Operasi pencarian terhadap Hery (34), seorang nelayan yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di perairan New Port Pelindo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.
Akhir Operasi Pencarian Nelayan di Makassar
Pada hari ketujuh pencarian, Sabtu (15/2/2026), upaya SAR gabungan yang telah dikerahkan secara maksimal dinyatakan tidak membuahkan hasil. Kantor Basarnas Makassar secara resmi menutup operasi pencarian korban yang telah hilang sejak Minggu (8/2/2026).
Kronologi Hilangnya Nelayan Hery
Peristiwa nahas ini bermula ketika Hery berangkat melaut pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 04.30 WITA. Hingga waktu kepulangan yang seharusnya, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga dan masyarakat setempat memuncak ketika mereka hanya menemukan perahu korban dalam kondisi tanpa awak di perairan tersebut.
Temuan ini segera dilaporkan ke Kantor Basarnas Makassar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui operasi pencarian resmi.
Upaya Pencarian yang Dilakukan Tim SAR Gabungan
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa operasi SAR telah dilaksanakan sesuai prosedur standar operasional (SOP) selama tujuh hari penuh. Seluruh area yang teridentifikasi sebagai sektor pencarian telah disisir secara optimal oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur.
Upaya pencarian yang meliputi:
- Penyisiran laut menggunakan perahu karet dan RIB (Rigid Inflatable Boat).
- Penggunaan peralatan seperti RBB (Rescue Boat) dan RB 212.
- Pemantauan visual intensif di seluruh area pencarian.
- Koordinasi erat dengan potensi SAR (Search and Rescue) lain serta masyarakat setempat untuk memperluas jangkauan pencarian.
Meskipun berbagai sumber daya dan tenaga telah dikerahkan, hingga akhir operasi, keberadaan korban belum juga berhasil ditemukan.
Penutupan Operasi SAR dan Imbauan
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam prosedur operasi SAR, ketika seluruh upaya pencarian telah dilakukan tanpa hasil, operasi tersebut dinyatakan ditutup. Penutupan ini ditandai dengan adanya kegiatan debriefing akhir dan penandatanganan berita acara penghentian operasi.
Pihak keluarga korban juga telah menandatangani berita acara tersebut bersama dengan unsur SAR terkait. “Dengan telah dilakukannya penandatanganan berita acara bersama keluarga, maka operasi SAR secara resmi kami tutup,” ujar Andi Sultan.
Meskipun demikian, Basarnas Makassar tetap mengimbau kepada seluruh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir untuk senantiasa melaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar apabila menemukan tanda-tanda atau informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan keberadaan korban.
Apresiasi dan Terima Kasih
Di akhir pernyataannya, Andi Sultan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah berpartisipasi aktif dalam operasi pencarian ini. Pihak yang terlibat meliputi Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai potensi SAR dan masyarakat.
“Terima kasih atas dedikasi dan sinergi seluruh tim SAR gabungan. Semoga kerja kemanusiaan ini menjadi ladang pengabdian bagi kita semua,” tutup Andi Sultan, menegaskan kembali semangat kolaborasi dalam tugas kemanusiaan.























