Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Patungan Beli Hutan: Mimpi Liar Pandawara Group Jadi Gerakan Nasional

by Redaktur
07/12/2025
in Alam dan Lingkungan Hidup, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
inisiatif pandawara group patungan beli hutan wartakita.id

Wartakita.id, BANDUNG – Apa jadinya jika mimpi membeli hutan sendiri demi melindunginya justru meledak viral? Pandawara Group, lima pemuda asal Bandung, membuktikan itu mungkin. Aksi bersih-bersih sampah mereka kini berlanjut ke skala yang lebih besar: patungan membeli hutan.

Ide ini berawal dari obrolan santai di media sosial awal Desember 2025. “Gimana kalau kita patungan beli hutan sendiri?” tanya mereka. Lamunan itu berubah jadi kenyataan dalam waktu singkat. Gerakan ini langsung menarik perhatian publik.

Dua figur publik besar, Denny Sumargo dan Denny Caknan, tak menunggu lama. Keduanya berjanji menyumbang masing-masing Rp1 miliar. King Abdi, jebolan MasterChef Indonesia, juga ikut menyumbang Rp500 juta. Total komitmen awal dari selebriti mencapai Rp2,5 miliar.

Mengapa Hutan Perlu Dibeli?

Pandawara Group prihatin melihat lambatnya perlindungan hutan di Indonesia. Banyak hutan primer dan sekunder terus berganti fungsi. Perkebunan sawit, pertambangan, dan pembangunan properti menjadi ancaman nyata.

Mereka melihat kebutuhan mendesak untuk aksi nyata. Alih-alih menunggu solusi dari pemerintah, Pandawara Group memilih menciptakan solusi dari masyarakat. Pendekatan mereka sederhana: masyarakat ikut berkontribusi.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membeli lahan hutan yang terancam. Lahan ini kemudian didaftarkan sebagai hutan lindung. Tujuannya agar tidak bisa lagi diganggu oleh pihak mana pun. Ini adalah upaya mempertahankan paru-paru dunia.

Mekanisme Donasi: Transparan dan Terukur

Untuk mewujudkan mimpi ini, Pandawara Group menyiapkan platform donasi resmi, belihutan.it. Masyarakat diajak berkontribusi mulai dari nominal terkecil, bahkan “ceban” atau Rp10.000.

Setiap donatur akan menerima apresiasi berupa sertifikat digital. Sertifikat ini menunjukkan kepemilikan kolektif atas lahan yang berhasil dibeli. Detail lokasi, termasuk koordinat GPS dan foto lahan, akan disertakan.

Transparansi menjadi kunci utama gerakan ini. Laporan keuangan dan proses akuisisi lahan akan dipublikasikan secara terbuka. Hal ini untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan dana dikelola dengan baik.

Tantangan Legalitas Pembelian Hutan di Indonesia

Di balik antusiasme publik, inisiatif ini menghadapi tantangan legal yang kompleks. Kerangka hukum kehutanan Indonesia memiliki regulasi ketat. Pembelian lahan hutan bukan sekadar transaksi properti biasa.

Mayoritas hutan di Indonesia berstatus hutan negara. Kawasan ini tidak bisa dibeli bebas oleh individu atau kelompok swasta. Hanya hutan hak, yang berada di atas tanah berhak milik, yang bisa dimiliki pribadi.

Banyak lahan target Pandawara Group kemungkinan masuk kawasan hutan lindung atau produksi. Pembelian lahan negara memerlukan proses konversi status. Proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun dan berisiko ditolak.

Perizinan Rumit dan Birokrasi Panjang

Untuk mengelola hutan secara legal, kelompok seperti Pandawara perlu mengajukan skema Perhutanan Sosial. Ini termasuk Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Skema ini memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan. Namun, syaratnya cukup ketat. Kelompok harus terverifikasi dan memiliki rencana pengelolaan berkelanjutan.

Pandawara Group, sebagai kelompok pemuda urban, mungkin kesulitan membuktikan keterkaitan lokal. Akses ke lokasi hutan yang terpencil juga menjadi kendala. Birokrasi yang panjang menunjukkan adanya backlog yang signifikan.

Potensi Konflik Tenurial dan Dampak Sosial

Pembelian hutan berpotensi memicu konflik lahan. Ini bisa terjadi dengan masyarakat adat, perusahaan sawit, atau tambang.

Di beberapa daerah, masyarakat adat khawatir hak ulayat mereka tergeser. Meski hutan adat diakui, integrasi dengan hak adat memerlukan pengakuan resmi dari pemerintah daerah.

Tantangan bagi Pandawara adalah memastikan pembelian lahan tidak bertentangan dengan rencana tata ruang wilayah. Risiko litigasi bisa muncul jika tidak ada sinkronisasi yang baik.

BACA JUGA:

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar

Siklon Senyar Menguak Kerentanan Aceh: Jejak Kolonialisme dan Pembangunan Pascakolonial

Hadapi AI: Jurusan Kuliah yang Tak Tergoyahkan dan Prospek Karirnya di Indonesia

Wrap-Up Sepekan: Skandal Kuota Haji Eks Menag Yaqut, Kritik Pandji, dan Duka Banjir Nasional

Risiko Pidana dan Penegakan Hukum

Setiap kesalahan dalam pengelolaan hutan dapat berujung pada pidana. Pembelian lahan lindung tanpa izin bisa dijerat undang-undang.

Penegakan hukum di sektor kehutanan masih menghadapi kendala. Kurangnya sumber daya manusia kompeten dan potensi konflik kepentingan ekonomi menjadi tantangan.

Gerakan patungan ini berisiko dianggap sebagai perusakan hutan jika tidak dikelola sesuai regulasi. Kewajiban reboisasi juga harus dipenuhi.

Koordinasi dengan Kebijakan Nasional

Pembelian hutan harus selaras dengan komitmen nasional dan internasional. Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi karbon melalui REDD+.

Namun, realitas deforestasi di Indonesia masih tinggi. Kebijakan baru, seperti food estate, berpotensi membuka kawasan hutan lindung.

Inisiatif Pandawara Group perlu berkolaborasi erat dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pendampingan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pakar hukum juga krusial.

Transformasi konsep “patungan beli hutan” menjadi skema Perhutanan Sosial yang legal adalah kunci keberhasilan. Tanpa navigasi regulasi yang tepat, inisiatif ini bisa mandek atau berujung sengketa.

Pemerintah telah memfasilitasi ribuan kelompok usaha sosial hutan. Ini menawarkan harapan jika proses verifikasi berjalan tepat. Keberhasilan Pandawara Group akan bergantung pada transparansi, inklusi, dan kepatuhan terhadap hukum.

Gerakan ini membuktikan kekuatan masyarakat sipil. Ketika mereka muak menunggu, mereka mampu menciptakan solusi dari bawah. Dukungan publik figur besar menjadi katalisator, mengubah mimpi menjadi gerakan nyata yang berpotensi menyelamatkan hutan Indonesia.

Tags: Beli HutanDeforestasiDenny CaknanDenny SumargoIndonesiaKehutananlingkungannalar wargaPandawara GroupPerhutanan SosialSiklon Senyarwartakita
Share10Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda - Utama

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda

16/01/2026
Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara - Utama

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

15/01/2026
Banjir Jakarta Berangsur Surut: 28 RT dan 6 Ruas Jalan Masih Tergenang, Upaya Penanganan Terus Digencarkan - Utama

Banjir Jakarta Berangsur Surut: 28 RT dan 6 Ruas Jalan Masih Tergenang, Upaya Penanganan Terus Digencarkan

13/01/2026
Jakarta Terendam: Banjir Meluas Akibat Hujan Ekstrem, Transjakarta Terganggu - Utama

Jakarta Terendam: Banjir Meluas Akibat Hujan Ekstrem, Transjakarta Terganggu

12/01/2026
Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

12/01/2026
47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG - Utama

47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

11/01/2026
Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat - Utama

Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

11/01/2026
Gunung Ile Lewotolok Meletus 162 Kali, PVMBG Catat Aktivitas Vulkanik Signifikan - Utama

Gunung Ile Lewotolok Meletus 162 Kali, PVMBG Catat Aktivitas Vulkanik Signifikan

10/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia - Utama
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026 - Utama
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu? - Utama
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda? - Utama
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My - Utama
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup - Utama
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah! - Utama
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah - Utama
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.