Gagasan cemerlang untuk menanamkan kecintaan pada budaya dan pariwisata sejak usia dini di Sulawesi Selatan tengah mengemuka. Usulan ini datang dari Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, yang menyasar jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama.
- Pengenalan Budaya Sejak Dini: Usulan kurikulum pariwisata untuk SD-SMP di Sulsel bertujuan menanamkan pemahaman dan apresiasi budaya pariwisata sejak dini.
- Fokus pada Nilai Inti: Kurikulum bukan sekadar definisi pariwisata, melainkan penekanan pada kebersihan, keramahtamahan, dan sikap positif lainnya.
- Potensi Sulsel yang Melimpah: Sulawesi Selatan memiliki potensi pariwisata besar, dengan contoh destinasi unggulan seperti Pantai Bira, Bulukumba.
- Identifikasi Kendala Akses: Jarak tempuh menuju destinasi wisata menjadi salah satu kendala yang perlu diatasi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Sulsel.
Usulan Kurikulum Pariwisata Dini untuk Sulawesi Selatan
Dalam upaya memperkuat fondasi pariwisata dan budaya di Sulawesi Selatan, sebuah inisiatif strategis diusulkan oleh Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty. Beliau mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengembangkan dan mengintegrasikan kurikulum pendidikan kepariwisataan di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuannya sangat mulia: menanamkan pemahaman mendalam serta apresiasi terhadap kekayaan budaya pariwisata sejak dini, saat daya serap anak-anak masih tinggi.
Pentingnya Menanamkan Nilai Pariwisata Sejak Usia Dini
Gagasan ini disampaikan Evita Nursanty pada momen Kunjungan Kerja dan Reses Masa Persidangan 2026-2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, pada Jumat (9/10). Beliau menegaskan bahwa esensi dari kurikulum ini bukanlah sekadar menghafal definisi pariwisata. Justru, fokus utamanya adalah bagaimana menanamkan aspek-aspek fundamental yang menjadikan sebuah destinasi pariwisata berkesan. Hal-hal esensial seperti menjaga kebersihan lingkungan, menunjukkan keramahan kepada siapa pun, dan memelihara sikap positif lainnya, diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda Sulsel.
“Jadi yang ingin dicapai dari kurikulum pariwisata ini adalah bagaimana anak-anak sekolah ini bisa lebih menjaga kebersihan dan keramahtamahan,” ungkap Evita, menekankan pentingnya membentuk karakter yang positif melalui pendidikan.
Menggali Potensi Pariwisata Sulawesi Selatan dan Mengatasi Kendala
Dalam diskusinya, Evita Nursanty tidak lupa menyoroti betapa besarnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh Sulawesi Selatan. Ia menyebutkan salah satu destinasi kebanggaan daerah ini, yaitu Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba. Keindahan alamnya yang memukau, seperti yang sering terlihat dalam berbagai dokumentasi visual, jelas menjadi daya tarik tersendiri. Namun, di balik pesonanya, Evita juga secara lugas mengidentifikasi beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian serius dari para pemangku kepentingan. Ini adalah bagian penting dari analisis mendalam agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.
Salah satu kendala krusial yang ia soroti adalah faktor aksesibilitas. Jarak tempuh yang relatif jauh menuju destinasi seperti Pantai Bira dapat menjadi pertimbangan bagi calon wisatawan. Oleh karena itu, perhatian yang lebih besar terhadap aspek-aspek seperti perbaikan infrastruktur dan kemudahan aksesibilitas menjadi sangat krusial. Hal ini demi memastikan bahwa destinasi pariwisata unggulan di Sulawesi Selatan tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga mudah dijangkau, sehingga semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang menjadikannya pilihan utama.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: MA. Untung























