Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah strategis dalam memperkuat arah mobilitas perkotaan yang lebih inklusif melalui partisipasinya dalam Forum Indonesia ‘on the Move’. Forum bergengsi ini, yang digagas oleh Program Kemitraan Indonesia-Australia, menjadi platform krusial untuk menyelaraskan visi pembangunan kota yang berpusat pada kebutuhan seluruh warganya.
- Memperkuat perencanaan dan tata kelola transportasi perkotaan.
- Menyiapkan sistem mobilitas yang terintegrasi dan berkelanjutan.
- Mendorong inklusivitas akses transportasi bagi semua lapisan masyarakat.
- Mempercepat proyek mobilitas perkotaan dengan menarik investasi swasta.
- Mengembangkan kawasan berbasis angkutan umum (TOD) yang berorientasi pada kenyamanan warga.
Peran Krusial Forum Indonesia ‘on the Move’
Dalam pernyataannya, Wali Kota Makassar menekankan signifikansi Forum Indonesia ‘on the Move’ sebagai wadah strategis untuk kemajuan mobilitas perkotaan. Forum ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan pusat pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dalam upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih baik.
Memperkuat Fondasi Perencanaan dan Tata Kelola
Salah satu pilar utama yang dibahas adalah penguatan perencanaan dan tata kelola transportasi perkotaan. Dengan berbagi pengalaman dan keahlian dari berbagai daerah, forum ini membantu pemerintah daerah menyusun strategi yang lebih matang dan efektif. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan transportasi yang diambil benar-benar menjawab tantangan urban yang kompleks.
Menuju Sistem Mobilitas yang Terintegrasi dan Berkelanjutan
Fokus pada pengembangan sistem mobilitas yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi agenda penting. Ini mencakup upaya menciptakan jaringan transportasi yang efisien, terhubung antar moda, serta ramah lingkungan. Keberlanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa manfaat transportasi yang baik dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Mewujudkan Inklusivitas dalam Akses Transportasi
Prinsip inklusivitas menjadi inti dari visi mobilitas perkotaan yang dicanangkan. Forum ini menjadi sarana untuk memastikan bahwa sistem transportasi yang dikembangkan dapat diakses, digunakan, dan dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali. Ini berarti mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.
Akselerasi Proyek Mobilitas Perkotaan dan Menarik Investasi
Forum ini juga berfungsi sebagai momentum penting untuk mempercepat implementasi proyek mobilitas perkotaan. Dengan menyajikan rencana yang matang dan prospektif, diharapkan proyek-proyek ini menjadi lebih menarik bagi investasi sektor swasta. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan infrastruktur transportasi yang dibutuhkan tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Pengembangan Kawasan Berbasis Angkutan Umum (TOD)
Visi pembangunan kota yang berorientasi pada masyarakat juga tercermin dalam dorongan pengembangan kawasan berbasis angkutan umum atau Transit-Oriented Development (TOD). Penataan ruang kota yang terintegrasi dengan simpul transportasi publik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, kemudahan akses, dan kualitas hidup warga Makassar.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mobilitas Ideal
Wali Kota Makassar menegaskan bahwa visi mewujudkan kota yang mudah diakses, efisien, dan berkelanjutan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah daerah semata. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak. Masukan dari daerah lain yang memiliki pengalaman serupa, serta dukungan kebijakan dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian PPN/Bappenas, menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang ideal bagi seluruh warga.























