di Kota Tangerang, mengaku khawatir setelah membaca informasi pencemaran, meskipun ia tidak mengonsumsi air PDAM langsung dan hanya menggunakannya untuk mandi dan mencuci. Ia berharap pemerintah segera menangani persoalan ini agar masyarakat tidak terus diliputi kecemasan, terutama yang memiliki anak kecil.

Upaya Pemulihan Lingkungan

Untuk membantu pemulihan ekosistem, Ivan menyarankan pembuatan semacam rawa yang dapat membantu mengurangi polutan di tanah atau dasar sungai secara bertahap, namun proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - image 1

Tags: BantenBPOMkementerian lingkungan hidupKesehatanKualitas AirlingkunganPencemaran PestisidaPT BSSungai CisadanetangerangTangerang Selatan
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

KPK Laksanakan Perintah Hakim: Bupati Buol Disorot dalam Kasus Pemerasan RPTKA Kemenaker

13/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Presiden Prabowo Resmikan 1.179 SPPG dan 18 Gudang Pangan, Cek Langsung Food Safety Polri

13/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Kapolres Bima Kota Dinonaktifkan: Diduga Terima Rp 1 Miliar dari Bandar Narkoba, Mabes Polri Turun Tangan

13/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Rusia Evakuasi Ribuan Turis dari Kuba Akibat Krisis Bahan Bakar yang Dipicu AS

13/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Presiden Taiwan: Ancaman Ekspansi China Meluas ke Jepang, Filipina, Hingga AS Jika Taiwan Jatuh

13/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Pentagon Siagakan Armada Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan Iran

13/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Kemenkes Tegaskan: Rumah Sakit Wajib Layani Pasien JKN Nonaktif Sementara, Keselamatan Pasien Diutamakan

12/02/2026
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Data BPJS Kesehatan Bermasalah: 1.824 Orang Kaya Masih Terima Bantuan, Menkes Lakukan Rekonsiliasi 11 Juta Data

12/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    578 shares
    Share 231 Tweet 145
  • IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi Awal Pekan, Simak Prediksi dan Saham Pilihan MNC Sekuritas 9 Februari 2026

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Investasi Rp110 Triliun untuk 6 Proyek Hilirisasi: Mendorong Ekonomi Nasional dan Menciptakan 3.000 Lapangan Kerja

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    478 shares
    Share 191 Tweet 120
  • Moody’s Turunkan Outlook Indonesia Menjadi Negatif: Respons Purbaya dan Analisis Dampak

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3864 shares
    Share 1546 Tweet 966
  • Emas dan Perak Berfluktuasi: Lonjakan Signifikan Meski Data Ekonomi AS Mengejutkan, Apa Kata Analis?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Tragedi Chinatown: Bocah 6 Tahun WNI Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Singapura

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 102 Pohon Tumbang di Makassar Akibat Cuaca Ekstrem Januari 2026: DLH Tingkatkan Mitigasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Racun Pestisida Cemari Sungai Cisadane: Meluas 22,5 Km, Air PDAM Berbau Minyak - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.