Tabel Perbandingan Skema KUR dan Simulasi Angsuran Bulanan
Sebelum mengajukan permohonan fasilitas kredit modal kerja (KMK) atau kredit investasi (KI) ke kantor cabang perbankan terdekat, pelaku usaha perlu menghitung kemampuan arus kas (cash flow) bulanan. Tenor atau jangka waktu pinjaman untuk pembiayaan modal kerja diberikan maksimal hingga 3 tahun (36 bulan) untuk KUR Mikro dan 4 tahun (48 bulan) untuk KUR Kecil, sedangkan untuk pembiayaan investasi usaha dapat mencapai 5 tahun (60 bulan).
Berikut perbandingan kategori pembiayaan beserta estimasi angsuran pokok ditambah bunga 6 persen efektif per tahun (setara sekitar 0,27 persen flat per bulan) untuk pengajuan perdana:
| Plafon Pinjaman KUR | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Ketentuan Agunan |
|---|---|---|---|---|
| Rp10.000.000 | Rp860.664 / bln | Rp443.206 / bln | Rp304.219 / bln | Tanpa Agunan Tambahan |
| Rp25.000.000 | Rp2.151.661 / bln | Rp1.108.015 / bln | Rp760.548 / bln | Tanpa Agunan Tambahan |
| Rp50.000.000 | Rp4.303.321 / bln | Rp2.216.031 / bln | Rp1.521.097 / bln | Tanpa Agunan Tambahan |
| Rp100.000.000 | Rp8.606.643 / bln | Rp4.432.061 / bln | Rp3.042.194 / bln | Tanpa Agunan Tambahan |
Syarat Dokumen Administrasi dan Cara Mengurus NIB Online di OSS
Sesuai ketentuan persyaratan resmi KUR perbankan, usaha yang diajukan harus sudah beroperasi secara aktif minimal selama 6 bulan (kecuali bagi KUR Super Mikro yang dapat diikuti oleh usaha berusia di bawah 6 bulan dengan syarat mengikuti program pendampingan kewirausahaan). Berikut dokumen administrasi yang wajib disiapkan:
- Identitas Kependudukan: e-KTP pemohon (dan pasangan jika sudah menikah), Kartu Keluarga (KK), serta Akta Nikah atau Akta Cerai.
- Perizinan Usaha Resmi: Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan secara daring melalui portal resmi OSS RBA (Online Single Submission) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari pemerintah kelurahan/desa setempat.
- Dokumen Perpajakan (NPWP): Wajib melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau NIK yang telah dipadankan sebagai NPWP aktif khusus untuk pengajuan plafon kredit di atas Rp50 juta.
- Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan: Wajib terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan khusus bagi debitur yang mengajukan plafon KUR Kecil di atas Rp100 juta.
Meskipun seluruh dokumen di atas sudah lengkap, lebih dari 40 persen pengajuan KUR ditolak otomatis oleh sistem verifikasi perbankan pada tahap awal. Simak cara memeriksa skor riwayat kredit secara mandiri di SLIK OJK dan tips lolos survei lapangan pada Halaman 3.























