Kota Makassar bangga dipercaya menjadi tuan rumah lokakarya internasional ‘Managing Child Health for Healthcare Workforce’ yang diselenggarakan oleh APEC. Acara ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi global dalam meningkatkan kesehatan anak.
Makassar Jadi Pusat Kolaborasi APEC untuk Kesehatan Anak
Dari tanggal 20 hingga 22 Januari 2026, Makassar menjadi episentrum diskusi strategis dalam lokakarya yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Agenda utama adalah berbagi praktik terbaik dan memperkuat sinergi antarnegara di kawasan Asia Pasifik guna menciptakan sistem pengelolaan kesehatan anak yang lebih efektif dan inklusif.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut antusias penunjukan ini, melihatnya sebagai peluang emas untuk merumuskan solusi inovatif, terutama untuk tantangan kesehatan anak di lingkungan perkotaan yang dinamis.
Tujuan Utama dan Jangkauan Peserta
- Berbagi praktik terbaik dalam manajemen kesehatan anak.
- Meningkatkan kolaborasi lintas negara di Asia Pasifik.
- Memperkuat kapabilitas tenaga kesehatan dalam penanganan kesehatan anak.
Lokakarya ini dihadiri oleh delegasi penting, baik secara langsung maupun virtual. Perwakilan dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam hadir langsung. Sementara itu, Meksiko, Jepang, dan China Taipei turut berpartisipasi melalui kanal daring, menunjukkan luasnya jangkauan dan komitmen internasional.
Tantangan Kesehatan Anak di Makassar dan Kesiapan Infrastruktur
Dengan populasi lebih dari 1,4 juta jiwa, Makassar dihadapkan pada kompleksitas tantangan kesehatan. Wali Kota memaparkan infrastruktur kesehatan kota yang mencakup 47 puskesmas, 35 puskesmas pembantu, 214 klinik, 1 rumah sakit umum daerah, dan 52 rumah sakit umum. Kendati demikian, isu angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi perhatian, meskipun menunjukkan tren penurunan, menggarisbawahi perlunya peningkatan akses, kualitas, dan keterjangkauan layanan.
Angka kematian ibu tercatat menurun dari 19 kasus di 2024 menjadi 13 di 2025, sementara kematian bayi turun dari 198 menjadi 185 pada periode yang sama. Data ini menjadi pengingat akan urgensi perbaikan sistem kesehatan.
Harapan untuk Rekomendasi Konkret dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan
Munafri Arifuddin berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat segera diimplementasikan di Makassar, memperkuat jejaring kerja sama internasional, dan secara signifikan meningkatkan kesehatan anak serta masyarakat secara keseluruhan.
Direktur Poltekkes Makassar, Rusli, menekankan peran vital lokakarya ini dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, dari dokter hingga pembuat kebijakan. Ia optimis bahwa melalui pertukaran ide dan pemanfaatan teknologi, rekomendasi yang dihasilkan akan aplikatif, memperkuat sistem kesehatan primer, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi di masa depan.























