SEOUL, Wartakita.id – Sebuah kehormatan langka diraih nelayan Indonesia, Sugianto, yang dianugerahi penghargaan bergengsi langsung oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Prestasi ini bukan sekadar pengakuan diplomatik, melainkan bukti nyata keberanian luar biasa di tengah musibah.
Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah seremoni khidmat di Istana Biru, Seoul, pada Jumat (2/1/2026). Sugianto berdiri sejajar dengan sepuluh individu lain yang dinilai memberikan kontribusi signifikan di berbagai bidang bagi Korea Selatan. Namun, kisah di balik penghargaan untuk Sugianto memiliki nuansa kemanusiaan yang mendalam.
Keberanian yang Melampaui Batas
Menurut laporan dari Korea JoongAng Daily, Sugianto dianugerahi penghargaan atas aksi heroiknya pada Maret 2025. Saat kebakaran hutan melanda wilayah Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Sugianto tanpa ragu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan tujuh lansia dari kobaran api.
Tindakan ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan universal yang melampaui batas negara. Di tengah situasi darurat yang mengerikan, naluri kemanusiaan Sugianto mengambil alih, menunjukkan bahwa keberanian dan kepedulian adalah bahasa universal.
Penghargaan untuk Prestasi Luar Biasa
Presiden Lee Jae Myung memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas berbagai kontribusi yang telah diberikan oleh individu-individu terpilih. Selain Sugianto, penerima penghargaan lainnya mencakup tokoh-tokoh ternama di bidangnya:
- Lee Sang-hyeok (Faker): Legenda esports League of Legends, menerima Medali Cheongnyong, penghargaan olahraga tertinggi.
- Shin Woo-seok: Sutradara dari Dolphiners Films, menerima Medali Mongnyeon atas kontribusinya pada video promosi KTT APEC 2025.
- Lee Jong-min: Direktur Ewha Womans University Medical Center, dianugerahi medali kehormatan atas layanan medis gratis bagi perempuan migran selama 40 tahun.
- Kim Ui-jung: Pejabat Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya, dihargai atas perannya dalam memajukan pembicaraan perdagangan Korea-AS.
- Uskup Emeritus Rene Dupont (Almarhum): Menerima Medali Moran atas dedikasinya.
- Kim Dong-hae: Pendiri Vision Care, menerima Medali Seongnyu.
- Kim Hae-in: Inspektur Penjaga Pantai Uljin, menerima Orde Jasa Okjo.
- Jin Jun-ho: Petugas pemadam kebakaran Gyeongju, menerima medali jasa.
- Jeong Jin-mun: Inspektur Badan Kepolisian Metropolitan Daejeon.
- Kim Hyeon-mok: Pejabat Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.
Menekankan Persatuan Nasional dan Pertumbuhan Inklusif
Dalam pidatonya, Presiden Lee Jae Myung turut menekankan pentingnya persatuan nasional dan pertumbuhan inklusif sebagai kunci masa depan Korea Selatan. Ia menyatakan bahwa “Satu-satunya jalan pintas menuju lompatan besar bagi Korea adalah pertumbuhan bersama, di mana setiap orang berbagi peluang dan imbalan.”
Presiden Lee mengakui bahwa strategi pertumbuhan masa lalu yang terfokus pada wilayah atau sektor tertentu telah berhasil membawa kemajuan pesat. Namun, realitas saat ini menuntut perubahan menuju pemerataan kesempatan dan pembagian hasil yang lebih adil. Hal ini penting untuk menghindari siklus persaingan dan konflik yang dapat menghambat kemajuan.
Ia menegaskan bahwa hasil pertumbuhan ekonomi seharusnya mengalir ke usaha kecil dan menengah, perusahaan rintisan, serta dirasakan langsung oleh peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.
Kisah Sugianto: Inspirasi dari Nelayan untuk Dunia
Kisah Sugianto, seorang nelayan dari Indonesia, yang mendapatkan pengakuan dari negara lain seperti Korea Selatan, menjadi bukti bahwa keberanian dan kemanusiaan tidak mengenal batas. Tindakannya menunjukkan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakangnya, dapat memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kemanusiaan.
Penghargaan ini bukan hanya untuk Sugianto, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia, menggarisbawahi bahwa semangat kepahlawanan hadir di mana saja, bahkan di tengah gelombang samudra dan ancaman api.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa seorang nelayan Indonesia menerima penghargaan dari Presiden Korea Selatan?
Sugianto menerima penghargaan karena aksi heroiknya menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan di Yeongdeok, Korea Selatan, pada Maret 2025.
Kapan dan di mana penghargaan itu diberikan?
Penghargaan tersebut diberikan pada acara tahun baru 2026, Jumat (2/1/2026), di Istana Biru, Seoul, Korea Selatan.
Siapa saja tokoh lain yang menerima penghargaan dari Presiden Korea Selatan?
Penghargaan juga diberikan kepada legenda esports Faker, sutradara Shin Woo-seok, Direktur Ewha Womans University Medical Center Lee Jong-min, dan beberapa pejabat serta tokoh lainnya di bidang masing-masing.
Apa pesan utama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam acara tersebut?
Presiden Lee menekankan pentingnya persatuan nasional dan pertumbuhan inklusif, di mana setiap orang berbagi peluang dan imbalan untuk kemajuan Korea Selatan.
























