Minggu, 1 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja

Bagian 1 dari 3

by Redaktur
15/11/2025
in Hukum & Keadilan, Internasional
Reading Time: 6 mins read
A A
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Bekas gedung kasino di Kamboja beralih fungsi

WARTAKITA.ID (INVESTIGASI) – Pada Oktober 2025, pemandangan putus asa terjadi di Chrey Thum, Kamboja. Sebanyak 110 Warga Negara Indonesia (WNI) melakukan pelarian massal dari sebuah kompleks perusahaan online scam.1 Kesaksian mereka melukiskan gambaran neraka: kerja paksa, kekerasan, dan todongan senjata bagi yang mencoba kabur.3

Insiden ini hanyalah puncak gunung es dari krisis yang membara. Kementerian Luar Negeri Indonesia, pada Senin (20/10/2025), mencatat fenomena WNI korban penipuan daring di Kamboja telah meledak menjadi lebih dari 10.000 kasus sejak 2020. Dari jumlah itu, sekitar 1.500 di antaranya secara resmi memenuhi unsur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) [Kueri Artikel].

Skala sebenarnya dari krisis ini, bagaimanapun, jauh lebih besar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sedikitnya 100.000 orang telah diperdagangkan ke Kamboja dan 120.000 ke Myanmar, dipaksa bekerja di industri penipuan [Kueri Artikel]. Perbedaan mencolok antara 10.000 “kasus” yang ditangani Kemenlu dan 1.500 yang dikonfirmasi sebagai “TPPO” menunjukkan adanya zona abu-abu hukum yang masif.

Laporan dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mengidentifikasi fenomena ini sebagai “perdagangan orang untuk kriminalitas paksa” (trafficking in persons for forced criminality).4 Banyak dari 8.500 WNI yang kasusnya tidak memenuhi unsur TPPO konvensional kemungkinan besar terjebak dalam perbudakan utang atau dipaksa melakukan kejahatan di bawah ancaman kekerasan—sebuah perbudakan modern yang beroperasi di luar jangkauan definisi hukum yang sempit.

Metamorfosis Kejahatan: Ironi Pelarangan Judi 2019

Bagaimana Kamboja, dalam waktu singkat, bertransformasi menjadi episentrum global untuk perbudakan siber? Jawabannya terletak pada sebuah ironi kebijakan.

Lebih dari satu dekade lalu, Kamboja memang telah menjadi lokasi favorit bagi penipu internasional, terutama untuk penipuan berbasis VoIP yang menargetkan warga China [Kueri Artikel]. Namun, titik balik yang mengubah industri ini secara permanen terjadi pada 2019, ketika pemerintah Kamboja tiba-tiba melarang semua bentuk perjudian daring (online gambling).5

Kebijakan ini, yang dimaksudkan untuk membersihkan citra negara, justru memicu eksodus ribuan ekspatriat China yang sebelumnya bekerja di industri kasino. Akibatnya, gedung-gedung kasino raksasa—terutama di Sihanoukville—mendadak kosong.5

Laporan UNODC mencatat, jaringan kriminal Tiongkok yang sudah mapan 6 tidak membuang waktu. Mereka mengambil alih infrastruktur yang ditinggalkan ini. Gedung kasino yang mewah dengan cepat diubah menjadi “pusat penipuan skala besar,” lengkap dengan asrama bergaya penjara, sistem kerja tertutup, dan manual pelatihan penipuan.4

Pelarangan judi 2019 tidak menghentikan kejahatan; itu hanya mengubah model bisnisnya. Ia menjadi katalis yang mentransformasi kejahatan terorganisir dari model layanan (judi daring) menjadi model industri (penipuan paksa). Model baru ini membutuhkan “bahan bakar” baru: ribuan tenaga kerja murah yang bisa diperbudak.

Ekspansi ‘Segitiga Emas’ Kejahatan Siber

Industri kejahatan ini terbukti bersifat “cair”. Ketika pengawasan di Kamboja mulai meningkat akibat tekanan internasional, sindikat-sindikat ini memindahkan operasi mereka. Mereka tidak mencari negara baru, melainkan mencari “zona abu-abu”—wilayah dengan tingkat impunitas tertinggi.

Ekspansi pertama adalah ke Zona Ekonomi Khusus (ZEK) di negara tetangga, yang terkenal memiliki regulasi lemah [Kueri Artikel]. Di ZEK Segitiga Emas (Golden Triangle) Laos, pada Agustus 2024, sebuah operasi penggerebekan menangkap 771 orang dari 15 negara, termasuk WNI, yang terlibat dalam jaringan penipuan siber.7

Ekspansi kedua, dan yang paling berbahaya, adalah ke zona perang. Kudeta militer di Myanmar pada 2021 menciptakan kekacauan sempurna [Kueri Artikel]. Wilayah perbatasan yang dilanda konflik, terutama Myawaddy dan Shwe Kokko, menjadi surga baru bagi “pabrik penipu”.8

Di sini, mereka tidak hanya dilindungi oleh korupsi, tetapi oleh senjata. Operasi-operasi ini berjalan di bawah perlindungan milisi bersenjata seperti Karen National Army (KNA).8 Departemen Keuangan AS, pada September 2025, secara resmi menjatuhkan sanksi kepada KNA, menyebutnya sebagai organisasi kriminal transnasional yang memfasilitasi scam daring dan kerja paksa.9

Umpan Digital: Modus Perekrutan di Indonesia

Untuk mengisi “pabrik” mereka di Kamboja dan Myanmar, sindikat ini meluncurkan kampanye perekrutan digital yang masif di seluruh Asia, termasuk Indonesia. Umpan utamanya adalah iklan di media sosial seperti Facebook dan TikTok, menjanjikan “gaji tinggi” dalam Dolar AS.10

Investigasi kepolisian mengungkap dua modus utama:

  1. Modus ‘Admin Kripto’: Pada November 2025, Polri membongkar jaringan TPPO yang merekrut WNI untuk bekerja sebagai “Admin Kripto”.11 Para korban dijanjikan pekerjaan legal di Uni Emirat Arab atau Thailand. Namun, setibanya di Thailand, mereka dialihkan secara paksa melintasi perbatasan ke Myawaddy, Myanmar—zona perang tempat mereka dijanjikan gaji 26.000 Baht.11

  2. Modus ‘Restoran/Jasa’: “Firman”, salah satu WNI yang kabur dari insiden Chrey Thum, bersaksi bahwa dia awalnya ditawari pekerjaan di restoran di Kamboja. Setibanya di lokasi, dia justru diminta tes mengetik dan dipaksa bekerja sebagai scammer penipuan asmara.3

Pola ini adalah “umpan-dan-alih” geografis yang terencana. Perekrut mendapatkan persetujuan korban untuk bekerja di negara yang relatif aman, lalu secara ilegal memindahkan mereka ke yurisdiksi di mana hukum tidak berlaku. Begitu paspor mereka disita 3, pelarian menjadi mustahil.

BACA JUGA:

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

OJK Ungkap 432 Ribu Laporan Scam, Kerugian Capai Rp 9,1 Triliun di Januari 2026

OJK dan Satgas PASTI Kembalikan Dana Korban Scam: Modus Penipuan Hingga Tren Terbaru Diungkap

600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing

Waspada Jebakan ‘Ctrl+Alt+Del’: Modus Baru Penipu Sasar Pengguna Telekomunikasi

Tabel 1: Peta ‘Segitiga Emas’ Kejahatan Siber Asia Tenggara

 

Negara Lokasi Kunci (Sumber Data) Dugaan Aktor/Pelindung (Sumber Data) Insiden Besar WNI (Sumber Data)
Kamboja

Sihanoukville, Chrey Thum 1

Prince Holding Group 12; L.Y.P. Group 14

110 WNI kabur (Okt 2025) 1

Myanmar

Myawaddy, Shwe Kokko 8

Karen National Army (KNA) 8

554 WNI direpatriasi (Mar 2025) 15

Laos

Zona Ekonomi Khusus (ZEK) Segitiga Emas 7

(Tidak disebutkan spesifik)

771 ditangkap, termasuk WNI (Agu 2024) 7

Filipina

Mabalacat, Pampanga 3

(Tidak disebutkan spesifik)

154 WNI ditemukan (Mei 2023) 3

(Bersambung ke Bagian 2: Kesaksian dari ‘Neraka Kripto‘)

 

Tags: Ivestigasijudi onlineKambojamodus penipuanOnline ScamPerbudakan SiberSihanoukvilleTPPOTPPO MyanmarWNI
Share9Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

25/01/2026
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

24/01/2026
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Project Iceworm: Ambisi Nuklir Bawah Es Greenland yang Terkubur Ambisi dan Ancaman Lingkungan

18/01/2026
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

11/01/2026
Komisioner KPU Terjaring OTT KPK, Inisial WS

KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

11/01/2026
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Vonis Bebas Driver Ojol Setelah 6 Bulan Dipenjara: Keadilan yang Tertunda dan Tuntutan Ganti Rugi

08/01/2026
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

05/01/2026
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Survival Guide Netizen 2026: Mengkritik Tanpa Diciduk Pasal 218 KUHP (Panduan Lengkap + Contoh Kasus)

03/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • ‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

    Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Gempa Bumi Terkini di Indonesia: Update BMKG hingga 23 Februari 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    507 shares
    Share 203 Tweet 127
  • TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Sabu-sabu 1 Ton di Kepulauan Riau

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Serangan AS-Israel ke Iran Picu Penutupan Wilayah Udara, Penerbangan Haji dan Umroh Indonesia Tertunda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kesalahan Fatal Kode AI: Hapus Seluruh Drive Akibat Perintah Sederhana, Pelajaran Berharga untuk Developer

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • #CekFakta Memakan Pisang pada Malam Hari Menyebabkan Batuk

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Keluarga ABK Samsir Berterima Kasih Pada Pemerintah dan Semua Pihak

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.