Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan transparansi pasar modal melalui pertemuan lanjutan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu, 11 Februari 2026. Agenda ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya yang mengupas tuntas isu krusial seputar keterbukaan informasi dan struktur kepemilikan saham di Indonesia.
Pertemuan Strategis BEI dan MSCI
Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengonfirmasi bahwa pertemuan terbaru ini adalah tindak lanjut langsung dari dialog yang telah terjalin pada 2 Februari, serta respons terhadap dokumen teknis yang dikirimkan BEI kepada MSCI pada 5 Februari. “Kami ingin menyampaikan disclaimer bahwa sesuai dengan norma yang disepakati maka seluruh detail maupun kesimpulan dari pertemuan tersebut adalah bersifat rahasia,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers usai pertemuan, menekankan fokus pada penyampaian informasi umum.
Fokus Diskusi dan Rencana Aksi BEI
Meskipun detail kesimpulan pertemuan bersifat tertutup, Jeffrey menegaskan bahwa diskusi berlangsung secara konstruktif, sejalan dengan progres sebelumnya. Dalam forum tersebut, BEI kembali memaparkan tiga pilar rencana aksi strategis utama yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik dan integritas pasar modal domestik di mata investor global, khususnya terkait klasifikasi dalam indeks MSCI:
- Peningkatan Keterbukaan Informasi (Disclosure): Fokus utama pada pemantauan dan pelaporan pemegang saham dengan kepemilikan di atas ambang batas 1%. Langkah ini krusial untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konsentrasi kepemilikan saham.
- Penyediaan Data Investor yang Lebih Granular: Upaya untuk mendalami analisis data investor secara lebih rinci. Ini mencakup pengumpulan dan interpretasi data yang lebih mendalam untuk mendukung pengambilan keputusan strategis dan regulasi yang lebih tepat sasaran.
- Implementasi Peraturan I-A: Perkembangan penerapan peraturan yang bertujuan meningkatkan *free float* saham. Target kenaikan dari 7,5% menjadi 15% diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas saham bagi investor publik.























