Kamis, 15 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Polri Konfirmasi Identitas Kerangka di Gedung ACC: Reno dan Farhan, Korban Hilang Demo Ricuh Agustus 2025

Kronologi Peristiwa: Dari Demonstrasi Hingga Penemuan Kerangka

by Redaktur
08/11/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan
Reading Time: 5 mins read
A A
gedung-terbakar_cr

JAKARTA, WARTAKITA.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi mengonfirmasi identitas dua kerangka manusia yang ditemukan di reruntuhan Gedung Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Jakarta Pusat. Melalui serangkaian tes DNA, kedua kerangka tersebut dipastikan adalah Reno Syahputra Dewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23), dua mahasiswa yang dilaporkan hilang sejak kerusuhan demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.

Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, Brigjen Pol. Dr. Hudi Suryanto, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (17/12/2025). “Berdasarkan hasil pencocokan DNA dari sampel post mortem dengan data ante mortem yang diberikan pihak keluarga, kami dapat memastikan dengan tingkat akurasi 99,9% bahwa kedua jenazah adalah saudara Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid,” tegas Brigjen Hudi. Pengungkapan ini mengakhiri ketidakpastian selama hampir dua bulan bagi keluarga dan membuka babak baru dalam investigasi penyebab kematian keduanya.

Hasil Tes DNA Mengakhiri Ketidakpastian Dua Bulan

Identifikasi kedua korban menjadi prioritas utama tim forensik sejak kerangka ditemukan pada akhir Oktober 2025. Kondisi jenazah yang hangus total membuat identifikasi visual tidak mungkin dilakukan, sehingga metode ilmiah menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan identitas korban.

Proses Identifikasi Forensik yang Kompleks

Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri bekerja maraton untuk mengungkap identitas korban. Menurut keterangan Puslabfor, proses identifikasi primer mengandalkan dua metode utama. Pertama, tes DNA yang dilakukan dengan mengambil sampel dari tulang femur (paha) kedua kerangka. Sampel ini kemudian dibandingkan dengan sampel DNA dari orang tua kandung Reno dan Farhan yang telah menyerahkan data ante mortem sebelumnya.

Kedua, metode odontologi forensik atau pemeriksaan gigi. Tim forensik mencocokkan data post mortem (struktur gigi, tambalan, dan anomali lainnya) dari kerangka dengan rekam medis gigi yang dimiliki oleh keluarga. “Data odontologi forensik menunjukkan kecocokan yang signifikan dengan rekam medis kedua korban, yang semakin memperkuat hasil tes DNA,” tambah Brigjen Hudi. Kombinasi kedua metode primer ini memberikan kepastian hukum dan ilmiah atas identitas jenazah.

Kronologi Peristiwa: Dari Demonstrasi Hingga Penemuan Kerangka

Kasus ini berawal dari rangkaian peristiwa yang terjadi sejak pertengahan Agustus 2025. Pengungkapan identitas ini menjadi puncak dari investigasi panjang yang dipicu oleh laporan orang hilang pasca-demonstrasi yang berakhir ricuh.

Agustus 2025: Demonstrasi yang Berujung Kerusuhan

Pada 15 Agustus 2025, demonstrasi besar-besaran yang memprotes kebijakan ekonomi pemerintah digelar di sejumlah titik di Jakarta Pusat. Aksi yang awalnya damai berubah menjadi ricuh pada malam hari, menyebabkan bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Beberapa fasilitas publik dan gedung perkantoran mengalami kerusakan, termasuk Gedung ACC di Jalan Kramat Raya, Kwitang, yang dibakar oleh kelompok massa tak dikenal. Reno dan Farhan, yang diketahui aktif dalam gerakan mahasiswa, terakhir kali terlihat oleh rekan-rekannya di sekitar lokasi demonstrasi sebelum komunikasi terputus.

Oktober 2025: Penemuan Tak Terduga di Puing Bangunan

Dua bulan setelah insiden, tepatnya pada 28 Oktober 2025, tim gabungan dari pemadam kebakaran dan kepolisian melakukan proses pembersihan dan investigasi sisa kebakaran di Gedung ACC. Saat menyisir puing-puing di lantai dua, petugas menemukan dua kerangka manusia dalam posisi berdekatan. Penemuan ini segera ditindaklanjuti dengan evakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Keterlambatan penemuan ini diduga akibat kondisi gedung yang tidak stabil dan berbahaya untuk dimasuki pasca-kebakaran, sehingga lokasi baru bisa diakses secara menyeluruh setelah dinyatakan aman.

Fokus Investigasi Beralih ke Penyebab Kematian

Dengan terungkapnya identitas korban, Polda Metro Jaya kini memfokuskan penyelidikan pada penyebab pasti kematian Reno dan Farhan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa tim penyidik tengah mendalami beberapa kemungkinan.

“Fokus kami selanjutnya adalah mengungkap bagaimana dan mengapa kedua korban bisa berada di dalam gedung tersebut saat kebakaran terjadi, serta apa penyebab utama kematian mereka,” ujar Kombes Trunoyudo. Penyelidikan akan mencakup analisis forensik lanjutan untuk mencari tanda-tanda kekerasan sebelum kematian, kemungkinan korban terjebak saat api membesar, atau faktor-faktor lainnya. Puluhan saksi mata dari demonstrasi dan petugas keamanan yang bertugas saat itu akan kembali dimintai keterangan.

Tuntutan Transparansi dan Potensi Pelanggaran HAM

Kasus ini menarik perhatian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Komnas HAM menyatakan akan memantau secara ketat proses investigasi yang dilakukan kepolisian untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Kami mendesak adanya investigasi yang independen dan menyeluruh, tidak hanya untuk mengungkap penyebab kematian, tetapi juga untuk mengevaluasi protokol penanganan massa oleh aparat saat demonstrasi,” kata Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah. Keluarga korban, melalui kuasa hukumnya dari LBH Jakarta, menuntut keadilan dan mendesak negara bertanggung jawab jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau kekerasan aparat yang berujung pada kematian Reno dan Farhan. Kasus ini menjadi preseden penting terkait perlindungan hak hidup dan kebebasan berekspresi dalam iklim demokrasi Indonesia.

Titik Terang yang Membuka Babak Baru Penegakan Hukum

Konfirmasi identitas Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid merupakan titik terang krusial dalam tragedi pasca-demonstrasi Agustus 2025. Meskipun membawa duka mendalam bagi keluarga, kepastian ini menjadi langkah awal untuk menuntut keadilan. Kini, bola berada di tangan aparat penegak hukum untuk mengungkap tuntas penyebab kematian keduanya secara transparan dan akuntabel, menjawab pertanyaan publik mengenai keamanan dan penegakan HAM di Indonesia. Wartakita.id akan terus mengawal perkembangan kasus ini secara mendalam.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Terbongkar: Buron Judi Online Internasional FP Ditangkap di Thailand, Polri Ungkap Perputaran Uang Rp1 Triliun

Strategi Multidimensi Melawan Dampak Kebakaran Hutan & Lahan di Kalimantan: Respons Komprehensif Melampaui Krisis Asap

Doa Bersama Jurnalis Banten: Solidaritas dan Harapan untuk Rekan yang Hilang di Selat Sunda

Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

Dedi Congor Diduga Terima Gratifikasi Rp 30 Miliar: KPK Tegaskan Kasusnya Berbeda dengan Polri

Tags: gedung acckerangka kwitangkomnas hamkorban demo 2025Polrireno dan farhantes dna
Share12Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Komisioner KPU Terjaring OTT KPK, Inisial WS

KPK Gelar OTT di BNPB: 4 Fakta Terkini soal Penangkapan Pejabat Tinggi dan Dugaan Korupsi

14/10/2026
Roy Suryo duduk di meja konferensi di ruang DPR, mendengarkan presentasi dari anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ruangan dipenuhi dengan orang-orang dalam pakaian formal, menunjukkan suasana ser

Roy Suryo dan AKSI Temui PKB di DPR, Dorong Hak Angket Ijazah Gibran

13/10/2026
Sebuah debat hangat antara eks Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, yang duduk dengan berkas-berkas di meja, dan anggota DPR yang berdiri, bergerak-gerak dengan ekspresi serius. Latar belakang menampilkan layar

Eks Ketua KPU dan Anggota DPR Beradu Kata Soal PKPU, Ini Penjelasan Hasyim Asy’ari

13/10/2026
Foto jurnalistik profesional menampilkan pertemuan di ruang komisi X DPR, dengan anggota komisi duduk di sekitar meja rapat, terlihat serius dalam diskusi. Anggota komisi MA. Untung berada di tengah-t

Komisi X DPR: Indonesia Belum Memiliki Regulasi Penyetaraan Ijazah LN, Risiko Hukum Menjelang

12/10/2026
Anggota DPR MA. Untung berdiri di depan hutan yang terbakar dengan api terlihat di latar belakang. Dia mengenakan pakaian seragam dan membawa megafon, sambil berbicara kepada sekelompok warga yang kha

Anggota DPR Ingatkan Prioritas Keselamatan Warga dalam Mengatasi Karhutla Merajalela

12/10/2026
Seorang pria muda berpakaian seragam, kemungkinan MA. Untung, berdiri di depan meja hakim dengan ekspresi cemas dan memikirkan, menahan kepalanya dengan tangan. Ruangan pengadilan yang terang dengan b

Setelah Putusan MK Ijazah Gibran, Arah Politik Ke Mana?

12/10/2026
Suatu pertemuan politik di ruang rapat dengan meja besar dan beberapa politisi duduk di sekitarnya. Ruangan terpapar cahaya alami dari beberapa jendela. Salah satu politisi, MA. Untung, sedang mempela

PAN Kaji Putusan MK terhadap Wacana Pemakzulan Gibran, PKB dan DPR RI Ikut Berdiskusi

12/10/2026
Sebuah adegan ruang sidang dengan seorang hakim berpakaian roba formal duduk di meja hakim, di sekelilingnya berisi dokumen hukum dan guling. Di latar belakang, layar besar menampilkan emblema Mahkama

Putusan MK: Apa Arti Yudisialisasi Politik dan Politisasi Yudisial?

12/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Polri Konfirmasi Identitas Kerangka di Gedung ACC: Reno dan Farhan, Korban Hilang Demo Ricuh Agustus 2025 - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    501 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Bos Rongsok Dianiaya, Uang Rp100 Juta Raib

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.