Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelaikan sarana dan prasarana transportasi. Tujuannya jelas: memastikan kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan jutaan pemudik yang akan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kesiapan Kemenhub untuk Mudik Lebaran 2026
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa upaya maksimal tengah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat. Pemeriksaan kelaikan yang komprehensif ini mencakup seluruh moda transportasi dan infrastruktur pendukungnya.
Pemeriksaan Menyeluruh: Ramp Check dan Koordinasi Infrastruktur
Proses yang dikenal sebagai “ramp check” ini tidak hanya terbatas pada armada transportasi, tetapi juga meluas ke infrastruktur jalan. Kemenhub melakukan uji kelaikan pada semua moda, meliputi:
- Transportasi Darat
- Transportasi Laut
- Transportasi Udara
- Kereta Api
Selain itu, Kemenhub berkolaborasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Fokus utama koordinasi ini adalah memastikan kondisi optimal jalan tol dan jalan arteri nasional yang diperkirakan akan menjadi jalur utama pergerakan jutaan pemudik.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelancaran Operasional
Demi menyusun strategi pengaturan angkutan masa mudik yang efektif, Kemenhub membangun sinergi kuat dengan berbagai pihak. Keterlibatan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Direktorat Jenderal Bina Marga sangat krusial dalam proses ini. Kolaborasi ini memastikan adanya panduan dan penegakan aturan yang terpadu di lapangan.
Pentingnya Kelaikan untuk Keselamatan Pemudik
Kelaikan sarana dan prasarana transportasi menjadi fondasi utama dalam upaya pencegahan kecelakaan dan minimisasi hambatan selama perjalanan mudik. Dengan armada yang terawat baik dan infrastruktur yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran.
Dukungan Pemerintah: Mudik Gratis dan Diskon Tarif Transportasi
Pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan dukungan nyata untuk memfasilitasi masyarakat. Berbagai program disiapkan untuk memastikan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tertib. Dua program utama yang menjadi sorotan adalah:
Program Mudik Gratis
Sebagai alternatif transportasi yang terjangkau, Kemenhub menyediakan kuota untuk program mudik gratis:
- Bus: Sebanyak 401 bus siap melayani 34 kota tujuan di sembilan provinsi.
- Angkutan Laut: Kapasitas untuk 50.000 penumpang.
- Kereta Api: Kapasitas untuk 28.182 penumpang.
Stimulus Ekonomi Melalui Diskon Tarif Transportasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan adanya stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi dengan total anggaran mencapai Rp911,16 miliar, yang bersumber dari APBN dan non-APBN. Rincian diskon yang diberikan antara lain:
- Tiket Pesawat (Rute Domestik Kelas Ekonomi): Diskon 17-18% untuk periode penerbangan 14-29 Maret 2026, menargetkan 3,3 juta penumpang.
- Jasa Kepelabuhanan Angkutan Penyeberangan: Diskon 100% dari tarif dasar pada periode 12-31 Maret 2026, menargetkan 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
- Kapal Penumpang: Diskon 30% dari tarif dasar berlaku mulai 11 Maret-5 April 2026, menargetkan 445.000 penumpang.
- Layanan Kereta Api: Diskon 30% pada periode 14-29 Maret 2026, menargetkan 1,2 juta penumpang.
Untuk mendukung fleksibilitas masyarakat, pemerintah juga memberikan kebijakan penyesuaian hari kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2025.























