Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja

Bagian 1 dari 3

by Redaktur
15/11/2025
in Hukum & Keadilan, Internasional
Reading Time: 6 mins read
A A
‘Pabrik Penipu’ Asia: Jejak Perbudakan WNI dari Kasino Runtuh di Kamboja - Utama

Bekas gedung kasino di Kamboja beralih fungsi

WARTAKITA.ID (INVESTIGASI) – Pada Oktober 2025, pemandangan putus asa terjadi di Chrey Thum, Kamboja. Sebanyak 110 Warga Negara Indonesia (WNI) melakukan pelarian massal dari sebuah kompleks perusahaan online scam.1 Kesaksian mereka melukiskan gambaran neraka: kerja paksa, kekerasan, dan todongan senjata bagi yang mencoba kabur.3

Insiden ini hanyalah puncak gunung es dari krisis yang membara. Kementerian Luar Negeri Indonesia, pada Senin (20/10/2025), mencatat fenomena WNI korban penipuan daring di Kamboja telah meledak menjadi lebih dari 10.000 kasus sejak 2020. Dari jumlah itu, sekitar 1.500 di antaranya secara resmi memenuhi unsur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) [Kueri Artikel].

Skala sebenarnya dari krisis ini, bagaimanapun, jauh lebih besar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sedikitnya 100.000 orang telah diperdagangkan ke Kamboja dan 120.000 ke Myanmar, dipaksa bekerja di industri penipuan [Kueri Artikel]. Perbedaan mencolok antara 10.000 “kasus” yang ditangani Kemenlu dan 1.500 yang dikonfirmasi sebagai “TPPO” menunjukkan adanya zona abu-abu hukum yang masif.

Laporan dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mengidentifikasi fenomena ini sebagai “perdagangan orang untuk kriminalitas paksa” (trafficking in persons for forced criminality).4 Banyak dari 8.500 WNI yang kasusnya tidak memenuhi unsur TPPO konvensional kemungkinan besar terjebak dalam perbudakan utang atau dipaksa melakukan kejahatan di bawah ancaman kekerasan—sebuah perbudakan modern yang beroperasi di luar jangkauan definisi hukum yang sempit.

Metamorfosis Kejahatan: Ironi Pelarangan Judi 2019

Bagaimana Kamboja, dalam waktu singkat, bertransformasi menjadi episentrum global untuk perbudakan siber? Jawabannya terletak pada sebuah ironi kebijakan.

Lebih dari satu dekade lalu, Kamboja memang telah menjadi lokasi favorit bagi penipu internasional, terutama untuk penipuan berbasis VoIP yang menargetkan warga China [Kueri Artikel]. Namun, titik balik yang mengubah industri ini secara permanen terjadi pada 2019, ketika pemerintah Kamboja tiba-tiba melarang semua bentuk perjudian daring (online gambling).5

Kebijakan ini, yang dimaksudkan untuk membersihkan citra negara, justru memicu eksodus ribuan ekspatriat China yang sebelumnya bekerja di industri kasino. Akibatnya, gedung-gedung kasino raksasa—terutama di Sihanoukville—mendadak kosong.5

Laporan UNODC mencatat, jaringan kriminal Tiongkok yang sudah mapan 6 tidak membuang waktu. Mereka mengambil alih infrastruktur yang ditinggalkan ini. Gedung kasino yang mewah dengan cepat diubah menjadi “pusat penipuan skala besar,” lengkap dengan asrama bergaya penjara, sistem kerja tertutup, dan manual pelatihan penipuan.4

Pelarangan judi 2019 tidak menghentikan kejahatan; itu hanya mengubah model bisnisnya. Ia menjadi katalis yang mentransformasi kejahatan terorganisir dari model layanan (judi daring) menjadi model industri (penipuan paksa). Model baru ini membutuhkan “bahan bakar” baru: ribuan tenaga kerja murah yang bisa diperbudak.

Ekspansi ‘Segitiga Emas’ Kejahatan Siber

Industri kejahatan ini terbukti bersifat “cair”. Ketika pengawasan di Kamboja mulai meningkat akibat tekanan internasional, sindikat-sindikat ini memindahkan operasi mereka. Mereka tidak mencari negara baru, melainkan mencari “zona abu-abu”—wilayah dengan tingkat impunitas tertinggi.

Ekspansi pertama adalah ke Zona Ekonomi Khusus (ZEK) di negara tetangga, yang terkenal memiliki regulasi lemah [Kueri Artikel]. Di ZEK Segitiga Emas (Golden Triangle) Laos, pada Agustus 2024, sebuah operasi penggerebekan menangkap 771 orang dari 15 negara, termasuk WNI, yang terlibat dalam jaringan penipuan siber.7

Ekspansi kedua, dan yang paling berbahaya, adalah ke zona perang. Kudeta militer di Myanmar pada 2021 menciptakan kekacauan sempurna [Kueri Artikel]. Wilayah perbatasan yang dilanda konflik, terutama Myawaddy dan Shwe Kokko, menjadi surga baru bagi “pabrik penipu”.8

Di sini, mereka tidak hanya dilindungi oleh korupsi, tetapi oleh senjata. Operasi-operasi ini berjalan di bawah perlindungan milisi bersenjata seperti Karen National Army (KNA).8 Departemen Keuangan AS, pada September 2025, secara resmi menjatuhkan sanksi kepada KNA, menyebutnya sebagai organisasi kriminal transnasional yang memfasilitasi scam daring dan kerja paksa.9

Umpan Digital: Modus Perekrutan di Indonesia

Untuk mengisi “pabrik” mereka di Kamboja dan Myanmar, sindikat ini meluncurkan kampanye perekrutan digital yang masif di seluruh Asia, termasuk Indonesia. Umpan utamanya adalah iklan di media sosial seperti Facebook dan TikTok, menjanjikan “gaji tinggi” dalam Dolar AS.10

Investigasi kepolisian mengungkap dua modus utama:

  1. Modus ‘Admin Kripto’: Pada November 2025, Polri membongkar jaringan TPPO yang merekrut WNI untuk bekerja sebagai “Admin Kripto”.11 Para korban dijanjikan pekerjaan legal di Uni Emirat Arab atau Thailand. Namun, setibanya di Thailand, mereka dialihkan secara paksa melintasi perbatasan ke Myawaddy, Myanmar—zona perang tempat mereka dijanjikan gaji 26.000 Baht.11

  2. Modus ‘Restoran/Jasa’: “Firman”, salah satu WNI yang kabur dari insiden Chrey Thum, bersaksi bahwa dia awalnya ditawari pekerjaan di restoran di Kamboja. Setibanya di lokasi, dia justru diminta tes mengetik dan dipaksa bekerja sebagai scammer penipuan asmara.3

Pola ini adalah “umpan-dan-alih” geografis yang terencana. Perekrut mendapatkan persetujuan korban untuk bekerja di negara yang relatif aman, lalu secara ilegal memindahkan mereka ke yurisdiksi di mana hukum tidak berlaku. Begitu paspor mereka disita 3, pelarian menjadi mustahil.

BACA JUGA:

600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing

Waspada Jebakan ‘Ctrl+Alt+Del’: Modus Baru Penipu Sasar Pengguna Telekomunikasi

Pemuda Makassar Curangi Damkar Demi Judi Slot, Ironi Kecanduan Digital

Tragedi Vera Kravtsova: Model Belarusia Tewas di Myanmar, Sorotan Global Terhadap Brutalitas TPPO dan Perdagangan Organ

Para Taipan di Balik Jerat: Memburu Gurita Mafia & Respon Global

Tabel 1: Peta ‘Segitiga Emas’ Kejahatan Siber Asia Tenggara

 

NegaraLokasi Kunci (Sumber Data)Dugaan Aktor/Pelindung (Sumber Data)Insiden Besar WNI (Sumber Data)
Kamboja

Sihanoukville, Chrey Thum 1

Prince Holding Group 12; L.Y.P. Group 14

110 WNI kabur (Okt 2025) 1

Myanmar

Myawaddy, Shwe Kokko 8

Karen National Army (KNA) 8

554 WNI direpatriasi (Mar 2025) 15

Laos

Zona Ekonomi Khusus (ZEK) Segitiga Emas 7

(Tidak disebutkan spesifik)

771 ditangkap, termasuk WNI (Agu 2024) 7

Filipina

Mabalacat, Pampanga 3

(Tidak disebutkan spesifik)

154 WNI ditemukan (Mei 2023) 3

(Bersambung ke Bagian 2: Kesaksian dari ‘Neraka Kripto‘)

 

Tags: Ivestigasijudi onlineKambojamodus penipuanOnline ScamPerbudakan SiberSihanoukvilleTPPOTPPO MyanmarWNI
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan - Utama

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

11/01/2026
Komisioner KPU Terjaring OTT KPK, Inisial WS

KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

11/01/2026
Peran Penting Saksi dalam Proses Peradilan di Indonesia: Dukungan, Perlindungan, dan Keadilan - Utama

Vonis Bebas Driver Ojol Setelah 6 Bulan Dipenjara: Keadilan yang Tertunda dan Tuntutan Ganti Rugi

08/01/2026
Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api - Utama

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

05/01/2026
Survival Guide Netizen 2026: Mengkritik Tanpa Diciduk Pasal 218 KUHP (Panduan Lengkap + Contoh Kasus) - Utama

Survival Guide Netizen 2026: Mengkritik Tanpa Diciduk Pasal 218 KUHP (Panduan Lengkap + Contoh Kasus)

03/01/2026
Kaleidoskop 2025: Vaksin Malaria Rutin di 17 Negara Afrika Selamatkan Puluhan Ribu Anak dari Kematian - Utama

Kaleidoskop 2025: Vaksin Malaria Rutin di 17 Negara Afrika Selamatkan Puluhan Ribu Anak dari Kematian

29/12/2025
Kaleidoskop 2025: KTT APEC, PM Jepang Sanae Takaichi Geser Kursi untuk Prabowo, Memicu Investasi Rp100 Triliun - Utama

Kaleidoskop 2025: KTT APEC, PM Jepang Sanae Takaichi Geser Kursi untuk Prabowo, Memicu Investasi Rp100 Triliun

29/12/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Utama

“Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

25/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas - Utama
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026 - Utama
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming - Utama
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang - Utama
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern - Utama
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami - Utama
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian - Utama
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda - Utama
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus - Utama
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.