Presiden Prabowo Subianto menyerukan masyarakat Indonesia untuk aktif mempelajari artefak bersejarah dan warisan budaya sebagai fondasi penguatan jati diri bangsa. Ajakan ini menggarisbawahi peran krusial sejarah dalam membentuk identitas kolektif.
- Presiden Prabowo mengunjungi Museum Nasional Indonesia.
- Kunjungan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa (‘ngabuburit’).
- Tujuan kunjungan adalah mempelajari sejarah dan warisan budaya.
- Pelestarian budaya dianggap sebagai cara memperkuat jati diri bangsa.
- Museum Nasional berperan vital dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya.
- Museum menyelenggarakan program spesial Ramadan yang edukatif dan rekreatif.
Makna Mendalam di Balik Artefak Sejarah
Dalam sebuah unggahan di media sosial pribadinya pada Selasa (2/3), Presiden Prabowo membagikan pengalamannya saat mengunjungi Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Momen ini, yang dilakukannya menjelang waktu berbuka puasa, diisi dengan peninjauan berbagai koleksi bersejarah. Beliau didampingi oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon beserta wakilnya Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta jajaran dari Kementerian Kebudayaan RI.
Presiden menegaskan bahwa interaksi dengan peninggalan sejarah tidak hanya sekadar melihat benda-benda kuno. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah sebuah perjalanan untuk memahami narasi panjang bangsa Indonesia, serta nilai-nilai luhur yang telah mengukir perjalanannya hingga kini. “Mempelajari artefak bersejarah dan warisan budaya bangsa menjadi pengingat bahwa peradaban besar lahir dari pengetahuan dan penghargaan terhadap masa lalu bangsa kita,” ungkap Presiden dalam pesannya.
Museum Nasional: Penjaga Identitas Bangsa
Museum Nasional Indonesia memegang peranan sentral sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Dengan koleksi yang mencapai sekitar 140.000 benda hasil karya manusia, benda alam, dan jejak lingkungan, museum ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan yang krusial. Upaya ini dilakukan guna menunjang perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya yang tak ternilai harganya.
Dalam unggahannya, Presiden Prabowo turut menampilkan foto-foto koleksi yang ia amati, mulai dari artefak kuno, patung bersejarah, hingga kerangka hewan purba, yang semuanya merekam jejak peradaban.
Program Spesial Ramadan: Budaya dan Refleksi
Menyambut bulan Ramadan, Museum Nasional Indonesia mempersembahkan serangkaian program publik spesial yang berlangsung sepanjang Maret 2026 hingga pasca-Idul Fitri. Program ini dirancang untuk menawarkan pengalaman yang rekreatif, edukatif, sekaligus reflektif bagi seluruh lapisan masyarakat dan berbagai usia. Rangkaian acara meliputi:
- Workshop Islamic Paper Collage pada 7 Maret.
- Petualangan Ramadhan Detektif Misykat untuk anak-anak pada 8 Maret.
- Pertunjukan musik “Mantra di Majapahit Hall” pada 8 dan 29 Maret.
- Konsep “Rakopi” (Rasa dan Kisah Kopi) yang menggabungkan kelas meracik kopi dengan tur museum.
- Sesi “Yoga Night at Museum” yang menawarkan pengalaman yoga di tengah koleksi bersejarah.
Program-program ini bertujuan untuk menjadikan momen Ramadan sebagai kesempatan berharga bagi masyarakat untuk memperkaya wawasan budaya, melakukan introspeksi diri, dan mempererat tali kebersamaan.
Di akhir pesannya, Presiden Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa. “Menjelang adzan Maghrib, saya ucapkan selamat berbuka puasa bagi saudara-saudara yang menunaikan ibadah puasa hari ini,” tutupnya.























