Amerika Serikat tengah diguncang oleh badai musim dingin yang menghantam dengan kekuatan luar biasa, membentang dari pesisir Teluk Meksiko hingga wilayah timur laut. Fenomena cuaca ekstrem ini telah menimbulkan kekacauan luas, memutus aliran listrik jutaan warga, membatalkan ribuan penerbangan, dan sayangnya, merenggut nyawa.
- Lebih dari satu juta warga di AS mengalami pemadaman listrik akibat badai.
- Lebih dari 10.500 penerbangan domestik dibatalkan pada hari Minggu saja.
- Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem.
- Badai ini dicirikan oleh cakupannya yang luas, durasi panjang, dan potensi dampak ‘sangat katastrofik’.
Cakupan Luas dan Ancaman Berlapis
Badai musim dingin yang ganas ini tidak hanya memberikan ancaman di satu titik, melainkan menyebar luas melintasi berbagai wilayah AS. Badan Cuaca Nasional AS (NWS) melaporkan perkiraan akumulasi salju yang signifikan, mencapai hingga 18 inci di wilayah New England. Sementara itu, kawasan Mid-Atlantic, lembah Ohio, dan Tennessee dihadapkan pada hujan es setebal 0,5 inci. Potensi hujan lebat juga membayangi Lembah Mississippi bagian bawah dan Lembah Tennessee, menambah kerumitan kondisi cuaca yang dihadapi.
Menghadapi skala ancaman ini, Presiden AS telah menyetujui status darurat bencana federal untuk 12 negara bagian krusial, termasuk South Carolina, Virginia, Tennessee, Georgia, North Carolina, Maryland, Arkansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Indiana, dan West Virginia. Lebih lanjut, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengkonfirmasi bahwa total 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah memberlakukan status darurat cuaca, menunjukkan keseriusan situasi yang dihadapi.
Korban Jiwa Akibat Dingin Ekstrem
Sayangnya, dampak paling tragis dari badai ini adalah hilangnya nyawa. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat paparan cuaca ekstrem. Departemen Kesehatan Louisiana mengonfirmasi dua kematian di Caddo Parish yang diduga kuat akibat hipotermia, kondisi medis berbahaya yang disebabkan oleh paparan dingin berkepanjangan. Situasi ini diperparah dengan penemuan lima warga New York yang meninggal di luar ruangan sebelum salju turun lebat, seperti yang dilaporkan oleh Wali Kota New York City. Insiden ini menjadi pengingat mengerikan akan bahaya dingin ekstrem, terutama bagi kelompok yang paling rentan seperti tunawisma.
Pemadaman Listrik Massal Melumpuhkan Jutaan Rumah
Jutaan warga di wilayah selatan Amerika Serikat kini berjuang tanpa pasokan listrik. Hingga Minggu pagi, data menunjukkan lebih dari 900.000 pelanggan di seluruh AS mengalami pemadaman listrik. Provinsi yang paling terdampak meliputi Tennessee dengan sekitar 335.000 pelanggan, Mississippi dengan lebih dari 178.000 pelanggan, Louisiana dengan lebih dari 145.000 pelanggan, dan Texas dengan sekitar 93.000 pelanggan yang kehilangan daya.
Untuk mengatasi krisis energi yang meluas ini, Departemen Energi AS telah mengambil langkah darurat. Perintah darurat dikeluarkan untuk memberikan kewenangan kepada Electric Reliability Council of Texas (ERCOT) agar dapat mengerahkan sumber pembangkit listrik cadangan. Langkah serupa juga diambil untuk operator jaringan listrik PJM Interconnection di wilayah Mid-Atlantic, guna memitigasi dampak pemadaman yang parah.
Sektor Transportasi Udara Lumpuh Total
Sektor transportasi udara menjadi salah satu lini terdepan yang paling terpukul oleh badai musim dingin ini. Pada hari Minggu, lebih dari 10.500 penerbangan di seluruh AS dibatalkan, menjadikannya salah satu hari dengan pembatalan penerbangan terbanyak sejak masa awal pandemi COVID-19. Situasi belum membaik sepenuhnya, dengan lebih dari 1.800 penerbangan tambahan dibatalkan untuk jadwal hari Senin, dan lebih dari 4.000 penerbangan telah dibatalkan sejak Sabtu.
Maskapai penerbangan besar seperti Delta Air Lines, JetBlue, dan United Airlines telah mengambil langkah-langkah drastis, termasuk membatalkan ribuan jadwal penerbangan dan memindahkan personel untuk membantu operasional di bandara-bandara yang paling terdampak. Kondisi ini menyebabkan kekacauan besar bagi para pelancong di seluruh negeri.
Prospek Cuaca Lanjutan yang Mengkhawatirkan
NWS memberikan peringatan bahwa ancaman cuaca belum berakhir. Setelah badai utama mereda, wilayah dari Southern Plains hingga timur laut diperkirakan akan menghadapi suhu yang sangat dingin dengan hembusan angin yang berbahaya. Karakteristik badai musim dingin kali ini dinilai tidak biasa karena cakupannya yang sangat luas, durasi yang panjang, dan potensi akumulasi es yang parah di tenggara AS. NWS bahkan memprediksi dampak yang berpotensi “melumpuhkan hingga bersifat lokal sangat katastrofik”.
Suhu terendah rekor dan angin dingin yang berbahaya diprediksi akan terus bergerak ke kawasan Great Plains pada hari Senin, menandakan bahwa tantangan cuaca ekstrem ini akan terus berlanjut.























