Pada Juni 2025, PT Sanken Indonesia, produsen komponen elektronik asal Jepang, akan menghentikan operasional pabriknya di Cikarang, Jawa Barat. Keputusan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai iklim investasi di Indonesia. Namun, penting untuk memahami latar belakang penutupan ini dan bagaimana prospek investasi di Indonesia ke depannya.
Alasan Penutupan Pabrik Sanken
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa penutupan pabrik Sanken lebih disebabkan oleh faktor internal perusahaan daripada kondisi eksternal di Indonesia. Berikut beberapa poin utama yang menjadi alasan penutupan:
-
Kebijakan Perusahaan Induk: Perusahaan induk di Jepang, Sanken Electric, memutuskan untuk menghentikan lini produksi di Indonesia. Keputusan ini telah disampaikan kepada pelanggan dan karyawan sejak Februari 2024.
-
Kurangnya Dukungan Teknologi: Antara 2017 hingga 2019, Sanken Electric menjual divisi terkait power supply dan transformator kepada grup perusahaan lain di Jepang. Akibatnya, PT Sanken Indonesia tidak lagi menerima pembaruan desain dan teknologi, sehingga sulit bersaing dengan produk-produk baru.
-
Kerugian Finansial: Sejak 2019, PT Sanken Indonesia terus mengalami kerugian finansial. Hal ini diperparah dengan ketidakmampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan produk baru di pasar.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa penutupan pabrik Sanken lebih disebabkan oleh dinamika internal perusahaan daripada faktor eksternal seperti iklim investasi di Indonesia.
Iklim Investasi di Indonesia: Optimisme dan Peluang
Meskipun penutupan pabrik Sanken menimbulkan kekhawatiran, secara keseluruhan iklim investasi di Indonesia menunjukkan tren positif. Berikut beberapa indikator yang mendukung optimisme tersebut:
-
Realisasi Investasi Meningkat: Sepanjang tahun 2024, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp1.714,2 triliun, tumbuh 20,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi ini berhasil menyerap 2,4 juta tenaga kerja, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
-
Peluncuran Dana Investasi Baru: Pada Februari 2025, pemerintah Indonesia meluncurkan Danantara Indonesia Sovereign Fund dengan nilai awal sebesar US$20 miliar. Dana ini bertujuan untuk mengelola aset negara dan menarik lebih banyak investasi asing di sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, infrastruktur, dan kecerdasan buatan.
-
Komitmen Perusahaan Teknologi Global: Apple Inc. berencana menginvestasikan sekitar USD1 miliar untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia. Langkah ini tidak hanya membuka peluang baru di sektor teknologi, tetapi juga menegaskan daya tarik Indonesia di mata investor global.
Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Iklim Investasi
Pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai inisiatif, antara lain:
-
Reformasi Regulasi: Penyederhanaan proses perizinan dan peninjauan ulang regulasi yang dianggap menghambat investasi.
-
Insentif Fiskal: Pemberian insentif seperti tax holiday dan keringanan pajak bagi investor di sektor-sektor prioritas.
-
Peningkatan Infrastruktur: Investasi besar-besaran dalam pembangunan infrastruktur untuk mendukung aktivitas bisnis dan menarik investasi.
Penutupan pabrik PT Sanken Indonesia lebih disebabkan oleh faktor internal perusahaan dan bukan karena iklim investasi di Indonesia. Secara keseluruhan, Indonesia terus menunjukkan daya tariknya bagi investor global melalui berbagai inisiatif dan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif. Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, prospek investasi di Indonesia ke depannya tetap cerah dan menjanjikan.