Sabtu, 21 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur

by A. Burhany
23/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Pernahkah Anda merasa bahwa Ramadan di kota besar terkadang terasa seperti simulasi?

Kita bangun sahur di ruang makan yang hangat, lalu berangkat kerja di dalam mobil atau gerbong kereta berpendingin udara. Di kantor, kita duduk di balik meja dengan hembusan AC yang stabil, menatap layar seharian. Saat lapar mulai menyapa, ada ribuan cara untuk mengalihkannya: serial streaming, scrolling tanpa henti, atau tenggelam dalam push rank sampai lupa waktu.

Tiba-tiba saja azan Magrib sudah terdengar. Kita merasa menang karena berhasil “melewati” puasa—padahal sebenarnya kita tidak melewati apa pun. Kita hanya dikeroyok distraksi sampai kehilangan kehadiran diri.

Bagi manusia urban yang dimanjakan fasilitas, puasa sering hanya menjadi ibadah batin yang sangat halus—hampir tanpa residu fisik. Kita tidak benar-benar merasa lapar. Kita hanya sedang menunda makan dalam kenyamanan.

Cobalah tengok ke luar jendela.

Di sana ada tukang parkir yang berdiri di atas aspal yang memuai. Kuli bangunan yang mengangkat beban di bawah terik yang memanggang. Kurir paket yang mengejar target di tengah debu jalanan. Bagi mereka, puasa bukan sekadar urusan batin—puasa adalah perjuangan otot. Mereka tidak punya kemewahan untuk membunuh waktu dengan menonton film. Waktu bagi mereka adalah lawan yang harus dihadapi dengan keringat dan napas yang pendek.

Dan justru di dalam kelelahan yang jujur itu, ada sesuatu yang tidak kita miliki: kejujuran tubuh.

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - image 1

Saat manusia benar-benar lelah, ia tidak lagi punya energi untuk berpura-pura.

Topeng-topeng sosial kita—citra diri yang hebat, gengsi, kemarahan yang dibuat-buat—biasanya luruh saat energi kita mencapai titik nadir. Kelelahan fisik adalah penghancur ego yang paling efektif. Orang yang benar-benar lelah menjadi sangat autentik: ia hanya ingin istirahat, ia hanya ingin seteguk air, ia kembali menjadi manusia yang paling dasar.

Ironisnya, kita di kota justru menggunakan segala fasilitas untuk menghindari kelelahan itu. Kita takut menjadi lelah, maka kita mencari pelarian. Akibatnya kita lupa waktu salat, lupa berzikir, bahkan lupa mengapa kita sedang berlapar-lapar—karena otak kita terlalu sibuk disuapi konten digital.

Lapar tanpa rasa lelah sering berakhir menjadi lapar yang hambar.

Bagi kawan-kawan yang tidak berpuasa namun hidup dalam ritme kerja yang sama, refleksi ini tetap relevan. Apakah kenyamanan hidup membuat kita kehilangan otot kesadaran? Apakah kita terlalu sering melarikan diri dari ketidaknyamanan fisik hingga tidak lagi mengenal siapa diri kita saat terdesak?

Hari ini, mari coba untuk tidak terlalu banyak melarikan diri.

Jika rasa lelah itu datang, terimalah ia sebagai tamu. Jangan langsung menyalakan layar untuk mengusirnya. Rasakan bagaimana tubuh Anda bicara tentang keterbatasannya—dengan jujur, tanpa filter.

Sebab hanya melalui pengakuan akan kelemahan fisik inilah kita bisa memahami betapa besarnya kekuatan spiritual yang kita butuhkan. Rasa lelah yang jujur adalah tubuh yang sedang berdoa—mengingatkan kita bahwa kita hanyalah makhluk rapuh yang sedang merindukan kekuatan dari Yang Maha Kokoh.

Mari. Saya juga ingin berhenti membunuh waktu, dan belajar menghidupkan setiap detik kelelahan itu.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

12/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    230 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Dari Garasi Militer ke Metaverse: Internet, Bukan Sekadar Jari Jempolmu

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.