Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat sejarah baru di penghujung tahun 2025 dengan jumlah nama domain .id terdaftar mencapai 1.431.865. Angka ini tidak hanya melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 1,35 juta, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dominan dalam pengelolaan domain tingkat negara (ccTLD) di kawasan Asia Tenggara.
- Jumlah domain .ID terdaftar per akhir 2025 mencapai 1.431.865, melampaui target 1,35 juta.
- Indonesia kini memimpin Asia Tenggara dalam kepemilikan domain tingkat negara (ccTLD).
- Pangsa pasar domain .ID di Indonesia mencapai 58%, melampaui domain global seperti .com (34%).
- Subdomain my.id dan web.id menjadi kontributor utama pertumbuhan.
- PANDI aktif dalam literasi digital melalui .id Academy dan program beasiswa.
- Pengembangan identitas digital E.ID berbasis blockchain menjadi fokus inovasi PANDI.
Pertumbuhan Signifikan dan Kepercayaan Publik
Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, mengumumkan pencapaian ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis lalu. Rekor ini menggarisbawahi peningkatan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap ekosistem domain .id. Pertumbuhan pesat ini merupakan buah dari konsistensi program pemasaran dan edukasi yang dijalankan PANDI bersama 25 mitra registrar yang telah bekerja sama.
Pangsa pasar domain .id di Indonesia per Juli 2025 telah mencapai 58%, sebuah angka impresif yang melampaui dominasi domain global seperti .com yang berada di kisaran 34%. John menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh sistem registry bersama yang terpusat dan stabil, memastikan pengalaman pendaftaran yang efisien bagi pengguna.
Faktor Pendorong Pertumbuhan dan Inovasi PANDI
Pertumbuhan domain .id menunjukkan tren positif yang konsisten. Periode 2021–2022 mencatat pertumbuhan sebesar 36,38%, yang kemudian melonjak signifikan hingga 58% pada tahun 2025. Kontributor utama lonjakan ini adalah subdomain seperti my.id dan web.id. Khususnya, subdomain my.id telah mengumpulkan sekitar 480.885 pendaftar, mewakili 33,58% dari total pertumbuhan domain .id. Strategi penetapan harga yang terjangkau untuk domain publik seperti my.id, web.id, dan bis.id terbukti efektif dalam mendorong adopsi massal.
PANDI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah, tetapi juga pada keandalan dan keamanan infrastruktur. Sistem Domain Name System (DNS) kini didukung oleh 47 server anycast yang tersebar di berbagai negara, serta tiga pusat data strategis di Batam, Cibitung, dan Bogor. Upaya penguatan keamanan diperkuat dengan pengembangan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX), sebuah platform yang dirancang untuk mendeteksi dan menindaklanjuti penyalahgunaan domain seperti phishing dan malware, dengan target resolusi maksimal 1×24 jam.
Meningkatkan Literasi Digital dan Identitas Digital
Selain penguatan infrastruktur, PANDI juga berkomitmen penuh pada peningkatan literasi digital masyarakat. Melalui program .id Academy, PANDI berhasil menjangkau 51.626 peserta pada tahun 2025 melalui berbagai webinar dan pelatihan. Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia digital juga dibuktikan dengan alokasi Rp500 juta untuk program beasiswa pada tahun akademik 2025–2026.
Menyongsong masa depan, PANDI terus berinovasi dengan mengembangkan layanan identitas digital melalui E.ID. Platform ini merupakan dompet identitas digital berbasis blockchain yang aman dan telah dirancang agar sesuai dengan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Target PANDI untuk tahun 2026 adalah mencapai 1,5 juta domain .id, yang akan dicapai melalui perluasan adopsi di sektor UMKM, pendidikan, dan instansi pemerintah, serta penguatan kolaborasi dan keamanan sistem.
John Simanjuntak menegaskan bahwa pencapaian ini lebih dari sekadar angka. Ini adalah bukti bagaimana domain .id berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.























