Wartakita.id, Jakarta — Pada Senin, 19 Oktober 2026, terungkap bahwa riset mendalam untuk pengembangan ponsel layar lipat pertama Apple, yang kini dikenal sebagai iPhone Duo, telah dimulai jauh sebelum perkiraan banyak pihak, yaitu sejak tahun 2011.
Perjalanan Panjang Riset Layar Lipat Sejak 2011
Pengakuan mengejutkan ini datang langsung dari CEO Apple, John Ternus, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan majalah TIME yang dimuat pada Oktober 2026. Ternus memaparkan bahwa timnya, bersama lima insinyur kunci lainnya, telah memulai eksplorasi konsep perangkat elektronik lipat sejak lebih dari satu dekade lalu. Langkah awal ini ditandai dengan pengajuan paten terkait teknologi lipat pada tahun 2011, menunjukkan komitmen Apple untuk menjajaki inovasi di luar format smartphone konvensional yang telah mendominasi pasar.
Perjalanan riset ini tidak hanya sebatas pada konsep desain. Tim Apple secara paralel melakukan penelitian mendalam terhadap kebutuhan komponen krusial seperti baterai dan papan sirkuit yang optimal untuk perangkat dengan mekanisme lipat. Tantangan teknis yang dihadapi sangat kompleks, mengingat kebutuhan akan komponen yang ringkas namun tetap bertenaga, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan desain yang fleksibel. Upaya ini mencerminkan pendekatan Apple yang selalu mengutamakan integrasi perangkat keras dan lunak yang mulus, bahkan sejak tahap paling awal pengembangan.
Fokus pada Durabilitas dan Minimasi Bekas Lipatan
Salah satu aspek paling krusial dalam pengembangan iPhone Duo adalah layar itu sendiri. Ternus menekankan bahwa upaya untuk menciptakan layar lipat yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki durabilitas tinggi menjadi prioritas utama. Tim riset secara intensif mengeksplorasi berbagai material dan teknologi layar untuk meminimalkan bekas lipatan yang kerap menjadi keluhan utama pada perangkat layar lipat dari produsen lain. Ini menunjukkan bahwa Apple tidak terburu-buru dalam merilis produk, melainkan berinvestasi besar dalam riset untuk memastikan kualitas dan pengalaman pengguna yang superior.
Proses rekayasa yang memakan waktu bertahun-tahun ini melibatkan iterasi desain yang tak terhitung jumlahnya, pengujian material, dan pengembangan mekanisme engsel yang canggih. Tujuan utamanya adalah menghasilkan perangkat yang terasa kokoh saat digenggam, nyaman digunakan dalam berbagai mode, dan yang terpenting, menampilkan konten tanpa gangguan visual yang signifikan akibat bekas lipatan. Dedikasi pada detail ini menjadi ciri khas Apple yang selalu berusaha menetapkan standar baru dalam industri teknologi.
Implikasi bagi Industri dan Konsumen
Pengungkapan riset panjang iPhone Duo ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai strategi inovasi Apple. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga secara proaktif berinvestasi dalam riset fundamental untuk menciptakan kategori produk baru. Bagi industri smartphone, ini bisa menjadi katalisator untuk inovasi lebih lanjut dalam teknologi layar lipat, mendorong persaingan yang lebih sehat dan pengembangan solusi yang lebih baik bagi konsumen.
Bagi konsumen, informasi ini memberikan harapan akan hadirnya perangkat layar lipat yang lebih matang dan andal dari Apple. Dengan fondasi riset yang kuat sejak 2011, iPhone Duo berpotensi menawarkan pengalaman pengguna yang superior dibandingkan generasi awal perangkat lipat yang telah beredar. Ini juga menggarisbawahi bahwa teknologi canggih seringkali membutuhkan waktu pengembangan yang signifikan untuk mencapai kesempurnaan, sebuah proses yang kini mulai terkuak dari balik layar raksasa teknologi asal Cupertino.
Intinya
- Riset mendalam untuk ponsel layar lipat pertama Apple, iPhone Duo, telah dimulai sejak tahun 2011, jauh sebelum perkiraan umum.
- Pengembangan difokuskan pada durabilitas layar dan upaya meminimalkan bekas lipatan, melibatkan riset komponen internal seperti baterai dan papan sirkuit.
- Pengungkapan ini menunjukkan strategi inovasi Apple yang berinvestasi pada riset fundamental jangka panjang untuk menciptakan kategori produk baru dan menetapkan standar industri.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa Apple membutuhkan waktu begitu lama untuk merilis ponsel layar lipat?
J: Apple dikenal dengan pendekatannya yang cermat dalam pengembangan produk, mengutamakan kualitas, durabilitas, dan pengalaman pengguna yang superior. Riset layar lipat sejak 2011 menunjukkan komitmen mereka untuk mengatasi tantangan teknis yang kompleks sebelum meluncurkan produk ke pasar.
T: Apa saja tantangan utama dalam pengembangan ponsel layar lipat?
J: Tantangan utama meliputi durabilitas layar yang fleksibel, mekanisme engsel yang andal, minimasi bekas lipatan, serta integrasi komponen internal yang ringkas namun bertenaga. Apple tampaknya telah berinvestasi besar dalam riset untuk mengatasi isu-isu ini.
Kontributor: M. Ridham
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























