Makassar mengambil langkah signifikan dalam transisi menuju lingkungan perkotaan yang lebih hijau dengan menjalin kolaborasi strategis bersama Kota Yokohama, Jepang. Kemitraan ini secara khusus menyoroti ‘Proyek Kota Nol Karbon’ dengan fokus pada dua sektor krusial: transportasi dan energi.
Kolaborasi Strategis Menuju Kota Nol Karbon
Melalui lokakarya bertajuk “Zero Carbon City Project with Focus on Transportation and Energy through City-to-City Collaboration between Makassar City and City of Yokohama,” kedua kota sepakat untuk berbagi pengetahuan mendalam, teknologi mutakhir, serta praktik terbaik yang telah terbukti efektif dalam upaya dekarbonisasi perkotaan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor ini sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim global dan urgensi pembangunan kota rendah emisi.
Proyek multi-tahun ini dirancang untuk menghasilkan penurunan emisi karbon yang terukur, menegaskan komitmen kedua belah pihak terhadap hasil yang konkret dan berkelanjutan.
Inovasi Sektor Transportasi
Di sektor transportasi, fokus kolaborasi mencakup:
- Pengkajian Teknologi Pengendalian Lalu Lintas Cerdas: Implementasi teknologi real-time dan otonom untuk menekan kemacetan, mengoptimalkan efisiensi perjalanan, serta mengurangi emisi dari kendaraan bermotor.
- Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik: Mendorong adopsi kendaraan listrik beserta pembangunan infrastruktur pendukungnya, seperti stasiun pengisian daya yang memadai.
- Fasilitas Sepeda Listrik Berbasis Energi Surya: Pembangunan fasilitas sepeda listrik yang memanfaatkan energi surya, terutama di area-area yang diprioritaskan untuk dekarbonisasi.
Solusi Inovatif Sektor Energi
Sementara itu, sektor energi akan dieksplorasi melalui:
- Pengembangan Energi Terbarukan: Fokus pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTSA) untuk diversifikasi sumber energi.
- Pemanfaatan Teknologi Hemat Energi: Mengadopsi teknologi surya generasi terbaru untuk efisiensi energi yang lebih tinggi.
- Studi Pemanfaatan Panas Limbah Industri: Melakukan kajian mendalam mengenai potensi pemanfaatan panas dari limbah industri sebagai sumber energi.
Dukungan Internasional dan Visi Jangka Panjang
Munafri Arifuddin menyatakan bahwa pendekatan ini sejalan dengan visi Makassar untuk meningkatkan kualitas energi bersih dan efisiensi energi di sektor publik maupun swasta. Ia menekankan bahwa transformasi menuju kota nol karbon memerlukan konsistensi kebijakan, dukungan seluruh pemangku kepentingan, serta waktu yang memadai.
Konsulat Jepang untuk Makassar, Ohashi Koichi, menyambut baik potensi Makassar sebagai pusat pengembangan kota pintar yang berkelanjutan di Indonesia. Ia juga mengapresiasi rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASEAN-Japan dan kelompok usaha terkait kerja sama kendaraan listrik, yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja.
Ohashi Koichi melihat kolaborasi antar-kota yang melibatkan sektor swasta ini sebagai manifestasi nyata dari konsep Smart City. Ia berharap kemitraan Makassar-Yokohama dapat menjadi teladan bagi pengembangan kota berkelanjutan di kawasan ASEAN.























