Pentagon dilaporkan sedang mempersiapkan pengerahan kelompok tempur kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah, sebuah langkah strategis yang diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
- Apa: Persiapan pengerahan kelompok tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah.
- Siapa: Pentagon menyiapkan kapal induk, Presiden Donald Trump mempertimbangkan pengerahan.
- Kapan: Perintah pengerahan dapat dikeluarkan segera, kemungkinan diberangkatkan dalam dua pekan dari Pantai Timur AS.
- Di Mana: Kawasan Timur Tengah.
- Mengapa: Merespons eskalasi ketegangan dengan Iran dan pernyataan Trump yang mengisyaratkan kemungkinan perang jika negosiasi gagal.
Persiapan Pengerahan Armada Kapal Induk Kedua
Keputusan ini muncul menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan perang dengan Iran, seiring upaya negosiasi yang masih berjalan. Salah satu pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada The Wall Street Journal bahwa kapal induk USS George H.W. Bush, yang saat ini tengah menjalani latihan di lepas pantai Virginia, dapat dipercepat jadwal pemberangkatannya.
Meskipun perintah pengerahan belum secara resmi dikeluarkan oleh Presiden Trump, keputusan tersebut dapat diambil dalam hitungan jam. Kelompok tempur kapal induk ini diperkirakan akan diberangkatkan dalam waktu dua pekan dari Pantai Timur Amerika Serikat. Pentagon sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar resmi terkait laporan ini.
Eskalasi Ketegangan dan Ancaman Tersirat
Amerika Serikat telah secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, AS telah memindahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan ke wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah Presiden Trump mengadakan pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataannya pasca pertemuan tersebut, Trump menegaskan komitmennya terhadap negosiasi dengan Iran. “Tidak ada kesimpulan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, Amerika Serikat akan “melihat bagaimana perkembangannya.” Lebih lanjut, Trump juga mengingatkan Iran tentang dampak negatif dari ‘Operasi Midnight Hammer’ di masa lalu, sebuah sindiran yang menyiratkan agar Iran bersikap rasional dan bertanggung jawab dalam menghadapi situasi saat ini.
Laporan mengenai persiapan pengerahan armada kapal induk kedua ini muncul bersamaan dengan upaya mediasi yang dilakukan oleh Oman untuk mencapai kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran juga menegaskan kembali upaya negaranya untuk memastikan penggunaan energi nuklir yang bersifat damai.























