Wartakita.id – Perhatian publik kembali tertuju pada pergerakan cuaca ekstrem pasca-pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebuah bibit siklon tropis, yang diberi kode 91S, terdeteksi bergerak di Samudra Hindia, tepatnya di perairan Barat Daya Lampung, pada Senin (5/1/2026). Fenomena ini memicu peringatan dini dan seruan kewaspadaan dari otoritas cuaca nasional.
Bibit Siklon 91S Mengancam, Waspada dalam 72 Jam ke Depan
Menurut data BMKG, bibit siklon 91S tercatat memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam. Sistem ini terpantau bergerak ke arah tenggara dan diprediksi akan mengalami penguatan yang signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
Diah Ayu, seorang prakirawan BMKG, menyatakan bahwa potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam mendatang berada dalam kategori sedang hingga tinggi. Peringatan ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana terkait cuaca.
Dampak Luas: Hujan Lebat Hingga Petir Mengintai
Keberadaan bibit siklon 91S ini tidak hanya berpotensi menguat, namun juga memicu dinamika atmosfer yang lebih luas. Terjadi daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) serta pertemuan angin (konfluensi) yang membentang dari Samudra Hindia Barat, Sumatera Barat, hingga Lampung. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi.
Wilayah Timur: Siaga Hujan Sangat Lebat
BMKG secara khusus menyoroti wilayah Indonesia bagian timur untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan akan melanda wilayah Maluku Utara dan Maluku.
Selain itu, sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia Utara Papua juga turut berkontribusi pada peningkatan potensi hujan di wilayah sekitarnya.
Kota Besar: Potensi Hujan Petir Meningkat
Bagi masyarakat perkotaan, kewaspadaan terhadap hujan disertai kilat atau petir juga patut ditingkatkan hari ini. Di wilayah Indonesia bagian barat, beberapa kota besar seperti Kota Jambi, Palembang, dan Surabaya diprediksi akan diguyur hujan petir. Sementara di bagian timur, potensi serupa berpotensi terjadi di Kendari, Kupang, dan Merauke.
BMKG juga mencatat potensi hujan dengan intensitas sedang di berbagai kota lainnya, termasuk Semarang, Mamuju, Manado, Ternate, Nabire, dan Jayawijaya. Sebagian besar wilayah Kalimantan dan Jawa diprediksi akan mengalami hujan ringan.
Sementara itu, kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan akan menyelimuti langit Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Mataram, dan Ambon.
Tips Jaga Diri Saat Cuaca Ekstrem:
- Pantau terus informasi cuaca terkini dari BMKG.
- Hindari berada di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir.
- Periksa kondisi rumah, terutama atap dan saluran air, untuk mencegah kebocoran atau banjir.
- Bagi nelayan dan pelaut, selalu perhatikan peringatan dini terkait kondisi laut.
- Siapkan perlengkapan darurat jika diperlukan.
Tetap waspada dan jaga keselamatan bersama di tengah dinamika atmosfer yang tengah terjadi.
Pertanyaan Umum (FAQ)
1. Apa itu Bibit Siklon 91S?
Bibit siklon 91S adalah area tekanan rendah di atmosfer yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis. Keberadaannya menandakan adanya aktivitas cuaca yang signifikan.
2. Kapan Bibit Siklon 91S diprediksi menguat?
BMKG memprediksi Bibit Siklon 91S memiliki potensi untuk menguat secara signifikan dalam waktu 48 hingga 72 jam ke depan.
3. Wilayah mana saja yang paling berpotensi terdampak hujan lebat?
Wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Maluku Utara dan Maluku.
4. Apakah ada potensi hujan petir di kota besar?
Ya, BMKG memprediksi potensi hujan disertai kilat atau petir di wilayah Indonesia bagian barat seperti Jambi, Palembang, dan Surabaya, serta di Kendari, Kupang, dan Merauke di bagian timur.
5. Apa yang harus dilakukan masyarakat saat ada peringatan bibit siklon?
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang.























