Wartakita.id, Makassar — Seluruh wilayah Sulawesi Selatan kini diburamkan oleh kabut asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Kondisi ini membuat kualitas udara di Sulsel masuk kategori kurang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Maros tercatat sebagai daerah dengan kadar partikulater PM 2,5 tertinggi di provinsi ini. Angka tersebut mengindikasikan risiko kesehatan yang serius jika warga terus beraktivitas tanpa perlindungan.
Dampak Asap dari Kalimantan
Fenomena kabut asap yang melanda Sulsel bukan terjadi secara lokal melainkan merupakan dampak lanjutan dari aktivitas pembakaran lahan di pulau tetangga. Angin muson membawa debu dan jelaga lintas negara hingga sampai ke pelosok Sulawesi Selatan.
Masyarakat diminta untuk segera menggunakan masker N95 atau respirator saat keluar rumah guna meminimalisir paparan zat berbahaya yang mengambang di udara. Bagi warga dengan riwayat penyakit pernapasan seperti asma, kondisi ini sangat membahayakan kesehatan mereka.
Kondisi Maros Paling Kritis
Data BMKG menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2,5 di Maros melampaui ambang batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka tinggi tersebut menjadikan Maros sebagai episentrum polusi udara terbesar saat ini.
Pemerintah daerah setempat telah melakukan pemasangan alat pemantau kualitas udara secara real time untuk memberikan informasi akurat kepada publik. Warga disarankan memantau indeks kualitas udara sebelum memutuskan aktivitas di luar ruangan.
Saran BMKG bagi Masyarakat
BMKG mengimbau seluruh warga Sulsel agar membatasi kegiatan fisik berat seperti olahraga lari atau angkat beban saat kondisi asap masih tebal. Aktivitas yang melibatkan pernapasan dalam harus dilakukan dengan sangat hati-hati di tengah situasi ini.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan titik api dan potensi penyebaran kabut asap ke wilayah lain. Kolaborasi lintas daerah menjadi kunci penting dalam menangani bencana lingkungan tanpa batas negara ini.
Intinya
- Kualitas udara di Sulawesi Selatan saat ini masuk kategori kurang sehat akibat dampak Karhutla dari Kalimantan.
- MKabupaten Maros mencatatkan kadar PM 2,5 tertinggi dan menjadi wilayah paling terdampak parah oleh kabut asap tebal.
- Pemerintah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan hingga kondisi udara kembali stabil.
Kerap Ditanyakan
T: Apakah kabut asap ini berasal dari kebakaran lokal di Sulsel?
J: Tidak, sumber utama polusi adalah Karhutla yang terjadi di Kalimantan dan terbawa angin ke Sulawesi Selatan.
T: Mengapa Maros menjadi wilayah dengan PM 2,5 tertinggi?
J: Posisi geografis serta arah aliran angin saat ini membawa konsentrasi partikulater paling tinggi langsung menuju area Kabupaten Maros dibandingkan daerah lain.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























