Sebuah momen liburan yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi duka mendalam ketika seorang bocah perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia enam tahun meregang nyawa dalam kecelakaan lalu lintas tragis di kawasan Chinatown, Singapura.
Insiden Maut di Jantung Chinatown
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (6/2) sekitar pukul 11.50 waktu setempat di South Bridge Road, sebuah area yang ramai dan dekat dengan Buddha Tooth Relic Temple. Kepolisian Singapura segera merespons laporan mengenai insiden serius yang melibatkan sebuah mobil dan dua pejalan kaki.
Kronologi Kejadian yang Mengerikan
Menurut keterangan saksi mata yang dibagikan melalui platform media sosial SG Road Vigilante, kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil keluar dari area parkir di sisi kuil. Pengemudi, yang diduga hanya melihat ke arah kiri saat melakukan belokan ke kanan, secara tak terduga menabrak seorang ibu berusia 31 tahun dan putrinya yang berusia enam tahun, keduanya adalah WNI yang sedang menikmati liburan mereka.
Kesaksian lebih lanjut mengungkap bahwa mobil tersebut melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, mengakibatkan roda belakangnya melindas tubuh sang ibu. Suasana kepanikan sontak meliputi lokasi kejadian. Rekaman video yang beredar memperlihatkan warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama, termasuk menggunakan payung untuk menaungi korban dari teriknya matahari sembari menunggu kedatangan ambulans.
Penanganan Medis dan Kehilangan Tak Ternilai
Kedua korban, ibu dan anak, sempat sadar ketika dilarikan ke Singapore General Hospital. Namun, luka parah yang diderita oleh sang anak membuatnya tidak dapat diselamatkan. Hingga berita ini diturunkan, sang ibu masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, menunggu kabar pemulihan di tengah duka yang mendalam.
Tindakan Hukum Terhadap Pengemudi
Menindaklanjuti insiden ini, pihak kepolisian Singapura pada Minggu (8/2) mengumumkan penangkapan terhadap pengemudi mobil yang ternyata adalah seorang perempuan berusia 38 tahun. Ia kini berstatus sebagai tersangka atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar, yang berujung pada hilangnya nyawa seorang anak.
Peningkatan Potensi Bahaya di Jalan Raya Singapura
Tragedi ini terjadi di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai angka kecelakaan lalu lintas di Singapura. Data yang dirilis menunjukkan adanya kenaikan sebesar 7,4 persen dalam jumlah kecelakaan yang mengakibatkan korban luka-luka hingga meninggal dunia, terhitung dari Januari hingga September 2025, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian di jalan raya.























