Wartakita.id – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Somba Opu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada siang tadi. Lima rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa ini, memaksa puluhan warga mengungsi. Hingga kini, penyebab pasti masih diselidiki, namun dugaan awal mengarah pada aktivitas rehabilitasi di salah satu rumah.
Poin Penting
- Lima rumah warga di kawasan Somba Opu, Makassar, hangus dilalap api.
- Api diduga berasal dari lantai dua sebuah rumah kayu yang sedang dalam tahap rehabilitasi.
- Petugas Damkarmat Makassar berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar satu jam.
- Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan cukup besar.
- Material kayu pada rumah yang direhab diduga mempercepat penyebaran api.
Kronologi Kebakaran di Somba Opu: Respons Cepat Damkarmat Makassar
Peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Somba Opu, Kota Makassar, pada pukul 11.19 Wita, segera ditanggapi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar. Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadly Wellang, membenarkan laporan tersebut. “Tim kami segera bergerak begitu menerima laporan dan tiba di lokasi pada pukul 11.24 Wita, berselang lima menit,” jelas Fadly, menunjukkan kecepatan respons yang menjadi prioritas dalam penanganan bencana seperti ini.
Dengan sigap, petugas pemadam kebakaran memulai upaya pemadaman. Proses yang memakan waktu kurang lebih satu jam ini akhirnya berhasil memadamkan api pada pukul 12.30 Wita. Pengalaman petugas dalam menangani berbagai jenis kebakaran, termasuk di area padat pemukiman, menjadi kunci keberhasilan mereka mengendalikan situasi dan mencegah kerugian yang lebih luas.
Dampak Kebakaran: Lima Rumah Hangus, Saksi Mata Ceritakan Awal Api
Kebakaran tersebut memberikan dampak signifikan pada permukiman warga di dalam sebuah lorong yang cukup padat. Total tujuh rumah terdampak, di mana lima rumah dinyatakan hangus terbakar seluruhnya. Dua petak rumah lainnya berhasil selamat, meskipun ada kemungkinan mengalami kerusakan minor akibat panas dan asap. “Satu rumah hanya terdampak setengahnya, sisanya termasuk rumah saya ludes dilalap si jago merah,” ujar Susianti (26), salah seorang korban kebakaran, dengan nada prihatin. Ia menambahkan bahwa dari rumahnya yang tak lagi berbentuk, ia menyaksikan kepulan asap pertama kali muncul dari lantai atas sebuah bangunan.
Dugaan Penyebab: Proyek Rehabilitasi Rumah Kayu Sebagai Titik Api
Meskipun penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang, keterangan awal dari warga mengarahkan dugaan kuat pada sebuah rumah kayu yang sedang dalam proses perbaikan. “Api diduga berasal dari lantai dua sebuah rumah kayu yang sedang dalam proses perbaikan atau rehabilitasi,” ungkap Fadly Wellang, mengutip informasi yang dihimpun di lapangan. Adanya material kayu yang masih baru dan mudah terbakar pada rumah yang sedang direhab tersebut diduga kuat menjadi faktor percepatan penyebaran api.
Pengalaman dari insiden serupa di berbagai wilayah menunjukkan bahwa bangunan yang sedang dalam tahap renovasi, terutama yang menggunakan material mudah terbakar seperti kayu, kerap menjadi titik rentan. Hal ini menjadi catatan penting bagi warga dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan konstruksi atau rehabilitasi bangunan.
Keselamatan Warga Tetap Utama: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Ini
Fadly Wellang menegaskan bahwa, meskipun kerugian materil cukup besar dengan hangusnya lima unit rumah, peristiwa kebakaran di Somba Opu ini tidak menimbulkan korban jiwa. Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah musibah yang menimpa para korban. Penyelamatan nyawa selalu menjadi prioritas utama dalam setiap operasi tanggap darurat, dan keberhasilan ini menunjukkan efektivitas koordinasi antara petugas dan warga dalam evakuasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap kebakaran, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Aspek pencegahan, seperti pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, kehati-hatian dalam penggunaan kompor atau sumber api lainnya, serta peninjauan ulang prosedur keselamatan saat melakukan renovasi bangunan, perlu terus digalakkan untuk meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.























