Japanese Film Festival (JFF) 2025 kembali membuktikan daya tariknya di Makassar, berhasil menarik antusiasme luar biasa dari ribuan pencinta film Jepang. Perhelatan yang berlangsung di CGV Panakkukang Square ini menjadi penutup rangkaian tur JFF yang sukses di berbagai kota di Indonesia.
- JFF 2025 Makassar berhasil mendatangkan lebih dari 12.000 penonton secara total di seluruh rangkaian tur.
- Festival menayangkan 14 film pilihan dalam 16 sesi, mencakup beragam genre dari animasi hingga drama klasik.
- Film eksklusif “A Girl Named Ann” menjadi salah satu daya tarik utama, relevan bagi audiens muda.
- Pengalaman festival diperkaya dengan merchandise eksklusif dan kegiatan interaktif berbayar terjangkau.
- JFF bertujuan memperkenalkan keberagaman budaya Jepang melalui medium film dan terus berinovasi secara global.
JFF 2025 Makassar: Festival Film Jepang yang Memikat Hati
Gelaran Japanese Film Festival (JFF) 2025 di Makassar pada 12-14 Desember lalu telah berakhir dengan catatan kesuksesan gemilang. Acara yang diselenggarakan di CGV Panakkukang Square ini tidak hanya menarik perhatian pencinta film Jepang di Kota Daeng, tetapi juga menjadi bagian penting dari tur nasional JFF. Keseluruhan rangkaian JFF tahun ini telah berhasil menggaet lebih dari 12.000 penonton di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Padang, dan Balikpapan.
Antusiasme Penonton dan Rangkaian Film Pilihan
Selama tiga hari penyelenggaraannya, JFF Makassar menghadirkan 14 film unggulan yang diputar dalam 16 sesi. Tingkat antusiasme warga Makassar sangat terasa, terbukti dari cepatnya tiket yang ludes terjual bahkan sebelum festival dibuka. Penonton dimanjakan dengan keberagaman genre, mulai dari mahakarya cyberpunk legendaris seperti Ghost in the Shell, drama musikal menyentuh Linda Linda Linda, film suspense menegangkan 6 Lying University Students, hingga epik sejarah Seven Samurai karya Akira Kurosawa.
Kehadiran Film Eksklusif “A Girl Named Ann”
Salah satu sorotan utama JFF Makassar adalah penayangan perdana film A Girl Named Ann. Film ini termasuk kategori eksklusif karena hanya diputar di tiga kota terpilih: Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta. Cerita mengenai perjuangan seorang gadis muda dalam menghadapi tekanan dan beban sebagai generasi *sandwich* dinilai sangat beresonansi dengan audiens milenial dan Gen Z yang hadir.
Pengalaman Interaktif dan Merchandise Menarik
Lebih dari sekadar pemutaran film, JFF Makassar menawarkan pengalaman festival yang menyeluruh. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000, penonton mendapatkan akses ke hiburan berkualitas tinggi. Pengunjung juga berkesempatan membawa pulang koleksi merchandise eksklusif, seperti stiker dan totebag, melalui program Stamp Rally dan pengisian survei partisipasi.
Tujuan JFF dan Jangkauan Global
Diinisiasi oleh The Japan Foundation Jakarta sejak tahun 2016, JFF hadir sebagai agenda tahunan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jepang melalui ragam genre film. Makassar kembali menjadi destinasi kunci berkat respons positif dan meriah yang konsisten setiap tahunnya. Meskipun sempat menghadapi penyesuaian jadwal karena bencana alam di Sumatra, JFF terus berkembang pesat secara global melalui jaringan JFF Asia Pacific Gateway yang menjangkau 10 negara. Platform digital JFF Theater juga diluncurkan untuk akses konten budaya Jepang secara daring.























