Wartakita.id, UBUD — Revolusi artistik itu tidak terjadi di museum yang sunyi, melainkan di tengah riuh rendahnya hutan hujan Ubud. Jumat malam kemarin (19/12/2025), Ubud International Art Festival (UIAF) 2025 resmi membuka gerbangnya, mengubah wajah The Island of Gods menjadi kanvas raksasa yang hidup.
Bagi Anda yang sedang berada di Bali atau merencanakan liburan akhir tahun mendadak, ini adalah peristiwa yang tidak boleh dilewatkan. Bukan sekadar pameran, UIAF 2025 adalah pernyataan tegas bahwa Ubud bukan lagi sekadar destinasi yoga dan sawah terasering, melainkan episentrum seni kontemporer Asia.
Mengukir Sejarah: Tradisi yang “Di-Digitalisasi”

Pembukaan festival tadi malam menjadi bukti nyata evolusi tersebut. Di panggung utama, penari Legong tidak hanya bergerak mengikuti irama gamelan Semar Pagulingan, tetapi juga berinteraksi dengan proyeksi video mapping reaktif yang mengikuti gerak tubuh mereka secara real-time.
“Kami tidak meninggalkan akar tradisi. Kami justru memberinya sayap baru berupa teknologi,” ujar I Gede Yudistira, Kurator Utama UIAF 2025, dalam sambutan pembukaannya.
Ratusan seniman dari 25 negara hadir memamerkan karya. Namun, sorotan utama tetap pada seniman lokal Bali yang berani keluar dari zona nyaman. Lukisan gaya Kamasan klasik kini bersanding dengan instalasi NFT (Non-Fungible Token), memungkinkan kolektor dari New York atau London membeli karya seniman Keliki dalam hitungan detik via blockchain.
Pengalaman Imersif: AR, VR, dan Masa Depan Seni
Lupakan larangan “Dilarang Menyentuh”. Di UIAF 2025, interaksi adalah kunci. Mengadopsi tren global Immersive Art, festival ini menghadirkan tiga pilar teknologi utama:
Augmented Reality (AR) Walk: Unduh aplikasi resmi festival, arahkan kamera HP Anda ke patung-patung di sepanjang Monkey Forest Road, dan saksikan mereka “hidup” bercerita tentang mitologi Hindu Bali.
Virtual Reality (VR) Gallery: Pengunjung diajak masuk ke dalam dunia lukisan Affandi atau Antonio Blanco secara 3D, merasakan goresan kuas dari dalam.
Zona Kreasi Digital: Tempat para kreator muda mendemonstrasikan penggunaan pen tablet canggih untuk menciptakan seni ilustrasi modern.
Panduan Wisata & Akomodasi (WartaKita Picks)
Berniat mengunjungi UIAF minggu ini? Ubud sedang padat-padatnya. Berikut rekomendasi strategis tim redaksi agar Anda tetap nyaman:
1. Menginap di Mana? Untuk akses jalan kaki ke lokasi festival (sekitar Puri Ubud & Museum Neka), hindari membawa mobil pribadi karena macet.
Kategori Mewah: Pilih resort di lembah Sayan untuk ketenangan total setelah lelah berkeliling festival.
Kategori Budget/Boutique: Area Jalan Bisma atau Nyuh Kuning menawarkan guesthouse estetik dengan harga masuk akal.
Tips Hemat: Pesan via aplikasi online travel agent (OTA) sekarang karena harga jelang Natal dipastikan naik.
2. Gear Wajib Bawa Jangan biarkan momen estetik terlewat karena baterai habis atau memori penuh.
Powerbank 20.000mAh: Wajib, karena fitur AR sangat menguras baterai HP.
Kamera Mirrorless: Pencahayaan instalasi seni sangat dramatis (low light). Kamera HP biasa mungkin kewalahan.
Sepatu Jalan yang Nyaman: Anda akan berjalan kaki minimal 5-10 km sehari menelusuri galeri yang tersebar.
Dampak Ekonomi: Kebangkitan Ekonomi Kreatif 2.0
UIAF 2025 bukan sekadar pesta visual, ini adalah mesin ekonomi. Data awal menunjukkan tingkat okupansi hotel di Gianyar melonjak hingga 85% pada minggu pembukaan ini.
Berbeda dengan pariwisata massal, festival ini menarik “Quality Tourist”—wisatawan yang menghargai budaya, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uang lebih banyak untuk karya seni dan pengalaman otentik. Para pengrajin perak di Celuk dan pemahat kayu di Mas melaporkan peningkatan pesanan langsung dari pengunjung festival yang ingin membawa pulang “potongan” dari keajaiban UIAF.
Jadwal & Cara Berkunjung
Festival masih berlangsung hingga Jumat, 26 Desember 2025.
Jam Buka: 10.00 – 22.00 WITA.
Tiket: Tersedia Daily Pass dan All-Access Weekly Pass. Disarankan membeli secara online untuk menghindari antrean panjang di ticket box.
Ubud memanggil. Apakah Anda siap menjadi saksi sejarah seni baru ini?

























