Selasa, 10 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik?

by Redaktur
31/07/2025
in Berita Terkini, Daerah, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Belanja Negara di Sulawesi Selatan Hampir Empat Kali Lipat dari Penerimaan: Sebuah Analisis Ketergantungan Fiskal

MAKASSAR, Wartakita.id – Laporan terbaru dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan mengungkapkan realisasi belanja negara di provinsi ini hingga 31 Juli 2025 telah mencapai angka Rp 28,3 triliun. Angka ini mencolok, hampir empat kali lipat lebih besar dibandingkan realisasi penerimaan negara yang terkumpul dari wilayah yang sama, yakni sebesar Rp 7,58 triliun. Disampaikan pada 27 Agustus 2025, data ini tidak hanya menjadi tolok ukur kinerja keuangan, tetapi juga menyoroti tingkat ketergantungan fiskal yang signifikan dari Sulawesi Selatan terhadap pemerintah pusat.

Disparitas antara belanja dan penerimaan negara ini memunculkan pertanyaan krusial mengenai keberlanjutan ekonomi regional dan stabilitas pembangunan di tengah dinamika politik dan ekonomi. Kinerja APBN di Sulsel, yang merupakan provinsi strategis di Kawasan Timur Indonesia, secara langsung memengaruhi nadi perekonomian, mulai dari keberlangsungan proyek-proyek infrastruktur vital hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Postur APBN Sulsel: Potret Realisasi Belanja dan Penerimaan Hingga Juli 2025

DJPb Sulawesi Selatan merinci bahwa penerimaan negara yang sebesar Rp 7,58 triliun berasal dari tiga pilar utama. Penerimaan pajak, sebagai kontributor terbesar, mencapai Rp 5,38 triliun, atau sekitar 40,54% dari target yang ditetapkan. Diikuti oleh penerimaan kepabeanan dan cukai yang tercatat Rp 200 miliar (37,81% dari target), serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 2 triliun (64,52% dari target). Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya pengumpulan pendapatan, target masih jauh dari terpenuhi secara merata di semua sektor.

Di sisi lain, alokasi belanja negara sebesar Rp 28,3 triliun terbagi menjadi dua komponen besar yang menopang roda pemerintahan dan pembangunan di Sulsel. Pertama, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang mencapai Rp 10,2 triliun, atau 45,7% dari pagu anggaran. BPP ini meliputi pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel, belanja barang untuk operasional 763 satuan kerja kementerian/lembaga, belanja modal untuk proyek-proyek infrastruktur strategis seperti pembangunan irigasi di daerah sentra pertanian seperti Sidrap dan Bone, serta perbaikan jaringan jalan Trans-Sulawesi yang krusial untuk konektivitas ekonomi. Selain itu, BPP juga mencakup belanja bantuan sosial seperti Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyasar ribuan siswa di Sulsel, menjamin akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera.

Kedua, Transfer ke Daerah (TKD) yang menjadi tulang punggung pembiayaan pemerintah daerah, merealisasikan Rp 18,1 triliun atau 55,01% dari pagu. Dana TKD ini, yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH), sangat vital untuk membiayai belanja wajib pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, program pembangunan daerah, serta pelayanan publik dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Anatomi Ketergantungan Fiskal: Mengapa Sulsel Begitu Bergantung pada Pusat?

Rasio belanja terhadap pendapatan yang mencapai sekitar 3.7 banding 1 secara gamblang menunjukkan adanya ketidakseimbangan fiskal yang mendalam di Sulawesi Selatan. Fenomena ini, meskipun umum dalam kerangka desentralisasi fiskal Indonesia, menggarisbawahi ketergantungan yang masif terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Ketergantungan ini bukan tanpa alasan. Sulawesi Selatan, layaknya banyak provinsi lain di Indonesia, memiliki kapasitas fiskal daerah yang belum sepenuhnya optimal untuk mendanai seluruh kebutuhan pembangunan dan pelayanan publiknya. Penerimaan daerah, meski terus diupayakan peningkatannya melalui berbagai sektor, masih belum mampu mengejar akselerasi belanja yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Alhasil, APBN melalui BPP dan TKD menjadi katup pengaman sekaligus akselerator pembangunan yang utama.

Namun, ketergantungan ini juga membawa risiko. Perekonomian regional menjadi rentan terhadap perubahan kebijakan anggaran nasional, fluktuasi harga komoditas global yang memengaruhi pendapatan negara, hingga gejolak stabilitas politik di tingkat pusat maupun daerah. Sebagaimana yang ditegaskan dalam analisis DJPb, ketergantungan ini dapat menjadi bumerang jika terjadi gangguan pada tata kelola pemerintahan dan ketertiban umum.

Dampak Nyata bagi Publik Sulsel: Ancaman Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Sosial

Ketergantungan fiskal yang tinggi ini memiliki implikasi langsung dan mendalam bagi kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Aliran dana APBN, baik melalui BPP maupun TKD, merupakan darah bagi berbagai sektor krusial:

  • Jaminan Ekonomi Pegawai: Pembayaran gaji ASN, TNI, dan Polri secara rutin sangat bergantung pada ketersediaan dana APBN. Gangguan pada aliran dana ini akan langsung berdampak pada daya beli ribuan keluarga di Sulsel, memicu kontraksi ekonomi lokal di kota-kota seperti Makassar, Parepare, dan Palopo.
  • Keberlanjutan Proyek Infrastruktur: Proyek-proyek strategis seperti pembangunan Bendungan Karalloe di Jeneponto, pengembangan Pelabuhan New Makassar, hingga perbaikan jalan desa di Luwu Utara, semuanya didanai melalui APBN. Gangguan dana akan menghambat penyelesaian proyek, memicu inefisiensi, dan menunda manfaat ekonomi yang seharusnya dinikmati masyarakat, seperti kemudahan transportasi hasil pertanian atau akses pasar yang lebih baik.
  • Program Bantuan Sosial: Program-program seperti PIP, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar jutaan masyarakat miskin dan rentan di Sulsel, akan terancam keberlangsungannya jika aliran dana APBN terhambat. Ini berarti dampak langsung pada jaring pengaman sosial dan peningkatan angka kemiskinan.

Secara lebih spesifik, analisis ini juga menyinggung potensi ancaman dari stabilitas politik lokal. Kerusuhan besar yang terjadi pada bulan Agustus, yang secara langsung menargetkan institusi pemerintah, menjadi alarm serius. Potensi gangguan terhadap tata kelola pemerintahan dan ketertiban umum di Sulsel dapat secara langsung menghambat penyaluran dana vital ini. Bayangkan jika distribusi bantuan sosial di daerah terpencil terhambat karena alasan keamanan, atau proyek vital seperti pembangunan jembatan di pedalaman yang menghubungkan desa-desa terhenti akibat kekacauan. Ini menunjukkan bahwa stabilitas politik bukan lagi sekadar isu keamanan, melainkan prasyarat fundamental bagi keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.

Masa Depan Fiskal Sulsel: Mencari Keseimbangan dan Penguatan Kapasitas Lokal

Data kinerja APBN hingga Juli 2025 ini menjadi refleksi penting bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pemerintah daerah di dalamnya. Meskipun dukungan pusat vital, perluasan basis penerimaan daerah harus terus diupayakan. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor-sektor unggulan seperti pariwisata bahari di Bira, pertanian di Luwu, dan industri pengolahan di Makassar, menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan fiskal jangka panjang.

Kredibilitas laporan DJPb ini mendorong publik untuk memahami lebih dalam bagaimana setiap rupiah APBN bekerja di daerah. Transparansi data ini adalah fondasi untuk akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi serta memberikan masukan bagi pengelolaan keuangan negara. Dengan demikian, Sulawesi Selatan dapat melangkah menuju kemandirian fiskal yang lebih baik, sekaligus memastikan bahwa setiap dana yang mengalir benar-benar memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

BACA JUGA:

Pemkot Makassar: Ekskavator Bergerak, Banjir Manggala Diatasi dengan Solusi Terencana

Dua Remaja di Gowa Ditangkap Akibat Tembak Mata Anak dengan Senjata Mainan Jelly, Korban Nyaris Buta

Makassar Unggul 2027: Fondasi Infrastruktur, Digitalisasi, dan SDM Menuju Kemajuan Berkelanjutan

Kolaborasi Sulsel-Thailand: Jajaki Energi Terbarukan hingga Perikanan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Banjir 50 cm Kembali Lumpuhkan BTN Mutiara Permai Gowa, Akses Jalan Terputus

Tags: APBN SulselBelanja NegaraDJPb Sulselekonomi regionalketergantungan fiskalkinerja fiskalpembangunan daerahpenerimaan negarastabilitas politikSulawesi Selatan
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Pemkot Makassar Tertibkan Parkir Ruko Diamond Panakkukang: Akar Masalah dan Solusi

10/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Wali Kota Makassar Resah: Aksi “Tembak-Tembakan” Senjata Mainan Berpeluru Jeli Mengusik Ketenteraman Warga

10/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Longsor Maut di TPST Bantargebang Renggut 3 Nyawa: Sopir Truk dan Dua Pemilik Warung Meninggal

09/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Lippo Group Hibahkan 30 Hektare Lahan di Cikarang untuk 140 Ribu Rumah Rakyat

09/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Hibahkan 20 Hektare Lahan Pribadi untuk Sekolah Garuda, Dukung Visi Pendidikan Nasional

09/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Mulai 2026, Komdigi Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

09/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Pemkot Makassar: Ekskavator Bergerak, Banjir Manggala Diatasi dengan Solusi Terencana

09/03/2026
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Gejolak Timur Tengah: Hizbullah Tegaskan ‘Tidak Netral’, Komandan Kataeb Hizbullah Tewas dalam Serangan

09/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

    Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    528 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Konflik Timur Tengah Kembali Memanas: Apa Pemicu dan Dampaknya bagi Indonesia?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Menguak Ketergantungan Fiskal Sulawesi Selatan: Belanja Negara Rp 28,3 Triliun Jauh Lampaui Penerimaan, Apa Dampaknya bagi Publik? - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.