Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah proaktif nan signifikan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui penguatan infrastruktur teknologi pengawasan dan sinergi lintas sektoral.
Strategi Komprehensif Pengamanan Kota Makassar
Di era digital yang serba cepat ini, menjaga keamanan publik menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan inovatif. Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan yang visioner, telah merumuskan strategi komprehensif yang menggabungkan teknologi canggih dengan kolaborasi erat antar elemen penting di kota ini. Langkah ini bukan hanya tentang responsif terhadap potensi gangguan keamanan, tetapi juga membangun fondasi kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.
Fokus pada Teknologi Pengawasan Terintegrasi
Salah satu pilar utama dalam penguatan keamanan ini adalah optimalisasi penggunaan Closed-Circuit Television (CCTV). Dengan total sekitar 8.000 unit CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk area yang mungkin luput dari perhatian seperti lorong-lorong, Makassar berupaya menciptakan jaring pengawasan yang menyeluruh. Jaringan CCTV ini dirancang untuk terintegrasi dan terhubung ke sebuah sistem pemantauan terpusat melalui jaringan fiber optik. Keberadaan pusat kendali atau yang kerap disebut ‘war room’ menjadi jantung dari sistem ini, memungkinkan pemantauan kondisi kota secara real-time dengan kecepatan dan efisiensi yang jauh lebih baik.
Pengembangan sistem ini tidak hanya berhenti pada pemasangan perangkat keras. Integrasi jaringan CCTV ini terus dilakukan dan dipelihara untuk memastikan seluruh sistem dapat berfungsi secara optimal. Targetnya adalah seluruh perangkat dapat segera diaktivasi dan menjadi dasar dari pemantauan kota yang berbasis pada pola-pola pembangunan digital. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemasangan, di mana pada tahun 2024 terpasang 230 unit di 202 titik, dan direncanakan terus bertambah di tahun 2025 dengan 240 unit di 212 titik pemantauan.
Kolaborasi Empat Pilar Keamanan: Kekuatan Sinergis
Pemkot Makassar menyadari bahwa teknologi saja tidak cukup. Keamanan yang hakiki tercipta dari sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara empat pilar keamanan menjadi krusial. Pilar-pilar ini meliputi:
- Tentara Nasional Indonesia (TNI): Memberikan dukungan strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan.
- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri): Bertanggung jawab langsung dalam penegakan hukum dan penanganan gangguan kamtibmas.
- Pemerintah Daerah: Sebagai fasilitator dan regulator yang memastikan kebijakan keamanan berjalan efektif.
- Partisipasi Aktif Masyarakat dan Organisasi Masyarakat (Ormas): Elemen krusial yang hadir di tengah masyarakat, memberikan informasi dan turut menjaga lingkungan masing-masing.
Melalui kolaborasi yang solid ini, pemerintah kota berharap dapat mengantisipasi potensi aksi brutal hingga anarkis dengan lebih efektif. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi masyarakat, dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Layanan Darurat 112: Respons Cepat dan Terpadu
Selain penguatan sistem pengawasan, layanan panggilan darurat Call Center 112 juga dioptimalkan. Layanan ini disiapkan untuk memberikan respons yang cepat dan terpadu terhadap segala bentuk gangguan keamanan yang dilaporkan oleh masyarakat. Integrasi antara CCTV dan Call Center 112 diharapkan dapat menciptakan ekosistem keamanan yang responsif dan efektif.
Tokoh Kunci di Balik Penguatan Keamanan
Upaya penguatan keamanan ini dihadiri dan didukung oleh para petinggi di kota Makassar. Dalam rapat koordinasi yang strategis, tampak hadir Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Kolonel (Kav) Ino Dwi Setyo Darmawan, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Panca Sakti, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Fathur Rahim. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan Makassar yang lebih aman dan tertib.
Kontributor: Budi S.
Penyunting: H. Gunadi























