Jenazah keempat korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) telah tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Makassar. Penyerahan jenazah ini menandai perkembangan penting dalam upaya identifikasi pasca-tragedi yang merenggut 10 nyawa.
Perkembangan Terbaru: Jenazah Keempat Tiba di Posko DVI Polda Sulsel
Pada Kamis malam, sekitar pukul 22.45 WITA, jenazah keempat korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel. Jenazah tersebut, terbungkus dalam kantong mayat berwarna putih dan diberi label identifikasi ‘Post Mortem nomor PM.63.B.04’, langsung dibawa ke ruang pemeriksaan Post Mortem oleh puluhan personel TNI-Polri.
Kronologi Penemuan Jenazah Keempat
Menurut Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, jenazah keempat ditemukan oleh tim SAR gabungan di lokasi yang cukup sulit dijangkau. Lokasinya berada di dalam jurang gunung dengan kedalaman mencapai 300 meter dari puncak, tersangkut di antara pohon di bawah bagian ekor pesawat yang jatuh.
Proses Identifikasi dan Serah Terima
Laksamana Yudhi Bramantyo secara resmi menyerahkan jenazah tersebut kepada Kabiddokkes Kombes Pol Muhammad Haris untuk proses identifikasi lebih lanjut. Pihak Biddokkes akan bertanggung jawab untuk menyampaikan detail identitas jenazah, termasuk jenis kelamin serta apakah dalam kondisi utuh atau berupa potongan tubuh.
Total Identifikasi Korban dan Harapan Berikutnya
Hingga berita ini diturunkan, total empat jenazah telah berhasil ditemukan dan diserahkan kepada tim DVI Polda Sulsel untuk proses identifikasi. Sebelumnya, dua jenazah utuh telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, satu jenazah berupa potongan tubuh dan satu jenazah lainnya yang diduga utuh juga telah ditemukan.
Laksamana Yudhi Bramantyo menambahkan bahwa tim SAR gabungan memiliki harapan besar untuk dapat menemukan tambahan lima jenazah lagi pada hari berikutnya, yang akan segera diserahkan untuk identifikasi.
Latar Belakang Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, siang hari. Pesawat yang membawa total 10 orang tersebut jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, yang terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah diduga menabrak gunung.























