Sabtu, 28 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

by Redaktur
05/02/2026
in Berita Terkini, Nasional, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Wartakita.id, NGADA — Ada sebuah ironi yang begitu perih hingga kata-kata seolah kehilangan maknanya. Di saat dunia sibuk membedah dokumen Epstein Files—tentang bagaimana uang tak berseri digunakan untuk membeli keheningan dan menghancurkan masa depan—di sebuah dusun sunyi bernama Sawasina, NTT, seorang anak kecil bernama YBR (10) justru menyerahkan nyawanya karena kemiskinan yang terlalu jujur.

YBR tidak butuh pulau pribadi. Ia hanya butuh buku dan pena.

“Ibu, Saya Pergi Dulu”

Kamis, 29 Januari 2026, seharusnya menjadi hari sekolah biasa bagi siswa kelas IV SD itu. Namun, sejarah mencatatnya sebagai hari di mana alarm kemanusiaan kita berbunyi paling kencang. YBR ditemukan tergantung di pohon cengkeh tak jauh dari pondok neneknya.

Di dekat tubuh kecil yang sudah kaku itu, polisi menemukan sepucuk surat. Bukan surat tuntutan, bukan makian pada dunia. Itu adalah surat cinta yang ditulis dengan bahasa daerah Ngada, diakhiri dengan gambar sebuah wajah yang sedang menangis.

Isinya adalah sebuah kalkulasi ekonomi yang paling menyakitkan dalam sejarah modern Indonesia: “Ibu jangan menangis, relakan saya pergi.”

Dalam logika murni seorang anak berusia 10 tahun, keberadaannya adalah beban bagi ibunya yang tak mampu membelikan alat tulis. Ia memilih menghapus dirinya sendiri dari daftar pengeluaran keluarga, agar sang ibu dan lima adiknya bisa terus menyambung hidup.

Kontras yang Memuakkan: Dari Karibia ke Ngada

Skandal Epstein yang viral belakangan ini menunjukkan kepada kita bagaimana kekuasaan dan privilese menciptakan “zona tanpa hukum”. Namun, tragedi YBR di Ngada menunjukkan sisi lain dari koin yang sama: Privilese karena Pengabaian.

Negara seringkali hadir dalam angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi yang megah di Jakarta, namun absen di bawah pohon cengkeh di NTT. Kita membangun infrastruktur digital yang canggih, namun gagal memastikan seorang anak memiliki pena untuk menuliskan mimpinya.

Tragedi ini adalah bukti empirik bahwa ketimpangan bukan sekadar angka Gini Ratio. Ketimpangan adalah ketika seorang anak merasa nyawanya lebih murah harganya dibandingkan satu pak buku tulis.

Kegagalan Kolektif Kita

Kita harus berani jujur: YBR tidak bunuh diri. Ia “dibunuh” oleh sistem yang menormalisasi kemiskinan ekstrem.

  • Pemerintah gagal memastikan skema bantuan pendidikan menjangkau hingga ke bedeng-bedeng paling pelosok.

  • Masyarakat seringkali lebih peduli pada viralnya aib pesohor global ketimbang jeritan lapar di tetangga sebelah pulau.

  • Sistem pendidikan kita terkadang terlalu kaku, menuntut kelengkapan administratif tanpa peduli apakah perut siswanya sudah terisi atau apakah mereka punya alat untuk mencatat pelajaran.

  • Prioritas anggaran, jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar dilaksanakan sesuai amanat konstitusi—yakni difokuskan pada anak-anak fakir miskin dan anak-anak terlantar—maka anggaran yang dibutuhkan sejatinya cukup sekitar 10 persen dari total dana yang telah dialokasikan. Sisanya, sekitar 90 persen, untuk memperkuat sektor lain, termasuk pendidikan dan perlindungan sosial, sehingga tragedi seperti ini tidak kembali terulang.Artikel ini telah dimuat di WartaKita: https://wartakita.id/patologi-birokrasi-mengapa-pena-di-ngada-lebih-sulit-didapat-daripada-kip-k-di-jakarta/

“Anak 10 tahun memilih untuk menghentikan hidupnya agar hidup ibunya berlanjut. Ini bukan sekadar tragedi; ini adalah dakwaan bagi kita semua yang masih bisa bernapas dengan lega hari ini.”

Penutup: Melampaui Air Mata

Surat wasiat YBR dengan gambar wajah menangis itu adalah cermin retak bagi peradaban Indonesia tahun 2026. Jika dokumen Epstein menuntut transparansi radikal atas kejahatan elit, maka tragedi Ngada menuntut empati radikal atas kemiskinan rakyat.

Jangan biarkan kematian YBR hanya menjadi statistik berita semalam. Jika pena dan buku adalah alasan ia pergi, maka pastikan tidak ada lagi anak di negeri ini yang harus menatap pohon cengkeh dengan keputusasaan yang sama.

Kedaulatan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa banyak jet pribadi yang melintasi langitnya, tapi dari seberapa aman seorang anak kecil di pelosok negeri bisa menggenggam pena dan bermimpi tanpa takut menjadi beban bagi ibunya.


Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental terdekat atau hotline darurat.

BACA JUGA:

Kemendiktisaintek Perluas Jangkauan Pendidikan Dokter Spesialis ke NTT, NTB, dan Bali

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Tags: nalar wargaNTT
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Kebakaran Ruko di Cakung Barat Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa

28/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Program Makan Bergizi Gratis Segera Hadir: Dukungan Penuh untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

28/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu Jadi Tersangka Korupsi Impor, Terkait Uang Rp 5 Miliar dalam 5 Koper

28/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Prabowo dan Presiden UEA Sepakati Penguatan Ekonomi & Investasi Strategis di Momen Emas 50 Tahun Hubungan Diplomatik

27/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Polda Sulsel Ungkap Modus Korupsi di Pemerintahan: Waspadai Titip Proyek hingga Mark-Up

27/02/2026
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Akhir El Mencho: Baku Tembak di Resor Mewah Jalisco, Kemarahan CJNG Mengguncang Meksiko

26/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

    Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Gempa Bumi Terkini di Indonesia: Update BMKG hingga 23 Februari 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    506 shares
    Share 202 Tweet 127
  • Kesalahan Fatal Kode AI: Hapus Seluruh Drive Akibat Perintah Sederhana, Pelajaran Berharga untuk Developer

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menlu Ungkap Sumber Dana Pengiriman 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza untuk Misi ISF

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Urgensi Revisi Perpres 112/2007 & Kebijakan Ekonomi 2015: Kemenkop & Pedagang Kecil Bersuara

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Segera Cek! Aturan Lengkap dan Jadwal Pencairan THR Pekerja Swasta 2026

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Samsung Puncaki Pasar DRAM Global Q4 2025, Sengit Bersaing dengan SK Hynix

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.