Jumat, 30 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng

by Redaktur
30/12/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 3 mins read
A A
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

MAKASSAR, WARTAKITA.ID – Siapa sangka, aroma rempah jintan dan ketumbar yang biasanya mengepul hangat dari balik warung-warung sederhana di Jalan Nusantara, Makassar, kini bisa tercium hingga ke jantung kota-kota metropolitan Eropa seperti Amsterdam dan London? Tahun 2025 menjadi saksi bisu sebuah revolusi rasa, sebuah babak baru dalam sejarah kuliner Sulawesi Selatan yang kini akrab disebut “Gastro-Diplomasi”. Ini bukan lagi sekadar mimpi para perantau yang merindukan kampung halaman, melainkan sebuah realitas yang mengubah lanskap kuliner global.

Dulu, membayangkan Coto Makassar, Konro, atau Pallubasa harus disantap di luar kota asalnya adalah sebuah tantangan. Keterbatasan daya tahan makanan berkuah kaya rempah ini menjadi penghalang utama. Namun, berkat inovasi teknologi pangan yang terus berkembang, keterbatasan itu kini tinggal kenangan. Teknologi retort packaging, sebuah metode pengemasan dengan sterilisasi suhu tinggi, telah memungkinkan hidangan-hidangan kebanggaan Makassar ini dikemas dalam kaleng. Hasilnya? Makanan yang tetap lezat, aman, dan memiliki ketahanan hingga 12 bulan tanpa memerlukan pengawet buatan.

“Permintaan dari diaspora Indonesia di Eropa naik fantastis, mencapai 300% tahun ini,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Kuliner Sulsel, dengan nada bangga yang tak bisa disembunyikan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kerinduan mendalam akan cita rasa otentik tanah air. Bagi mereka yang jauh dari rumah, kaleng-kaleng berisi Coto Makassar ini bukan hanya makanan, melainkan sepotong nostalgia, sebuah jembatan yang menghubungkan mereka kembali dengan akar budayanya.

Revolusi ini tidak terjadi begitu saja. Di balik setiap kaleng Coto yang terbang melintasi benua, ada upaya keras dari para pelaku UMKM kuliner di Makassar. Mereka tidak lagi hanya bertarung di level lokal, memperebutkan pelanggan di antara sesama warung tenda. Kini, pandangan mereka telah meluas, menembus batas-batas geografis. Dukungan logistik menjadi kunci, dengan pembukaan rute kargo langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ke berbagai hub internasional. Ini memangkas waktu pengiriman, menjaga kesegaran produk, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Lebih dari sekadar ekspor produk, tahun 2025 juga diwarnai dengan masuknya warung-warung legendaris Makassar ke dalam radar panduan kuliner internasional. Bisik-bisik mengenai kedatangan tim penilai Michelin Guide ke Makassar pada bulan Oktober lalu sontak membuat heboh para pemilik warung. Sebuah pengakuan dari panduan kuliner paling bergengsi di dunia tentu akan membawa kuliner Makassar ke panggung global yang lebih tinggi. Ini adalah momentum emas bagi Makassar untuk unjuk gigi, menunjukkan kekayaan dan keunikan cita rasanya kepada dunia.

Namun, di tengah euforia dan kebanggaan ini, muncul pula sebuah kekhawatiran yang tak kalah penting: gentrifikasi rasa. Demi menjangkau lidah global yang beragam, beberapa otentisitas rasa mulai “disesuaikan”. Pertanyaannya, seberapa jauh penyesuaian ini boleh dilakukan tanpa mengorbankan identitas asli Coto Makassar? Apakah cita rasa yang telah diwariskan turun-temurun akan berubah demi memenuhi selera pasar internasional? Ini adalah dilema yang harus dihadapi oleh para pelaku industri dan juga penikmat kuliner.

Dampak lain yang tak terhindarkan adalah lonjakan harga. Harga semangkuk Coto di warung-warung tertentu telah melonjak drastis, menjadikannya kian tak terjangkau bagi sebagian besar warga lokal kelas menengah ke bawah. Kuliner Makassar memang sedang naik kelas, merambah pasar premium dan mendapatkan pengakuan global. Namun, tantangan terbesarnya adalah: mampukah ia tetap menjadi “makanan rakyat”? Mampukah Coto Makassar mempertahankan esensinya sebagai hidangan yang merakyat, yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, tanpa kehilangan sentuhan kemewahan yang kini melekat padanya?

Fenomena Gastro-Diplomasi ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia membawa kebanggaan nasional, mengangkat derajat UMKM, dan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke kancah global. Di sisi lain, ia memunculkan pertanyaan mendalam tentang identitas, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Bagaimana Makassar akan menyeimbangkan antara ambisi global dan akar lokalnya? Masa depan Coto Makassar, baik di kaleng maupun di mangkuk, akan menjadi cerminan bagaimana sebuah warisan kuliner beradaptasi dengan dunia yang terus berubah, tanpa kehilangan jiwa aslinya.

BACA JUGA:

Skincare Lokal Makin Canggih: Andalkan Kekayaan Alam Indonesia untuk Kulit Tropis Sehat!

Proyek PSEL Makassar Ditunda: Pemkot Prioritaskan Kajian Lingkungan dan Keberpihakan Warga

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia, Waspadai Cuaca Ekstrem

Ekonomi Rinjani Meroket: Rp182 Miliar dari Pariwisata & Jasa Lingkungan di 2025

Domain .ID Lampaui Target 1,4 Juta, Indonesia Dominasi Pasar Asia Tenggara

Share10Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Proyek PSEL Makassar Ditunda: Pemkot Prioritaskan Kajian Lingkungan dan Keberpihakan Warga

30/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Wali Kota Makassar Dorong Mobilitas Perkotaan Inklusif Lewat Forum Indonesia ‘on the Move’

29/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Makassar Tertibkan Ratusan Lapak PKL: Kembalikan Fungsi Ruang Publik dan Drainase

29/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Makassar Selangkah Lebih Maju: JICA Jepang Siap Hibahkan Alat Deteksi Kebocoran Air Modern

29/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Puting Beliung Guncang Makassar: Lima Rumah Rusak Berat, Warga Selamat

29/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Makassar Dinobatkan Dunia: Percontohan Kesehatan Lingkungan Global, Raih Nominasi Bergengsi di New York

27/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Pelindo Makassar: Donor Darah Perkuat Budaya K3 dan Kepedulian Sosial di 2026

27/01/2026
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Makassar Luncurkan Sistem Penilaian RT/RW: Dorong Urban Farming dan Lingkungan Bersih dengan Anggaran Rp2 Miliar

27/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

    Demo Pemekaran Luwu Berujung Kelangkaan BBM dan Lonjakan Harga di Luwu Raya

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Strategi Jitu Tiket Mudik Lebaran 2026: Raih Diskon Hingga 90% dan Hindari Lonjakan Harga

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Longsor dan Banjir Bandang Cisarua, Bandung Barat: Puluhan Rumah Tertimbun, Ratusan Warga Terdampak, Pencarian Korban Berlangsung

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Rangkuman Gempa Bumi 25 Januari 2026, BMKG Catat Aktivitas Seismik Signifikan

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Demonstrasi Tuntut Provinsi Luwu Raya Tutup Jalan Poros Sulsel, Kemacetan Lumpuhkan Transportasi

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Banjir Langganan Depan RSUD Bekasi: Akses Vital Terancam, Warga Resah Menanti Solusi Tuntas

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    442 shares
    Share 177 Tweet 111
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Kaleidoskop 2025: Dari Warung Tenda ke Meja Eropa, Coto Makassar Menjelajah Dunia dalam Kaleng - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.