Perjalanan Spiritual Luar Biasa: Warga Padang Pilih Jalan Kaki ke Tanah Suci
Fenomena yang tak lazim namun penuh determinasi, seorang warga Kota Padang, Sumatera Barat, bernama M. Alif, dilaporkan telah memulai sebuah perjalanan spiritual yang monumental. Dengan tekad baja, ia menempuh jarak ribuan kilometer dengan berjalan kaki dari Padang menuju Makkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji. Keberangkatan unik ini diawali pada Jumat, 16 Januari 2026, dari salah satu masjid di kawasan Pantai Padang, menandai dimulainya perjuangan fisik demi meraih predikat haji mabrur.
Poin Penting yang Perlu Diperhatikan:
- Seorang warga Padang, M. Alif, memulai perjalanan haji dengan berjalan kaki menuju Makkah.
- Kemenag mengapresiasi antusiasme jemaah dalam menunaikan ibadah haji, termasuk dengan cara yang tidak biasa.
- Penting bagi setiap individu yang berencana masuk ke Arab Saudi untuk menggunakan visa haji yang sah.
- Perjalanan mandiri ke tanah suci bukan hal baru, namun selalu disarankan untuk mematuhi regulasi visa.
Tanggapan dan Peringatan dari Kementerian Agama
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, membenarkan kabar mengenai inisiatif M. Alif. Beliau menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan antusiasme masyarakat untuk melaksanakan rukun Islam kelima, bahkan dengan cara yang memerlukan pengorbanan fisik luar biasa.
M. Rifki menambahkan bahwa praktik menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci dengan berjalan kaki atau bersepeda bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Beliau mengenang pengalaman serupa di mana Kementerian Agama pernah bertemu dengan jemaah asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi menggunakan sepeda setelah menempuh perjalanan selama sembilan bulan. Namun, ia menekankan bahwa kedatangan jemaah tersebut tidak selalu bertepatan dengan musim haji, sehingga mereka hanya dapat melaksanakan ibadah umrah.
Pentingnya Visa Haji yang Sah untuk Perjalanan Mandiri
Menyikapi fenomena perjalanan mandiri seperti yang dilakukan M. Alif, M. Rifki memberikan peringatan tegas. Ia menekankan krusialnya untuk tidak menjadi korban penipuan biro perjalanan ilegal atau praktik tidak berizin. Semua individu yang berniat menunaikan ibadah haji atau sekadar masuk ke wilayah Arab Saudi, terlepas dari moda transportasi yang digunakan, diwajibkan untuk memiliki dan menggunakan visa haji yang sah.
“Yang perlu diingat adalah semua orang yang ingin masuk ke Arab Saudi harus menggunakan visa haji,” tegas M. Rifki. Peringatan ini bertujuan untuk melindungi jemaah dari potensi masalah hukum dan memastikan kelancaran ibadah mereka.
Motivasi di Balik Perjuangan M. Alif
Melalui unggahan di media sosial, M. Alif mengungkapkan niat tulusnya untuk menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki. Ia berharap dapat meraih predikat haji mabrur melalui konsep mujahadah, yaitu perjuangan fisik dan spiritual yang mendalam. Perjalanan yang ditempuh oleh M. Alif diperkirakan akan memakan waktu yang sangat panjang, menguji ketahanan fisik, mental, dan spiritualnya hingga batas maksimal.























