Ancaman El-Nino 2026 ‘Godzilla’ kini membayangi ketersediaan air bersih di Makassar. Perumda Air Minum Kota Makassar merespons dengan menggelar rapat koordinasi strategis, menegaskan kesiapan dan langkah mitigasi demi menjaga pasokan vital bagi warga.
Situasi Darurat: Defisit Air Baku Akibat El-Nino 2026
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Sahrum dan Wirda Fauzah Madjid, terungkap fakta memprihatinkan. Fenomena El-Nino yang diprediksi semakin intens pada tahun 2026 ini telah memberikan tekanan signifikan terhadap sumber air baku. Kebutuhan ideal air baku untuk Kota Makassar adalah 1.300 liter per detik, namun saat ini, debit yang tersedia hanya mencapai 960 liter per detik. Situasi ini menciptakan defisit pasokan yang berdampak langsung pada pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Tantangan Distribusi yang Membebani
Selain krisis air baku, Perumda Makassar juga menghadapi kendala serius dalam hal distribusi. Ketersediaan mobil tangki menjadi isu krusial. Idealnya, diperlukan 42 unit mobil tangki per hari untuk menjangkau wilayah yang terdampak krisis, namun saat ini armada yang tersedia hanya 14 unit. Hal ini memaksa Perumda untuk segera memperkuat strategi distribusi berbasis tangki, sebuah langkah darurat namun penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan.
Strategi Mitigasi: Solusi Jangka Pendek dan Visi Jangka Panjang
Menghadapi ancaman yang ada, Perumda Air Minum Kota Makassar tidak hanya terpaku pada penanganan krisis sesaat. Ada visi yang lebih luas untuk membangun fondasi ketahanan air jangka panjang bagi Kota Makassar. Salah satu inisiatif strategis yang tengah digodok adalah pembangunan jaringan pipa air baku baru yang akan mengalirkan air dari Sungai Jeneberang langsung ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keandalan pasokan air di masa mendatang, menjadikan Makassar lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air
Dalam menghadapi ancaman krisis air bersih yang kompleks ini, Anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Sahrum, menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor. Dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman S.Hut., MM, serta seluruh elemen masyarakat, sangat diharapkan. Penanganan dampak El-Nino ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi kebijakan dan aksi operasional di lapangan, diharapkan akses air bersih bagi seluruh warga Makassar dapat terus terjaga.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi Saktia























